#374 De Stijl : A Revolution in Chair-Tivity

Bagi saya yang awam ini, kursi memang hanyalah sebuah kata benda yang hadir dalam ruang waktu terbatas. Mungkin pemikiran saya tentang “kursi” hanya dijumpai ketika saya memulai masa perkuliahan di jurusan filsafat tiga tahun lalu dimana kursi dijadikan contoh bagaimana Plato memikirkan sesuatu, apa itu kursi?, apakah kursi di dunia adalah kursi ideal?, apa yang ada di balik “kursi”. Terlalu dalam memang, dan terkadang memang tidak bergairah membahasnya.

Tapi jika ditelik dari sejarah Belanda, kursi menjadi salah satu kunci dalam memahami kreativitas mayarakat Belanda, khususnya dalam hal revolusi desain. Hal ini dapat ditemukan dalam sebuah kata yang disebut “De Stijl”. Secara harfiah, “De Stijl”dapat diartikan dalam katathe style, namun tampaknya efek dari kata tersebut bukan hanya sekedar “style” dalam kosakata kita, namun menjadi sponsor akan revolusi desain di semesta ini.

Secara historis, “De Stijl” adalah sebuah komunitas desain yang berdiri pada tahun 1917 di Belanda. Selain Theo van Dooesburg, pendiri – pendiri gerakan seni ini lainnya adalah sang pelukis Piet Mondrian, pemahat patung Vantongerloo, sang arsitek Jacobus Johannes Pieter Oud dan seorang arsitek sekaligus desainer Gerrit Rietveld.  [1]

Salah satu karya dari komunitas ini adalah “Gerrit Rietveld’s famous red and blue” pada tahun 1918.[2]


Karya ini bukan hanya menunjukkan desain kursi, namun juga perpaduan warna yang berbeda dimana ada sentuhan warna kuning dan hitam di frame kursi tersebut.

Jika direlasikan dengan situasi saat itu (ketika perang dunia I bergejolak) maka percampuran warna tersebut bukanlah realitas yang terjadi saat itu melainkan sebagai ekspresi yang menegaskan bagaimana harmoni hukum alam bekerja secara universal.

Dengan artian, chaos yang direpresentasikan oleh perang dunia I bukanlah sesuatu yang harus “diratapi” oleh manusia, namun “De Stijl”mengabstraksikannya dengan pikiran bahwa kehidupan hendaknya terus berjalan, menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda untuk mendampingi suatu hal yang sedang berjalan. Sama halnya dengan hukum alam yang bekerja karena benturan berbagai elemen berbeda, namun faktanya perbedaan itulah yang menciptakan harmoni.

Apa yang telah ditunjukkan oleh “De Stijl” adalah salah satu bagian penting dalam memahami kreativitas masyarakat Belanda. Produksi “kosakata” baru selalu dilakukan sebagai wujud dari hadirnya new entitydalam rangkaian momentum kehidupan, sekalipun itu hanya sebuah kursi.


Namun yang penting tentunya adalah kreasi desain dari “De stijl”adalah sebuah gerbang yang mendobrak revolusi perkembangan desain selanjutnya. Kemurnian dari kreativitas ini menghasilkan berbagai turunan yang masih bereplikasi dengan gaya yang berbeda hingga saat ini, baik di Belanda maupun di berbagai belahan dunia.

Sekali lagi, bagi saya kata Chair-tivity hanyalah sebuah usaha yang menggambarkan betapa kreativitas dari masyarat Belanda bisa terlihat di berbagai hal. Kreasi yang selalu fokus pada satu hal tertentu membuatnya tak pernah kehabisan cara untuk bereksistensi di tengah keterbatasan dan tantangan yang ada.

Mengutip sebuah pernyataan dari Yves Saint Laurent, Fashions Fade, Style is Eternal. Inovasi mengenai berbagai hal mungkin selalu tumbuh, sekaligus memudarkan inovasi sebelumnya, namun style yang menjadi jiwa dari inovasi tersebut tidak akan pernah lekang oleh waktu, dan Belanda secara mutlak mempunyai the style yang tertancap dalam keberagaman elemennya, kebaragaman yang selalu memungkinkan adanya harmonisasi!.

– ditulis oleh Irsyad

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s