#325 Belajar PBL pada Belanda

“PBL? Apa pula itu?” itulah yang saya pikirkan ketika mengetahui bahwa metode belajar di Fakultas Kedokteran Unsyiah telah berubah dari metode konvensional menjadi  PBL. Selidik punya selidik ternyata :

 PBL itu singkatan dari Problem Based Learning.

Setelah menjalani metode ini selama 3,5 tahun, saya menyimpulkan bahwa PBL is wonderful. Berbeda jauh dengan sistem konvensional yang bersifat teacher centered. Setiap hari mahasiswa mendengarkan kuliah dari dosen. Pelajaran yang diberikan lebih pada kasus-kasus yang bersifat hospital based dan dengan praktikum yang minim jumlahnya. Cara mendapatkan nilai pun sangat sulit. Penilaian hanya pada ujian akhir. Walhasil, jangan heran kalau lulusan FK itu lama-lama dan nilainya kurang memuaskan.

Ternyata, hal ini juga menjadi salah satu alasan Belanda melakukan transformasi sistem pendidikan. Perubahan ini pertama sekali dilakukan oleh Universitas Maastricht, sebuah universitas yang berdiri pada tahun 1969 dengan satu fakultas yaitu Kedokteran. Beranjak dari berbagai persoalan seperti mahalnya biaya  ke dokter spesialis, kurangnya pelayanan primer yang berbasis komunitas, banyaknya mahasiswa kedokteran yang dropout karena kewalahan dengan sistem penilaian yang bertumpu pada ujian akhir, dan sangat sedikit praktek (skillslab) membuat beberapa innovator di Maastricht melakukan studi banding ke Universitas McMaster Kanada yang telah menerapkan sistem PBL dalam metode pembelajarannya. Setelah studi banding tersebut, para innovator memutuskan untuk melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan dengan sistem PBL pada tahun 1974.

Berkat kreativitas dan semangat merekalah, universitas yang terletak di Provinsi Limburg ini menjadipioneer PBL pertama di Belanda dan juga acuan bagi sistem pembelajaran di seluruh dunia termasuk di kampus tempat saya belajar.

Motto: Leading in Learning

Maastricht University, pioneer PBL

Tiddens, salah satu innovator PBL

Dengan sistem PBL,  mahasiswa dituntut untuk aktif dalam belajar berdasarkan masalah-masalah yang ada di masyarakat. Berbagai ilmu pengetahuan baru dan solusi pun akan hadir jika masalah itu dikaji lebih dalam. Caranya? Bisa dari prior knowledge atau referensi seperti buku, jurnal, dan artikel yang didapatkan dari internet.

Cara belajarnya pun cukup terintergrasi. Kami dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 10-12 mahasiswa. Dalam kelompok tersebut, kami berdiskusi tentang masalah yang diberikan. Dosen di sini hanya berperan sebagai fasilitator. Agar diskusi berjalan lancar, maka kerja tim sangat diperlukan. Setiap mahasiswa juga dituntut untuk menghargai pendapat mahasiswa lainnya. Attitude sangat dijunjung tinggi.

Diskusi tutorial

Selain itu juga ada skillslab atau skill laboratory, bertujuan untuk membekali mahasiswa kedokteran dengan kompetensi klinik. Sistem penilaian pada metode PBL tidak hanya pada ujian akhir saja tetapi juga berdasarkan knowledge, attitude, dan kemampuan motorik.

Skillslab di Puskesmas

Belajar dengan metode PBL membuat saya lebih kreatif dan berpikir kritis. Tak hanya di kampus, dalam kehidupan sehari-haripun saya terbiasa menerapkan metode PBL yang berasal dari Negeri Tulip itu.

Keren, ya? Sebuah universitas dengan hanya satu fakultas saat didirikan mampu menerapkan sistem pendidikan yang kini dianut oleh berbagai fakultas lain di seluruh dunia. Mungkin apa yang dicapai saat sesuai dengan motto Univ. Maastricht sendiri yaitu; Leading in Learning.

Universitas di dunia yang menjalin kerja sama dengan Maastricht

Kerjasama Indonesia dan Maastricht

Semoga suatu hari nanti saya bisa langsung belajar PBL dari sumbernya.

– ditulis oleh Liza Fathia

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#325 Belajar PBL pada Belanda

  1. Sistem PBL memang sangat menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s