#350 Negeri “1000” Kanal

Jantungku berdegup kencang saat pesawat yang kutumpangi mulai terbang melambat di langit Belanda. Hamparan rumput hijau dan kanal-kanal yang tertata rapi di negeri Van Oranje begitu memanjakan mata. Tiba di bandara Schipol, Amsterdam, aku disambut dengan angin sejuk khas musim dingin. Rasanya senang sekali bisa merasakan udara yang berbeda dari negara tropis di mana ku berasal.

Saat pertama kali menginjakkan kakiku di Amsterdam, hal pertama yang ada dalam pikiranku adalah kanal. Aku mendengar cerita seorang kawan, bahwa setiap tahun, sekitar tiga juta wisatawan berkenalan dengan kanal-kanal di ibukota Belanda itu.

Aku pribadi sangat kagum dengan gagasan sistem kanal di Belanda. Kanal yang tertata rapi memisahkan jalan di kota-kota Belanda, berjalan seperti pembuluh darah. Sebuah perpaduan apik modernitas dengan harmoni alam. Tak heran jika UNESCO menetapkan lingkaran kanal Amsterdam sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan.

Meski Amsterdam terkenal karena banyak hal seperti Red Lights, arsitekturnya yang klasik, logo XXX, tulip dan kincir angin—aku lebih sering melihat kota ini direpresentasikan oleh gambaran sebuah jembatan sepertiga lingkaran yang berdiri gagah di atas kanal-kanal yang bersih dan cantik. Tak heran jika Amsterdam disebut sebagai “Venice of the North” karena kota itu memiliki lebih dari 100 kilometer aliran kanal dan 1.500 jembatan. Aku memang belum pernah ke Venice, tapi berada di Amsterdam yang memiliki air melimpah mengingatkanku bahwa aku berada di sebuah tempat istimewa.

Pada zaman dahulu kala, bangsa Belanda membangun kanal bukan hanya bertujuan untuk memperindah kota. Tapi mereka punya visi yang lebih cemerlang dari itu. Karena sebagian besar dataran Belanda berada di bawah permukaan laut, pada sekitar abad ke 13, mereka mencari cara agar negaranya tidak tenggelam. Mereka kemudian membangun tanggul dan bendungan yang mendorong air ke laut agar dataran tetap kering.

Pada zaman keemasan Belanda, yaitu abad ke 17, tiga kanal utama yakni Herengracht, Prinsengracht, and Keizersgracht dibangun dengan perencanaan sangat cermat. Setiap kali kota berkembang, dibangun lingkaran kanal baru yang berfungsi sebagai lini pertahanan dari musuh dan sebagai sarana angkutan lalulintas pelayaran barang niaga yang sangat penting.

Sistem Drainase dan Kanal
Belanda sangat kreatif dalam menangani sistem drainase. Pada umumnya, mereka tidak menggunakan got terbuka seperti di Indonesia. Hampir semua got berada di bawah tanah. Semua limbah buangan rumah tangga dan air hujan langsung dialirkan dari got-got ke tempat pembuangan akhir. Jadi, di sana jarang sekali terdengar adanya banjir akibat got mampet terhambat sampah.

Soal pemeliharaan kanal, pemerintah Belanda juga tak main-main. Kanal-kanal seperti di Amsterdam, Den Haag dan Utrecht dijaga kebersihannya dengan alat keruk khusus. Tak heran jika kanal-kanal di negeri ini bersih dan bisa dilewati oleh motor boat, perahu pesiar dan perahu wisata.

Pemanfaatan Kanal
Sesuai perkembangan zaman, pemanfaatan kanal di Belanda pun bertambah. Sekali dalam satu tahun, pada pertengahan Agustus berlangsung Festival Kanal Amsterdam (Grachtenfestival). Ini adalah festival musik klasik yang didesain untuk semua usia. Saat musim panas tiba, warga Belanda senang menghabiskan waktunya di bawah sinar matahari sambil bersantai di tepian kanal. Sementara saat kanal-kanal membeku menjadi hamparan es pada waktu musim dingin, ini menjadi arena favorit bermain ice skating.

– ditulis oleh Siti Anisah Susana

45 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

45 responses to “#350 Negeri “1000” Kanal

  1. Salman Nasution

    Jadi ingat Jakarta tempo dulu. Meniru apa yang ada di Negeri Kincir Angin, Belanda juga menyulap Batavia dengan kanal-kanal untuk melindungi “Kota Air” ini dari ancaman banjir. Sekarang apa yang terjadi? Banjir jadi momok warga ibu kota.

