#305 The Style? De Stijl!

Saya pernah mendengar sebuah anekdot, “good Dutch produce creatively put together, provides the central theme served in ‘De Stjil’…..”

Apa itu De Stijl?

Bukanlah nama sebuah merk mesin jahit, apalagi nama sekolompok pria atau wanita yang gemar bernyanyi sambil menari genit. Bagi para penikmat musik, mungkin de stijl lebih sering dikenal sebagai judul album The White Stripes, sebuah band asal Detroit. Namun, untuk mahasiswa lulusan arsitek, atau seni, de stijl merupakan salah satu jenis gaya terkenal karena pemakaian detail yang irit.

Ungakapan ‘De Stijl’ pertama kali muncul di Belanda. Berawal dari terisolasinya para seniman negri kincir angin tersebut, ketika perang dunia I melanda. Gerrit Rietveld merupakan salah seorang desainer furnitur dan arsitek yang terus mempopulerkan gaya ini tanpa jeda. The Schroder House di Utrecht dan The Red-Blue Chair merupakan salah satu karyanya yang terus melegenda

De Stijl atau yang dalam bahasa Inggris berarti, ‘The Style’, adalah sebuah aliran seni yang menitik beratkan kepada konsep kesederhanaan bentuk dan mengutamakan efektifitas. Di Indonesia, gaya arsitektur semacam de stijl sering didengungkan seperti gaya modern minimalis secara sekilas. Namun dalam penerapannya, saya lebih suka menyebutnya sebagai modern ’meuni-males’ (bahasa sunda dari: sangat malas), dikarenakan hasilnya yang minim ornamen tampak menggambarkan sang arsitek atau desainer terlalu malas.

Bioskop Megaria 21 merupakan salah satu contoh bangunan yang menerapkan arsitektur ala de stijl di Indonesia. Gedung yang dirancang oleh Han Groenewegen, arsitek kelahiran Den Haag, pada tahun 1945 ini terus berdiri tak dimakan usia. Desain menaranya yang menjulang tidak begitu saja dirancang secara sia-sia. Bentukan geometris yang saling menumpuk secara elegan, terlihat dengan sederhana di mata banyak manusia.

Saat ini, kita dapat melihat implementasi dari gaya de stijl tak hanya dalam bidang arsitektur ataupun desain, de stijl dapat diterapkan di dalam banyak hal. Ada sepatu keds keluaran salah satu produsen sepatu terkemuka asal Amerika, yang dijual dengan harga yang cukup mahal. Sepatu ini memadukan warna-warna primer, yang merupakan karakteristik genre de stijl yang kontekstual. Belum lagi, dunia mode yang tidak mau kalah membaurkan konsep de stijl yang mengusung ide yang minimal.

Gaya de stijl ini pun masih terus dikembangkan oleh para desainer dan artist asal Belanda. The Gerrit Rietveld Academie merupakan salah satu bukti dari terus hidupnya semangat sang legenda. Dari Amsterdam, universitas ini terus menarik perhatian para pelajar muda.

Pada kenyataannya, de stijl merupakan salah satu bukti bahwa kreativitas para Nederlander tidak pernah mati kutu. Walaupun mereka dikukung oleh system pemerintahan negara-negara Eropa yang mengucilkan negara mereka kala itu. Para seniman Belanda yang dipelopori oleh Theo Van Doesburg justru bangkit dan melahirkan sebuah gerakan seni yang baru, de stijl!

– ditulis oleh Viera Rachmawati

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#305 The Style? De Stijl!

  1. sejak kenal de stijl di jaman kuliah, makin ke sini, saya makin merasa de-stijl,, hehehe,, simple but beautiful,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s