#352 Melanggar Lampu Merah Berarti “Mati”!

Suatu siang di Utrecht, Belanda. Seorang kawan mengajakku berkunjung ke rumahnya di Horst, daerah di selatan Belanda. Kawanku menghidupkan GPS di handphonenya sebelum mobil kami berangkat. “Kenapa harus menyalakan GPS? Bukankah kamu hafal jalan ke rumahmu?” tanyaku penasaran.

Menurut kawanku, GPS tak hanya sebagai penunjuk arah tapi juga membantunya mengetahui kecepatan maksimal yang boleh ditempuh saat ia berkendara. Ia tak ingin melanggar lalu lintas.

Masyarakat Belanda memang dikenal disiplin. Di negeri Kincir Angin ini, pemerintah punya cara-cara kreatif dan unik untuk mengatur lalu lintas. Misalnya setiap mobil harus mengambil jarak selebar 2 meter dengan kendaraan lainnya guna menghindari tabrakan beruntun. Jika menyalip, harus ada jarak yang cukup untuk mengantisipasi jikalau kendaraan yang akan disalip berbelok tak terduga.

Di daerah perumahan dan perkotaan, klakson hanya boleh dibunyikan untuk memberikan sinyal tanda bahaya atau bila sangat perlu. Mengklakson penyeberang jalan bukan sebagai tanda bahaya, hukumnya haram dan bisa kena tilang.

Di negeri ini, pejalan kaki dan pesepeda sangat diutamakan dengan disediakannya jalur khusus. Jalur sepeda di Belanda dibuat terpisah dari alur jalan raya. Jalur sepeda ini bisa memotong blok bangunan dan gang-gang yang merupakan jalan buntu bagi mobil. Semua jalur memiliki tanda lalu lintas yang seragam dan mudah diikuti, bahkan untuk orang baru sekalipun.

Jalur sepeda menawarkan jalan pintas yang lebih cepat daripada jalur pengendara kendaraan bermotor. Saat di persimpangan jalan, pesepeda dan pejalan kaki pun diprioritaskan. Pengemudi mobil atau pengendara motor akan berhenti untuk memberi kesempatan kepada mereka jika ingin menyeberang. Di jalan sempit, mobil bahkan harus minggir untuk memberikan jalan bagi pesepeda dan pejalan kaki.

Jika dengan prioritas itu masih terjadi kecelakaan, hukum lalu lintas Belanda sepenuhnya melindungi pesepeda. Tidak peduli kesalahan di pihak siapa, mobil atau kendaraan bermotorlah yang bertanggung jawab. Ini mendukung prinsip bahwa di jalan raya yang kuat harus melindungi yang lemah.

Sementara soal kebijakan lampu lalu lintas, Belanda punya lampu lalu lintas khusus pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Di Belanda melanggar rambu lampu merah artinya “mati”! Pelanggar langsung kena tilang atau point (jika dilakukan berulang kali). Kalau sudah sampai pada point tertentu maka SIM bisa dicabut.

Di setiap jalan raya utama di Belanda terdapat kamera yang akan merekam kejadian di sekitar lokasi tersebut. Jika terjadi pelanggaran oleh pengguna jalan, seperti melanggar lampu merah atau mengendarai dengan kecepatan melewati batas maksimal, kamera akan otomatis memotret kendaraan yang melanggar. Data nomor polisi akan dikirim dan diolah di pusat data kepolisian. Berdasarkan data tersebut, kepolisian akan menerbitkan surat tilang elektronik yang dikirim via pos ke alamat nama pemilik kendaraan yang melanggar tersebut. Uniknya, jika pelanggar keberatan dengan tilang itu, mereka berhak mengajukan penolakan dengan alasan tepat.

Regulasi lalu lintas di Belanda bisa menjadi salah satu contoh bagi Indonesia guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara dengan didukung oleh sarana, prasarana dan mekanisme yang jelas. Regulasi yang bertujuan baik akan lebih efisien dan efektif jika pemerintah terlebih dahulu menyediakan fasilitas paling mendasar semisal jalanan rata dengan kualitas aspal yang baik dan minim lubang. Semangat perubahan ke arah lebih baik yang harus ditekankan, bukan hanya sekadar latah.

