#319 Inovasi di Bidang Pendidikan, Pondasi Awal Kemajuan Negara Belanda

Belanda, dengan jumlah penduduk 16.577.612 jiwa keatas, dan luas wilayah 41,526 km2, termasuk salah satu negara terpadat di dunia. Di sebagian wilayah, berada di bawah permukaan laut. Dengan pendapatan Per Kapita yang besar, sekitar US$477,4 miliar. Belanda termasuk 10 besar negara paling maju di dunia, dan sebanyak 88% masyarakatnya sangat puas dengan kehidupannya. Pada konferensi PBB, sebuah survey menunjukkan, Belanda termasuk di antara sepuluh negara yang paling bahagia di dunia.

Sekilas Inovasi dan Kreativitas negara Belanda yang mengubah paradigma pendidikan yang ada. Di Belanda sistem pendidikan yang berkualitas difokuskan pada Kebutuhan Individu Anak. Anak berusia 4-5 tahun sekolah SD selama 8 tahun. 2 tahun terakhir tersebut setara dengan Sekolah Menengah Pertama. Setelah lulus, siswa/i bisa langsung melanjutkan studinya ke sekolah tinggi yang sesuai dengan aptitudes (bakat) mereka. Perlu diketahui Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas tidak berlaku pada sistem pendidikan di Belanda.

Di Belanda ada tiga macam sekolah lanjutan dari SD. Pertama, VWO (Voortgezet Wetenschappelijk Onderwijs), dimana seorang anak dapat langsung melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, dan masa pendidikan ini selama 6 tahun. Kedua, HAVO (Hoger Algemeen Voortgezet Onderwijs), dimana seorang anak dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat Akademi. Dan ketiga, sekolah kejuruan VMBO (Voortgezet Middelbare Beroep Onderwijs), pendidikan ini berlangsung 4 tahun.

Kebanyakkan wilayah di Belanda sudah tidak menggunakan text buku sebagai metode pembelajarannya, karena sudah menerapkan digitalisasi komputer. Hal ini tentunya mendukung Go Green. Perlu diketahui, sekitar 8.100.000 lembar kertas diperlukan 100-an batang pohon pinus. Bayangkan jika pohon tersebut dibabat habis, maka perubahan iklim pun akan semakin cepat.

Filsafat pendidikan Belanda menitik-beratkan pada pendidikan yang berkualitas. Hal ini terlahir dari inovasi dan kreativitas Pemerintahan Belanda untuk kemajuan pendidikannya, serta dukungannya terhadap kelangsungan Bumi.

Karena itu, Belanda dijadikan tujuan bagi orang-orang di banyak negara yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi yang berkualitas. Maka tak salah, masyarakat internasional memandang Belanda sebagai tempat terbaik untuk belajar. Orang bijak pernah berkata “Belajarlah dengan ahlinya”. Ini yang disadari oleh masyarakat negara lain yang notabene sebagai penduduk asli negara berkembang yang ingin belajar dari negara maju seperti Belanda. Perlu diketahui bahwa semua Universitas di Belanda masuk ke dalam ranking 100-200 besar Universitas terbaik di dunia.

Belanda juga menitik-beratkan pada pengentasan masyarakatnya yang tidak dapat membaca dan menulis. Hasilnya, masyarakat Belanda yang ‘melek’ dengan huruf (membaca) dan berhitung sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Belanda yang sangat rendah. Pengangguran sekitar 8,4 % dari 16.577.612 jiwa. Hebat bukan ?.

Gambar prosentase pengangguran di periode tahun tertentu

Belanda juga tercatat sebagai negara yang paling makmur dan berada di posisi ketiga di seluruh dunia menurut UNDP (United Nation Development Program). UNDP menghitung kemakmuran negara melalui PDB serta aspek lain, seperti kesejahteraan manusia, kesehatan masyarakat, tingkat melek huruf dan standar pendidikan.

Gambar prosentase kemakmuran suatu negara

Sejatinya pondasi awal kemajuan negara adalah pendidikan, dan Belanda telah menerapkan pendidikan yang berkualitas. Sudahkah anda mempunyai cita-cita dan impian untuk dapat menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di Belanda ?. Aku sudah.

– ditulis oleh Agung Prabowo

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s