#330 Limitless as the Limit

Sudah pernah membaca artikel Amsterdam Fashion Week 2011 yang mengambil tema Go Green? Cara kreatif dalam kampanye menghijaukan bumi, tapi ini bukan hal paling mengejutkan saat banyak yang menggemakan GO GREEN di seluruh dunia.

Atau sudah pernah membaca tentang designer Iris van Herpen yang karya haute couture-nya menjadi sorotan? Sebut saja seperti gaun tentakel yang melilit badan si model, atau busana airnya yang bewarna kulit dan berhiaskan plastik transparan yang dirancang menyerupai cipratan air. Ya.. ide jenius, tapi masih belum menghasilkan “wow” moment.

Nah, kalau yang ini.. sudah pernah mendengar tentang gaun yang bisa berubah menjadi transparan karya seniman Daan Roosegaarde? Ini baru jenius dan cemerlang! Ketika fashion + teknologi, lahirlah Intimacy 2.0. Ya, itu adalah nama bagi gaun yang berubah transparan saat pemakainya merasa bergairah (uuuups, maaf. Tapi ini adalah apresiasi kepada si seniman).

Nah, siapa itu Daan Roosegaarde? Beliau adalah seniman asal Belanda yang merupakan lulusanAcademy of Fine Arts di Enschede, jurusan sculpture (seni pahat). Lalu ia meneruskan pendidikan untuk meraih gelar master dalam bidang arsitektur, di Berlage Institute.Tahun 2006, Roosegaarde mendirikan Studio Roosegaarde. Pedoman dasar karyanya adalah interaksi. Ia menciptakan karya-karya yang melibatkan interaksi antara manusia dan teknologi.

Kembali lagi ke Intimacy 2.0 yang sangat OH-MAZING!!! Gaun ini hadir dalam 2 warna: hitam dan putih. Terbuat dari kulit, kertas foil, teknologi wireless, elektronika, LED, tembaga, dan masih banyak bahan lainnya. Saat ini, Roosegaarde dan tim sedang merancang Intimacy 3.0 yang bisa dipakai pria maupun wanita. High-tech + high fashion!

Ternyata tak hanya Intimacy, proyek Roosegaarde yang tak kalah menariknya adalah Dune. Dunetelah menjadi sebuah atraksi tersendiri. Bentuknya seperti rumput yang tumbuh di tepi jalan (jadi ingat lagu ‘bunga di tepi jalan..alangkah indahnya’. Maaf, kembali ke topik). Diujung-ujungnya, terdapat lampu yang bisa menyala berdasarkan sensor suara dan gerakan orang yang lewat. Dune 4.1 terdapat di Masstunnel, dan Dune 4.2 terletak di tepi sungai Mass di Rotterdam. Biarpun belum pernah ke sana, tapi saya bisa membayangkan suasana romantis dan kerennya tepi sungai itu bila matahari mulai terbenam.

Dune 4.1

Dune 4.2

2 hasil karya Daan Roosegaarde ini adalah bukti the power of imagination. Imajinasi bisa membawa kita menghasilkan hal-hal yang tak terbayang sebelumnya. Mungking 10 atau 15 tahun yang lalu, menghasilkan karya seperti ini dianggap tidak mungkin. Tapi di sini lah kita sekarang, menyaksikan karya interaktif dari kecanggihan teknologi yang berkolaborasi dengan ruang dan manusia. Daan Roosegaarde, you rock!!

– ditulis oleh Agnes M. F.

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s