– ditulis oleh Siti Anisah Susana

58 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

58 responses to “#352 Melanggar Lampu Merah Berarti “Mati”!

  1. Salman Nasution

    Tulisan yang sangat menarik San. Regulasi yang baik didukung dengan fasilitas publik yang memadai. Pelajaran berharga, bukan hanya untuk warga Belanda, temasuk bagi kita di Indonesia.

  2. dyan

    MBAK SUSAN… tulisan yg bagus untuk ditiru… padahal dulu kita di jajah belanda tahunan… kenapa budaya tertibnya gak ketularan yah di Indonesia malah sifat ‘menjajah’nya yg melekat ampe sekarang… rakyatnya ato pemimpinya yg salah… ato malah ngambil contoh yg salah… hadeuh… pengen banget kaya gitu… padahal dijalan saya udah berusaha tertib, tapi malah justru saya dianggap berbuat TIDAK PATUH karena ketika LAMPU MERAH saya BERHENTI… malah disuruh JALAN… apa orang INDONESIA sudah lupa kalo LAMPU MERAH itu tanda BERHENTI… LAMPU HIJAU tanda JALAN… LAMPU KUNING tanda HATI-HATI??? masalah kecil itu saja bisa membuat masalah lebih besar lagi… Ampun

  3. juli

    kita bisa seperti itu jika mau disiplin n mau berusaha…toh di mana ada kemauan pasti ada jalan yang penting perbaiki semua sistem yg ada….

    • Susana

      Sepakat Juli. Perbaiki sistem dan sediakan fasilitas paling mendasar buat para pengguna jalan. Penegakan disiplin di jalan raya harus benar-benar serius, jangan cuman jadi slogan semata.

  4. mandan

    andai aja Di indonesia berlaku kayak gitu. pasti gak akan ada kasus afriyani,,
    mau jalan kaki ato bersepeda gak takut ditabrak sama Mobil ato motor…

    • Susana

      Kalau di Belanda, pengendara mobil atau sepeda motor yang sampai mencelakakan orang lain (seperti pada kasus afriyani) hukumannya berat dan SIM bisa dicabut.

  5. rere

    bagus, harusnya bs mnjadi inspirasi buat masyarakat indonesia

  6. fajree

    tulisan yang bagus, dan meinspirasi🙂
    hai, teman , salam kenal, mau berbagi tulisan nih saya juga peserta kompiti blog!
    kemenangan bagi saya ketika orang lain dapat membaca tulisan saya dan bermanfaat tentunya.
    jadi selamat membaca !

    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/#comment-2308

    • Susana

      Hi Fajree. Terima kasih atas komenmu kawan. Salam kenal dariku juga. Aku sepakat ucapanmu bahwa kemenangan itu ketika orang lain dapat membaca tulisan kita dan info yang kita sampaikan bisa bermanfaat. Dengan senang hati aku akan mampir ke tulisanmu.🙂

  7. hadiiswa

    Tulisan ini mengingatkan cerita istriku saat jalan-jalan ke negeri ini…budaya saling menghargai sesama pengguna jalan di negeri ini memang sangat tinggi, berbeda jauh dengan negeri bekas jajahannya…hehehe…salam

  8. tinaleoni

    semoga indonesia bisa belajar disiplin dari sistem transportasi di belanda ya,jadi angka kecelakaan yang “mengerikan” bisa berkurang dan pengguna jalan bisa merasa aman pastinya. Dan semoga hak istimewah untuk para pesepada tidak hanya di hari minggu seperti saat ini🙂

    • Susana

      Aku pun berharap yang sama sis. Penerapan disiplin berlalu lintas itu sangat bagus apalagi kalau didukung sarana dan prasarana (misal jalanan) yang baik.

  9. ilmaniz

    wahhh….. disiplin sekali yah…
    pengen hidup di holland… hee..
    andekan Indonesyia bisa setertib itu… *semoga saja

    • Susana

      Orang Belanda memang terkenal disiplin. Aku yakin, Indonesia ke depan juga bisa seperti itu asal didukung pendidikan yang baik, pemerintahan yang bagus dan kerja sama seluruh elemen bangsa. Tetap semangat. Kita pasti bisa🙂

  10. Waktu berhenti pas lampu merah, ada kendaraan yg suka bunyiin klakson. Mungkin dia pikir karena jalanan udah sepi, jalan aja. Padahal lampu msh merah. Prihatin kalo di sini, orang bener malah disuruh ngawur -,-

  11. susi

    kata orang Indonesia melanggar lampu merah berarti bersedekah bagi mereka mereka yang membutuhkan.