  2. Indah

    Sangat-sangat inspiratif, Susan. Salah satu destinasi idaman yang ingin dicapai… Wanna go there soon ^__*

  3. ilmaniz

    kl g salah belanda awalnya merupakan wilayah rawa-rawa kan???
    wahh.. hebat sekali.. dengan tekad yang keras dan mimpi yg tinggi belanda mampu membuat negaranya seperti sekarang ini… luar biasa.!!!
    smoga indonesyia semakin tidak ketinggalan…

  4. hadiiswa

    dari dahulu kala negeri Belanda memang unggul dalam teknologi tepat guna di bidang pertanian. Tak heran jika hasil komoditas di sana terutama bunga potong menjadi primadona di dunia…Tulisan ini memberi semangat (lagi) bagi saya yang sangat perhatian di bidang pertanian…good news

    • Susana

      Senang rasanya kalau tulisan ini bisa memberi semangat buat pembaca. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. 🙂 Sukses buatmu mas.

  5. Indah

    Negeri kita memiliki segalanya,tapi sekali lg kesempatan untuk seperti bangsa lain seperti Belanda masih terlalu panjang untuk diimpikan selama mental Pemerintah dan rakyat tidak pernah siap dan tidak saling memperkuat dalam pembangunan bangsa.Ironis memang dan menyedihkan ketika kita lebih menikmati indahnya negara lain.Jika semua orang punya mimpi yg sama untuk membuat negara kita lebih baik dan tentunya dibarengi dengan sifat,sikap,niat,kejujuran dan tanggung jawab tentunya kita pasti bisa.Semoga kita bisa membuat negara kita seindah Belanda ataupun negeri yg lain…kpn2 main ice skating san bareng2 he…he…tentunya bukan di kanal indonesia yang berwarna hitam dan coklat…

  6. Alkindi Abu Zaki

    Belanda, jutaaan pesona yang tersimpan diantara pesona yang ada, 1000 kanal belum mewakili keindahan Belanda karena masih banyak pesona elok untuk Belanda, Negeri yang memiliki ragam pesona budaya dan alam nya. the only one word ….AMAZING…!!!….Negeri Van Oranje ingin rasanya diriku pergi kesana…atau suatu saat keindahan pesona mu akan ada pada Negeri Ku Indonesia??…Ya..aku yakin itu…

    • Susana

      Benar katamu Alkindi. Keindahan Belanda tak hanya dari kanalnya saja. Toleransi yang besar dari masyarakatnya, kebersihan dan tata kota yang bagus juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika banyak orang ingin pergi ke sana, termasuk diriku. 🙂

  7. kalo dilihat-lihat…sebenere pengin banget ke sono…mudah-mudahan suatu saat bisa foto di kanalnya…walopun ga nyampe 1000 kanalnya…hehehe….

  8. susi

    Munculnya ide kreatif pembuatan kanal di Belanda karena mereka berpikir bagaimana caranya negeri mereka selamat dari rendaman air laut. Sedangkan di Indonesia ketinggian laut lebih rendah dari daratan, sehingga tidak perlu dibuat kanal kanal seperti di Belanda. Karena tidak ada ancaman rendaman air laut maka otomatis tidak akan muncul ide kreatif membuat kanal kanal seperti di negeri Belanda.

    • Susana

      Rendaman air (banjir) sudah sering terjadi di Indonesia. Contohnya di Jakarta. Udah ada kanal buatan Belanda, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal dan kurang pemeliharaan. Kanal tertutup sampah dan airnya hitam kumuh. Gak heran kalau sering banjir meski hujan cuman turun sebentar. Yah, tapi saya tetap berpikir positif, semoga pemerintah kita dan pihak-pihak terkait segera memaksimalkan fungsi kanal dan mengembalikan kebersihannya.

  9. itulah Belanda, negeri dengan wilayah kecil tapi otak besar sampai Indonesia dijajah ratusan tahun. sekarang giliran kita tiru cara pikir mereka agar tidak dijajaah lagi.

  10. wahuri

    belanda juga pernah menjajah negeri kita,mereka juga membangun kanal,bendungan yang sampai sekarang masih ada,mereka pandai membuat bangunan diair.terimaksih miss.

  11. Arum S. Puspita

    Selalu iri ketika mengetahui negara lain bisa maju dan berkembang karena memanfaatkan sumber daya yang ada. Semoga ini bisa menggerakkan hati para pembacanya,sekecil apapun yang kita punyai pasti bermanfaat. Apalagi negara Indonesia, mempunyai berbagai macam sumber daya alam.
    Nice article, kapan ya bisa jalan2 ke Eropa?

