#331 Molmod, Apa Itu?

Sejujurnya saya nggak ngerti-ngerti banget tentang Belanda, kecuali soal Philips Sport Vereniging di Eindhoven. Namanya cowok, tetap saja larinya ke sepakbola.

Selain PSV, salah satu yang membuat saya menulis tentang Belanda adalah karena dosen saya, Pak Dosgil. Pria eksentrik ini sempat 3 semester mengajari saya Kimia Organik I, Kimia Organik II, dan Kimia Komputasi sebelum hijrah belajar di Department Chemistry and Pharmaceutical Sciences, Vrije Universiteit Amsterdam. Nah, ketika beliau sedang di Belanda, saya sempat meminta testimoni soal belajar di Belanda untuk dimuat di majalah lokal Farmasi USD yang bernama Pharmaholic.

Pak Dosgil ini juga blogger, jadi saya juga sering masuk ke blog-nya dan dalam sebuah blogwalking ketemu soal molmod. Apa sih itu?

Molmod sejatinya adalah singkatan Molecular Modelling alias pemodelan molekul. Pak Dosgil mengembangkan situs bernama molmod.org yang diakuinya sendiri terinspirasi darimolmod.nl milik Aldo Jongejan yang merupakan pakar pemodelan molekul.

Situs molmod.org sendiri di-webmaster-i, dimoderatori, dan dikontribusi oleh dua manusia Indonesia yang sama-sama belajar di Vrije yakni Enade Perdana Istyastono dan Mayagustina Andarini. Nah, dari profil ini jelas sekali bahwa Dutch education menginspirasi dua putra-putri terbaik bangsa Indonesia dalam hal pemodelan molekul. Dan percayalah bahwa pemodelan molekul sejatinya sangat relevan dengan kreativitas.

Pemodelan molekul merupakan salah satu terobosan baru dalam aspek penemuan obat baru. Sudah bukan rahasia kalau untuk menerjemahkan ide menjadi sebenar-benarnya obat, diperlukan riset bertahun-tahun dengan biaya yang juga tidak sedikit. Investasi besar itu bisa bernilai ratusan juta dollar, sehingga–seperti layaknya investasi lainya–perlu ‘kembali’. Nah, pemodelan molekul membantu proses penemuan obat ini dari aspek pemodelan secara komputerisasi.

Konsep penemuan obat tentunya didasarkan pada prinsip trial and error. Bagaimanapun trial and error ada harganya. Nah, dengan teknologi kimia komputasi, berbagai reaksi yang ada ditelaah secara 3D dalam komputer sehingga kemudian senyawa-senyawa yang dapat diusulkan sebagai obat bisa lebih spesifik.

Apakah itu bermakna bahwa pemodelan molekul adalah terobosan penting dalam kehidupan manusia? Apapun yang relevan dengan kesehatan manusia sejatinya adalah terobosan penting.

Nah, konsep kreativitas ala Dutch yang dibalut kemampuan orang-orang Indonesia dalam hal ini adalah kolaborasi menarik yang menghasilkan sesuatu yang berguna. Ibarat kata konsep biologi, ini bisa disebut simbiosis mutualisme. Sekarang tinggal kita tunggu hasil dari kolaborasi yang menarik itu. Bagaimanapun, drug discovery semakin lama semakin sulit, sehingga alat bantu semakin dibutuhkan.

Mari kita nantikan kiprah Pak Dosgil dan teman-teman lainnya di kancah pemodelan molekul dunia. Jadi pengen nih studi di Belanda :)

– ditulis oleh Alexander Arie S. D.

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#331 Molmod, Apa Itu?

  1. Goede morgen! Matur nuwun Ari Gozong telah membahas molmod di sini. Belanda memang tempat yang pas untuk mempertemukan kreativitas dengan persistensi guna “memastikan” impian menjadi kenyataan, apapun caranya – apapun resikonya. Good luck!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s