#297 Tinjauan Kreatif Terhadap Hukum di Belanda

Jika pernah mempelajari ilmu sosial tentu kita sering menemukan tinjauan-tinjauan terhadap teori atau ilmu pengetahuan. Misalnya tinjauan yuridis yang merupakan tinjauan dari sudut pandang hukum terhadap suatu hal. Dalam artikel ini akan dibahas tinjauan yang mungkin belum pernah ada, yaitu tinjauan kreatif terhadap hukum di Belanda. Kenapa Kreatif? Memang kreatif ada standardnya ya? Kenapa tinjauan kreatif agar sesuai dengan tema kompetiblog 2012 🙂 karena hukum adalah untuk kemaslahatan orang banyak, berlaku untuk semua orang, mengikat, dan semoga adil dan bermanfaat sesuai dengan tujuannya. lalu apa hubungannya? Untuk memberlakukan sesuatu untuk orang banyak dalam ruang lingkup yang luas seperti negara dalam bentuk hukum nasional, ataupun dunia dalam bentu hukum internasional diperlukan kekreatifan untuk menerapkannya. Memang kreatif ada standardnya? ada jika mengacu pada yang normatif berarti kreatif itu tidak ada standardnya maksudnya adalah standard kreatif adalah pemikiran yang out of the box terhadap yang normatif, berarti tanpa normatif ga ada kreatif dong? Bisa dibilang iya, karena kreatif yang benar dikembangkan berdasarkan normatif. Yang mau ditinjau adalah hukum di Belanda karena Belanda dikenal sebagai pusat studi hukum dunia dan mempunyai sistem pengambilan kebijakan dan hukum yang kreatif.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa Belanda mempunyai sistem hukum eropa kontinental yang menganut penerapan hukum tertulis berdasarkan kitab-kitab hukum yang sejenis. Sistem ini juga yang diadopsi Indonesia berdasarkan asas korkondansi. Jika dilihat dari sistem hukum yang berlaku, tentu banyak yang serupa. Lantas apa kreatifnya? Yang membedakan hukum negara yang satu dengan yang lainnya adalah aturan hukum yang terbentuk melalui proses pengambilan kebijakan. Ada dua peraturan hukum yang cukup kontroversial yang dibuat oleh belanda. Yang pertama, peraturan hukum tentang penikahan LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender) yang kedua drugs policy. Terlepas dari pro kontranya, kita bisa mengetahui pikiran terbuka masyarakat dan pemerintah Belanda dari dua kebijakan tersebut. Kembali ke pertanyaan, kreatifnya adalah ide dan keberanian menerapkan hukum tersebut. Pernikahan LGBT, untuk membuat status legal pada komunitas LGBT saja disebagian negara sangat sulit. Namun di belanda, status legal tersebut dianggap tidak cukup untuk penyetaraan hak. Alasannya adalah kaum LGBT tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa dilakukan oleh kaum heterosexual, seperti mengadopsi anak dan menikah. Maka dari itu pada tahun 2001, pemerintah belanda melegalkan pernikahan sesama jenis dan belanda merupakan negara pertama di dunia yang menerapkannya. Pemerintah Belanda sangat menghormati hak-hak individu setiap orang dan melindungi warga negaranya dari diskriminasi terhadap kelompok yang memiliki perbedaan pandangan. Drugs policy, pada tahun 1960-1970an Belanda mengalami peningkatan masalah kesehatan karena penyalahgunaan narkotika. Usaha normatif, dengan cara menerapkan kebijakan-kebijakan pencegahan dan aturan pelarangan penyalahgunaan narkotika tidak memberikan hasil yang signifikan. Akhirnya pada tahun 1980an permerintah Belanda melegalkan penggunaan narkotika personal dalam kadar aman yang diistilahkan soft drugs. Legalisasi soft drugs ini ternyata membuahkan hasil dan angka penggunaan narkotika menurun. Pemikiran yang out of the box, tapi efektif bukan?

Bagaimana proses pengambilan kebijakan di belanda sehingga bisa melahirkan peraturan-peraturan yang kreatif? Ada lima alurnya, digambarkan secara sederhana seperti ini. Pertama, Agenda Setting yang merupakan pencarian isu, peran media, warga negara, dan hukum internasional sangat penting dalam tahap ini (Sekadar info, bahwa Belanda sangat concern terhadap kebijakan-kebijakan internasional dan menjadikannya sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan). Yang kedua Formulasi Aturan dari agenda setting dengan diskusi, debat, menolak atau menerima isu. Tahap ketiga adalah pengambilan keputusan final dari alternati-alternatif yang ada dalam tahap formulasi aturan. Tahap ke empat, Implementasi yang merupakan penerapan aturan kedalam masyarakat. Dan yang terakhir adalah Evaluasi menilai apakah kebijakan yang diambil sesuai dengan tujuan atau tidak. Lima alur ini, akan menjadi siklus terhadap suatu kebijakan. Menarik kan? kebijakan yang dibuat pemerintah selalu dievaluasi pelaksanaannya.

– ditulis oleh Josua Roniasi

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#297 Tinjauan Kreatif Terhadap Hukum di Belanda

  1. Fairus Tri Rizki

    Artikel ini dibuat berdasarkan pandangan yang begitu simetris terhadap hukum yang disini dijelaskan sebagai aspek yang dapat merealisasikan suatu kebijakan out of the box namun terkesan sangat kreatif karena dalam penerapannya dilakukan dengan sistem yang sangat kooperatif terhadap masyarakat setempat. Hal ini dapat menjadikan negara-negara lainnya yang tentunya memiliki problema seperti LGBT untuk dapat mengambil pemecahan permasalahan tanpa merugikan satu pihak manapun,dan melalui artikel ini pembaca dapat berpikir lebih luas mengenai hal yang sangat kontroversial ini, atau dapat dianalogikan sebagai bahan evaluasi masyarakat umum bahwa hukum dapat bersifat bebas namun tetap pada haluannya asalkan ada keterkaitan antara subjek(pelaku), objek (tindakan) dan realitas yang menghubungkan keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s