  12. Joko

    The article of Anisah gives a good view, of the way the Dutch handle water management. It’s fun to read and gives interesting information. I am Dutch myself and I can see that Anisah knows a lot of accurate information of the land Van Oranje. Well done… bagus bekerja!!

  13. edwin

    Tulisan yang padat, berisi, dan sastrawi sekaligus berhasil memberikan gambaran deskriptif tentang kanal di Belanda. Selamat!

    • Anisah Susana

      Ini karena bahan tulisannya emang udah bagus dan menarik untuk dijadikan sebuah bahan bacaan. terima kasih atas apresiasi Edwin.

  14. Antonius Adamo Purbowo

    dua tahun lalu waktu saya berkunjung ke Belanda, pertama kali saya juga terkesan dengan landskap kota yang benar2 begitu menawan, apalagi dengan dertan kanal yang tersusun begitu bersih dan indah. Penulis benar-benar bisa menggambarkan negeri kincir angin dengan sangat detil dan menurut saya sangat mudah dimengerti sekalipun buat orang awam yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki ke negeri van orange. thumbs up buat author and keep up the good work 🙂

    • Anisah Susana

      Terima kasih Adam. Pertama kali menginjakkan kaki di Belanda, aku juga langsung jatuh cinta dengan penataan kotanya yang apik–gabungan modernitas dan alam. Membuat yang datang gak bisa lupa.

  15. Gani

    Kanal menjadi prioritas lantaran keberadaannya adalh keharusan. Di Indonesia, negeri kita tercinta, keberadaan kanal mulai dirasa urgensinya seiring banjir di tiap musim hujan. Ini bahkan terjadi di ibukota. Maka mari menjaga lingkungan agar kota dimana kita tinggal sekarang tetap lestari. Jangan sampai Jakarta-Jakarta baru muncul. Cukup Belanda yang menjadi negeri 1000 kanal.

  16. aries maulana

    pengalaman yg indah, ngiri pengen ke sana….

  17. Wow kanal yang bermanfaat di segala musim. Suka banget saat musim dingin dimanfaatkan sebagai arena ice skating, Genius!

  18. Devi Asriana

    Sekalipun kita lama sekali dijajah oleh bangsa mereka tetapi kenapa tidak sedikitpun kita mampu belajar tentang teknologi, visi, dan sikap disiplin dari mereka ya.. Jika iya, pasti negara ini sudah masuk kategori negara maju. Sukses selalu untuk Siti Anisah Susana, semoga selalu memberikan pencerahan dari tulisan-tulisannya..

    • Anisah Susana

      Kita punya sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi untuk maju. Banyak anak bangsa yang cerdas dan punya visi cemerlang. Yang mungkin perlu ditingkatkan adalah dukungan dari semua pihak terutama pemerintah. Aku percaya, kalau semua pihak bergandengan tangan, bukan tidak mungkin kalau Indonesia akan menjadi negara maju yang bisa mensejahterakan rakyaknya.

  19. andri agus fabianto

    Enaknya yo. jadi pingin ke sana 🙂

  20. nish

    Baca tulisan ini jadi inget di kota Malang. Sudah dibikinin bagus2 drainasenya sama Belanda, sekarang dirusak, dan banjir. Memang utk urusan tata kota, Belanda keren.

  21. Mr. Lucky

    artikel nyo bagus juga neeee…….

  22. andi rifdia n

    mungkin perlu ditanya kepada orang belanda jadul, mengapa di indonesia tidak ada peninggalan kincir angin seperti itu….why?

  23. adjie

    jd pengen ke amsterdam ~ T,T

  24. lutfi jayadi

    Belanda adalah contoh yang baik dalam mengatur aliran air agar tidak menggenangi kota. Kesadaran masyarakat yang tinggi juga menyebabkan Belanda tetap bertahan dari limpahan air laut. Artikel Anisah ini sangat bermanfaat memberikan gambaran tentang Belanda, semoga menjadi bahan renungan bagi pejabat kota di Jakarta.

  25. Esti

    wahh… jadi pingin ke negri Belanda ne…..

  26. artikel yang sangat bermanfaat sekali buat nambah pengetahuan ku selama ini tentang negri Van Oranje. kita perlu mencontoh tuh… biar indonesia ga banjir….terutama tentang kebersihannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s