  12. sama dong dengan Indonesia, kalau melanggar lampu merah terus ada polisi kita kan suka bilang “Aduh mati dah” karena kantong kita pasti akan kehilangan uang puluhan ribu yang segera pindah ke kantong mereka. ha…ha….ha…. Ayo Indonesia, buat layanan seperti itu agar tujuan menciptakan negara yang “Aman, damai, dan sejahtera” dapat terwujud. kita pasti BISA kalau mau.

    • Susana

      Siiipppp….mungkin sebelum regulasinya ditiru, jalanan di Indonesia dialusin dulu pakai aspal berkualitas (bukan aspal abal-abal yang hanya tanya beberapa bulan). Kalau jalanan gak kayak sungai kering kan enak. Gak bikin sakit perut…..

  13. wahuri

    alangkah bagusnya kalau lalulintas kita sperti di negeri belanda,mungkin kecelakaan dapat diminimalisir,terimaksih mudah -mudahan tulisan ini banyak dibaca khususnya para pengambil kebijakan lalin.

  14. yach nunggu keajaiban dunia hehehehehe

  15. Asa Atorida Al Ba'as

    indonesia jadi ngiri bro!!!!!
    ayo buruan rame-rame rubah negeri ini melalui dari diri kita sendiri, jangan pakai lama,nda usah nunggu saya jadi PRESIDEN hehehehe….

  16. Fitriyogi

    Semoga tulisan ini dibaca semua masyarakat indonesia & para wakil rakyat, untuk selanjutnya bisa diterapkan di indonesia…yeeaah walaupun ga semudah membalik telapak tangan sich….tapi setidaknya lalulintas di negara kita menuju ke arah yang lebih baik….

  17. Artikel yang cukup menarik mbak Susanah. Kalau saya boleh berbagi pandangan, kisah anda ini justru memperkuat pendapat saya bahwa sesungguhnya ini bukan soal kepatuhan masyarakat Belanda terhadap penegakan disiplin. Karena bagi saya ini sekadar buah dari suatu strategi pendidikan di Belanda. Yang mampu menyelaraskan antara pikiran dan batin seseorang.

    Sehingga yang anda gambarkan tadi itu sesungguhnya adalah suatu bukti bahwa keberhasilan penegakan disiplin di Belanda itu karena memang sudah menyatu dengan gaya hidup orang orang di sana. Bukan sekadar karena contoh orang tua. Melainkan karena pendidikan di semua tingkatan, kepatuhan akan sebuah peraturan ditanamkan sebagai buah dari kombinasi antara pengetahuan dan kesadaran. Inilah yang kalau di kita disebut pendidikan budi pekerti.

    Sayang, pendidikan budi pekerti di tanah air kita sendiri, tidak diajarkan secara imajinatif oleh para guru dan pendidik pada umumnya.

    • Susana

      Saya sepakat dengan pandangan Anda bahwa kedisiplinan masyarakat Belanda lahir dari pola pendidikan yang tepat. Pendidikan di sana membiasakan diskusi dan mengutamakan pola pengajaran berdasarkan “problem solving”. Jadi tidak sekadar doktrin semata.Takheran kalau disiplin kemudian menyatu dengan gaya hidup penduduknya.
      Analisa yang bagus Pak Hendrajit. Terima kasih.

