#334 Terjebak dalam Candu Kaas

Dessert without cheese like beauty with only one eye.”

(Jean Anthelme Brillat – Savarin)

Berawal dari ketidaksukaan saya dengan keju, maka rasa cinta saya ke Belanda pun membara bak api. Dari sedemikian banyaknya keju di Negeri saya tercinta, belum pernah saya temukan keju ‘manis’ seperti pemberian dari seorang teman yang mengayam pendidikan di The Netherlands. Sungguh mengugah selera bahkan mampu mengubah pandangan saya tentang ke ‘enek’ an keju. Sekarang sudah 12 tahun perkenalan saya dengan Gouda Kaas. 
Apa yang membuat Kaas ini berbeda?
 
Kaas atau lebih dikenal dengan Keju, berhasil merasuki hati penduduk di Negeri Kincir Angin. Sejarah memaparkan bahwa makanan ini menjadi hidangan kaum elit dan lambang modernitas pada era VOC menduduki  Hindia Belanda. Kaum pribumi hanya diperhadapkan dengan Singkong untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Tetapi sekarang dari kalangan atas sampai bawah bisa menikmati makanan pemiliki gizi tinggi ini. Keju menjadi salah satu komoditas penting bagi Belanda dan telah di export ke berbagai negara.
Perkembangan teknologi membuat Keju Belanda diakui kualitas hasil produksinya. Bulan lalu, Kaas telah menarik perhatian lewat Kontes Keju Internasional di Madison, AS. Vermeer atau jenis keju rendah lemak asal Belanda berhasil menyabet Juara I, kemenangan keju Belanda ini ikut memupuskan ambisi Swiss untuk memenangi kejuaraan yang sama empat kali berturut-turut. (Sumber: Radio Nederland Weereldomroep – 8 Maret 2012). Patut diacungi jempol, Belanda memang Negara yang kaya akan kekreatifitasan. Kemenangan Belanda di rancah ini tidak membuat mereka merasa ‘puas’, mereka terus berkarya dan mempertahankan gelar juara layaknya faktor motivator dari teori motivasi yang diusung oleh Herzberg.

Selain sebagai kebutuhan pangan di Belanda, keju merupakan suatu obyek seni. Hal ini terbukti dari adanya museum keju, seperti museum Hollands Kaasmuseum (Museum Keju Belanda) yang merupakan bentuk apresiasi masyarakat Belanda kepada keju dan teknik pembuatannya secara tradisional. Di dalam museum ini diperlihatkan berbagai peralatan tradisional yang digunakan untuk membuat keju dari jaman ke jaman, presentasi film pembuatan dan perdagangan keju. Di sini juga, pengunjung bisa menikmati berbagai jenis keju yang ada.

 

Dutch, juga memiliki lima pasar keju (kaasmrkt dalam Bahasa Belanda) yang ternama. Anda bisa menemui Pasar keju setiap hari Jumat dari jam 10 pagi sampai 12 siang. Pasar ini beroperasi sejak Jumat pertama di bulan April sampai Jumat pertama di bulan September setiap tahunnya. Ada yang unik disini yaitu topi tim pengangkut keju.

Demikianlah fakta – fakta menakjubkan yang tercipta hanya dari sebuah makanan bernama Kaas. 
Menarik bukan Negeri Tulip ini? Mereka berhasil menerobos Keju yang berasal dari sektor peternakan sebagai pendapatan Negara. Bahkan, ada satu berita mencengangkan dari seorang astronot Belanda, Andre Kuipers. Di sana terekam bahwa Kuipers merequestKeju Gouda (salah satu keju tua dari Belanda) untuk ikut serta dalam misi Prom ISSe selama 6 bulan ke luar angkasa. Permintaannya terpenuhi dan Keju Gouda yang telah masyur, dikepak kedap udara agar tetap terjaga kenikmatannya. Sudah jelas sekali, Keju Belanda tidak ada tandingannya karena inilah Keju pertama yang bisa menembus Luar Angkasa.
Berita ini membangkitkan memory saya, dimana asal mula bentuk keju dari bulan dan Kuipers mengembalikannya ke bulan lagi.

Tunggu Apalagi, Duplikat Semangat Belanda!

Jangan pernah cepat meraa puas, teruslah berkarya!
– ditulis oleh Maria R. P. Sembiring

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s