#339 Photovoltaic Greenhouse Teknologi untuk Ketahanan Pangan dan Energy : Sebuah Contoh dari Wageningen-Belanda

Seperti yang mungkin telah kalian ketahui bahwa Belanda merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki sejarah panjang dalam energy terbarukan, contoh yang dapat dilihat dengan pasti adalah Kincir Angin Belanda yang terkenal. Posisi sebagian wilayah mereka berada dibawah permukaan laut yang dimana membuat mereka harus berinovasi supaya tidak tenggelam, dan hasilnya Belanda berhasil menciptakan technology kincir angin yang selain dapat digunakan untuk memompa air laut keluar agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder) dan dapat digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung (Warokka, 2011)[i]. Seiring dengan berkembangnya teknologi, Belanda menggunakan kincir angin modern sebagai salah satu sumber energy terbarukan, bahkan menurut artikel di Dutch Daily News, pada tahun 2011 produksi listrik yang dihasilkan oleh kincir angin meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya[ii]

Selain inovasi “the Dutchmen” dengan kincir angin, salah satu kreativitas mereka dalam energy terbarukan sekaligus dalam bidang pertanian adalah photovoltaic greenhouse. Photovoltaic greenhouse yang gemanya datang dari Universitas Wageningen Belanda ini banyak diadaptasi oleh Negara-negara lain seperti Prancis dan Spanyol. Pasti anda bertanya apakah photovoltaic greenhouse itu? dan dibayangan anda tergambar sebuah rumah kaca yang lazimnya adalah tempat untuk budidaya tanaman tetapi menggunakan solar panel.

Anda tidak sepenuhnya salah, bisa dilihat pada gambar sederhana  disamping tentang Photovoltaic greenhouse ini, PV-greenhouse adalah sebuah rumah kaca yang selain tempat budidaya tanaman juga dapat dijadikan sebagai sumber energy listrik terbarukan. Solar panel yang digunakan untuk menangkap cahaya matahari dan merubahnya menjadi energy listrik di pasang di atap greenhouse menghadap ke arah selatan. Tipe greenhouse ini merupakan salah satu innovator dan peneliti nomer wahidnya seorang belanda bernama Piet Sonneveld. Beliau menyebut jenis greenhouse ini dengan sebutan The Fresnell greenhouse.

Jenis greenhouse yang tak lazim ini diakui bisa menjadi salah satu sumber makanan dan sumber energy dalam waktu bersamaan. Satu solar panel ukuran 1.5 x 1 meter bisa menghasilkan sekitar 120 Watt dan panel ini bisa digunakan untuk menerangi 12 bolham lampu, dan sekitar 0.4 Ha lahan greenhouse bisa menghasilkan lebih dari 5 ton tomat atau paprika. Jadi, secara teori bila kita memiliki 0.4 Ha PV-Greenhouse, dengan 128 solar panel kita bisa mendapatkan 5 ton tomat plus 15.36 Kw[iii] yang dapat menerangi satu desa dengan beberapa kepala keluarga.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi di bidang pertanian dapat menjadi sumber energy terbarukan yang sustainable. Berkaca dari technology Belanda ini, bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengelola sebuah areal pertanian yang tidak hanya bisa menghasilkan produk utama yaitu bahan makanan tetapi sekaligus sumber energy terbarukan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

– ditulis oleh Eva Sulistiawaty

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s