  18. setuju tuh,kalau di terapkan di negeri ini (indonesia)…
    kapan mau di mulai,tergantung pada jati diri kita…..lebih cepat lebih baik brooo!
    bro!!!!!… yu’ rame-rame merubah kebiasaan di jalan raya biar lalu lintas nyaman dan aman.nda usah nunggu saya jadi presiden hehehehehe…

  19. Dara

    Ya, setuju. Sama-sama salut dengan kemajuan negeri Belanda dalam kedisiplinan. Salut dan iri sebenarnya. Di Belanda Kemana2 relatif nyaman dan aman berjalan kaki atau bersepeda tanpa harus merasa selalu ketakutan keserempet motor atau keracunan polusi udara. Masalah sekarang adalah, bagaimana menerapkan karakter ini pada masyarakat Indonesia? Saya percaya memang harus dimulai dari diri sendiri, tapi saya juga percaya level ‘atas’ harus mulai bertanggung jawab atas pembangunan karakter bangsa dengan sistem hukum yang benar dan dijalankan penuh. Good luck ya untuk penulis🙂

  20. Arum S. Puspita

    Hmmm….melanggar lampu merah berarti “kematian”….ini sering terjadi kok…Bagaimana bisa tidak menyebabkan kematian? Kecelakaan bisa terjadi gara-gara pelanggaran ini. Melanggar lampu merah itu sangat berakibat fatal, entah bagi diri sendiri maupun orang.
    Kalau menurutku siy, kesadaran dari diri sendiri untuk mematuhi peraturan yg mestinya ditanamkan pada tiap warga. Dengan pola pikir bahwa melakukan ini bukan karena takut dihukum tapi juga berpikir menjaga atau bahkan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dari bahaya/kecelakaan.

  21. Anouk

    This is a well written article by Anisah Susana. your style is great and that it is about the Netherlands is even better! People always ask me what is so special about the Netherlands next to Amsterdam. well this how we live with the water instead of fighting it. i live about 5 meters under the sea-level and without all those waterworks i wouldn’t be living in this beautiful place now. i think your article is nice and tells people more about the Netherlands. please keep on writing.

  22. bagus

    ingat kemarin , waktu pulang kerja dengan sepeda… beberapa mobil seenaknya membunyikan klakson dan gak mau berbagi jalan atau sekedar menghormati pengguna sepeda…

  23. Kicky

    Thumbs up for this article Mba Suzan ^__^ semoga aja di Indonesia segera diterapkan peraturan kaya di Belanda yah.. Paling tidak, bisa diterapkan ke beberapa pengguna jalan yg smart. Jadi tidak harus menunggu pemerintah menerapkan sistem ini.. hehehe.. Nice work, Mam🙂

  24. Putri

    Peraturan di Belanda soal lalu lintas itu sangat bagus. Kalau diterapkan di Indonesia, saya yakin bisa mengurangi jumlah kecelakaan berlalu lintas.

  25. Ah ingin sekali bisa menerapkan sistem itu di Indonesia. Sangat menyenangkan kalau bisa bermobilisasi menggunakan sepeda atau berjalan kaki, apalagi kalau nyaman dan sangat dilindungi seperti itu🙂

  26. Devi Asriana

    Tulisan yang menggelitik nurani para pengguna jalan agar lebih disiplin di jalan. Seperti tulisan diatas, harusnya sikap arogan dijalan raya itu vonisnya ‘mati’.

  27. Purwa

    menarik dengan tulisannya, kadang membuat ngiri jg dengan kesadaran diri orang2 di sana. mungkin ini yg membedakan negara berkembang dgn negara maju…

    biar bumbunya tambah sedep, pesan moral jg disampaikan buat pengguna jln di negeri qt, soalny masih banyak yg buta rambu dan bawa kendaraannya asal tanpa peduli dengan pengendara lain, apalagi dgn pesepeda dan pejalan kaki.

    so, kesadaran dimulai dr semua pihak kan…hehehe.

  28. andiek

    Di Indonesia, sulit ditemukan macam gini.😦
    nice posting

  29. There are many bike roads in Holland. I live in Holland and I rode a lot of them. The second picture you see is “de Kinderdijk”. A place in the south of Holland with many mills. The 19 mills were build for transporting the water from one place to another. Holland is a small country in Europe with 17 million citizens. This is a lot for such a small country. Holland is also a flat country. That’s why we invented the pancake probably🙂

    Greetings from Jeroen

    • Anisah Susana

      Jeroen, even small country, but Holland invented many great things such as windmills, canals, flying cars and solar cars. They also good in making regulation especially about the traffic. We need to learn much from your country.

      groeten uit Indonesie🙂

  30. gigitz

    kalo sistem ini diterapkan di Indonesia, terutama di Jakarta, waah bagus sekali. Disini, trotoar saja buat jalan motor & pedagang. Jalur sepeda juga masih sedikit.😦

  31. Florence Tuhumury

    Tulisanmu bagus teman..

