#310 Learn from Past, Creative from Holland


Membicarakan masalah kreatifitas dan inovasi,janganlah bertanya dan berfikir lama untuk menjawab Belanda adalah kiblatnya.Mulai dari sistem ekonomi,arsitektur,design,budaya,tata pemerintahan dan sistem pendidikan,Belanda adalah gurunya.Bukan maksud ingin “Lebay” ala Stand up Comedi,tapi kenyataan yang berbicara.

Melihat dari kenyataan dimasa lalu,Belanda pernah menjajah Indonesia selama kurang lebih 350thun.Dalam kurun waktu tersebut bukan hanya masalah masa lalu yang pahit tapi marilah kita melihat dari sisi kreatifitas dan inovasi sumbangan masa lalu,yang diperoleh Indonesia sampai saat ini.Bukan ingin mengenang kenangan dan membuka kepahitan masa penjajahan,tetapi setidaknya Indonesia kini belajar lebih dari “past time of brotherhood with Holland”.

Belajar memahami dan menelisik lebih dari kekuatan Belanda,tersirat kekaguman dari para Dutch people yang selalu mengusung tema “Innovative and Creative” dimasa lalu,yang saya baca secara details melalui Wikipedia.Semua kreatifitas dan inovasi yang diciptakan oleh Belanda di masa lalu,tidak hanya berpengaruh dizaman itu saja tetapi “harusnya” berpengaruh dan berperan besar sampai kini.Sebagai salah satu unsur terkuat didalam pembangunan suatu negara yang cerdas,kreatif dan inovatif tiada bukan bersumber dari sumber daya manusianya sendiri.Salah satunya adalah sistem “mencerdaskan bangsa” pendidikan yang kita peroleh dari awal masa penjajahan Belanda.

 

Pada masa pemerintahan Gubernur Belanda yaitu Jenderal Daendels di era 1808, merupakan zaman dimana VOC pada saat itu mengalami masa keterpurukan yang pada saat itu yang digantikan oleh sistem pemerintahan Belanda di bawah Jenderal Daendels.

Pada masa itu Jenderal yang sebenarnya memiliki cita – cita,mencerdaskan rakyat jelata membuka Sekolah pertama untuk pendidikan rakyat indonesia yang dimulai dari Sekolah Kelas 1,Kelas 2,sekolah rakyat ( volksschool ),ELS,HCS,HIS,MULO dan masih banyak lagi yang lengkapnya saya baca di salah satu makalah karya Azkia Alawi.Di masa itu Daendels memilki pemikiran,dimana masyarakat apabila nantinya cerdas,maka akan mempermudah kinerja dari pemerintahan itu sendiri.Tapi menariknya,Daendels  memiliki pemikiran lain yaitu harus ada pembatasan didalam mengenyam pendidikan itu sendiri agar rakyat jajahan tetap tunduk dengan Belanda. Cerdas!

Sistem Pendidikan “sumbangan masa lalu” dari Belanda merupakan kreatifitas dan inovasi Belanda yang tidak hanya ingin menjadikan rakyat jajahannya lebih baik,sumbangan tersebut buktinya masih kita jalankan sampai sekarang,Mulai dari SD,SMP,SMA/SMK dan Universitas,sistem belajar 9 tahun dan sebagainya semua berasal dari pembelajaran sumbangan masa lalu.

Melihat dari semua berita dari media televisi dan berkembangnya ilmu komunikasi penyebaran berita mengenai sistem pendidikan kita pasang surut dan jatuh bangun saat ini.Sistem pendidikan mencerdasakan saat ini hanya opini undang undang semata.Pemerintah Indonesia pun hanya sekedar ” WACANA”.Semua berdasarkan ”UANG” untuk era sekarang.Mari kita lihat Belanda,informasi pendidikan yang up to date,terpercaya dan tersistemasi merupakan dasar dimana semua jalan menuju kreatif dan inovatif terlihat dari sumber daya manusianya yang mencirikan “I’m a Dutch and I’m from Netherlands”.Begitulah diskusi saya dan seorang teman dari Belanda.

Masa penjajahan adalah masa lalu.Masa lalu adalah masa dimana semua orang,individu dan negara pernah mengalaminya.Andai saja Indonesia bisa belajar dari Belanda.Mungkin saja hidup rakyat jelata lebih baik dari sebelumnya. Tidak seperti saat ini,semua serba fluktuatif.Belanda dan sistem pendidikan nya yang memilki reputasi dan kredibilitas patut menjadi contoh dan belajar kembali untuk menata ulang dari awal.Learn from our Past time is a good teacher in the future.

– ditulis oleh Bella G. Dewata

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s