    Ada anekdot “Orang Belanda lebih takut dengan hukum ketimbang takut Tuhan” ekstrim juga ya?tapi kalau dilihat dari pembahasanmu ada benarnya karena hukum disana kuat banget dan benar2 mengikat warganya untuk patuh khususnya dalam berlalu-lintas.

    Jika ada waktu, berikan pendapatmu untuk tulisanku ya😀
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/40-belanda-pionir-majalah-playboy-edisi-lesbian-pertama-di-dunia/

    -flo-

    • Anisah Susana

      Iya Flo, hukum di sana memang kuat dan berhasil membuat warganya untuk disiplin. Tapi aku rasa, warga bisa patuh karena negara memperlakukan mereka dengan adil dan juga menyediakan sarana, prasarana yang baik. Terima kasih udah mampir ke tulisanku ya Flo.🙂

  32. deeahamini

    Kita sangat jauh soal disiplin dibanding mereka dinegara2 lain seperti Belanda, harusnya soal lalu lintas ini menjadi soal yang sangat simple untuk penerapan disiplinnya tp tdk dengan indonesia semua main srobot saja dijalanan. Dinegeri kita ini traffict light saja ga dihiraukan apalagi memikirkan hal2 kecil seperti waktu yg tepat untuk mengklakson…. Semoga tulisan ini memberi pencerahan utk semua orang dinegeri kita tercinta agar lebih disiplin untuk apapun….nice story suzan

  33. Hi..what a nice writting!

    Ada anekdot “Warga Belanda lebih takut sama hukum ketimbang Tuhan”. Ekstrim sie tp memang itu terbukti krn mereka sangat patuh trhdp hukum dan peraturan yg berlaku sehingga negara ini sangat teratur khususnya lalu lintas.

    Berikan pendapatmu untuk tulisanku juga ya
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/40-belanda-pionir-majalah-playboy-edisi-lesbian-pertama-di-dunia/ dan https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/41-belajar-budaya-di-pasar-malam-indonesia-2012/

    Best
    -flo-

  34. andi rifdia n

    tulisan yang menarik dan menginspirasi Ms. Suzan…
    Orang Indonesia harusnya meniru orang belanda dalam hal ini, bukankah itu salah satu karakter luhur orang beriman yaitu berdisplin dimanapun dan kapanpun…

  35. adjie

    setujuuuuu dgn @igma !!! bener tuh!

  36. Tulisan yang menarik, Nis🙂
    Sejauh ini, hemat saya, traffic light di Indonesia belum bisa berfungsi secara maksimal, setidaknya karena dua hal. Pertama, traffic light cenderung akan dipatuhi dengan sempurna jika dilengkapi dengan polantas. Kedua, pengendara yang melanggar traffic light tidak diberikan “sanksi mati”, sanksinya masih bisa ditawar dan berdamai di tempat🙂 Sehingga sanksinya tidak memberikan efek jera.

    Bahkan, tranffic light yang tidak dilengkapi dengan polantas cenderung akan dilanggar. JIka pengendara yang melanggar traffic light ditanya oleh polantas, “Kenapa kamu menerobos, apa kamu tidak melihat lampu merah?” Pengendara itu bisa menjawab, “Saya melihat lampu merah itu, tapi tidak melihat Bapak.”😀

    Gudlak, Nis🙂

  37. Susana

    @ Lutfi Jayadi: seandainya prinsip itu benar-benar diterapkan di Indonesia pasti kecelakaan berlalu lintas bisa berkurang.
    @ delphiari: semoga saja suatu saat bisa diterapkan di tanah air, tapi dengan penyediaan sarana, prasarana dan mekanisme yang baik dulu.

  38. lutfi jayadi

    Saya benar-benar terkejut membaca ini, ada prinsip yang sangat tinggi “di jalan raya yang kuat harus melindungi yang lemah”

  39. delphiari

    bagus neh kalo diterapkan di indonesia, bisa bikin disiplin masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s