#378 Createnovation, Netherland!

Keteraturan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi densitas kepopuleran suatu negara. Negara yang teratur dan serba rapi biasanya akan menarik banyak wisatawan maupun pengamat di bidang sosial dan humaniora untuk buka suara tentang sejauh mana kelayakan suatu negara dapat masuk dalam daftar must visit place. Eropa tentu saja terkenal dengan negara-negara yang segala aspek di dalamnya telah terkoordinasi dengan baik. Politik yang dinamis, ekonomi yang stabil, masyarakat yang terbuka, hingga mencapai taraf kehidupan yang, bisa dikatakan, middle-high end. Lalu bagaimana dengan Belanda sebagai salah satu negara jagoan Eropa Barat? Sudah layakkah Belanda menyandang status sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi?

Meskipun belum berkesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah The Orange ini, namun dimata saya Belanda adalah salah satu negara Eropa yang well-organized. Salah satunya adalah pada sistem lalu lintas.

Jika kita diberikan kesempatan untuk berlalu lintas di Belanda, itu artinya kita juga diberi kesempatan untuk merasakan salah satu sistem lalu lintas terbaik di Eropa. Tak seperti di Jakarta, meskipun sama-sama mempunyai jalan tol di dalam kota, namun Belanda tidak menerapkan sistem bayar tol. Para pengguna jalan hanya diwajibkan untuk membayar pajak jalan raya yang hanya dibayar setiap tiga bulan sekali.

Lalu apakah peraturan yang sangat menguntungkan tersebut membuat masyarakat Belanda kian menggemari penggunaan mobil sebagai transportasi sehari-hari? Jawabannya tidak. Masyarakat Belanda cenderung memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi dalam keseharian mereka. Bahkan jumlah sepeda di seluruh Belanda adalah dua kali lipat dari jumlah penduduknya sendiri. Itu artinya hampir setiap orang di Belanda memiliki lebih dari sebuah sepeda.  Bahkan, baru-baru ini Belanda kembali mengemukakan inovasi terbarunya yaitu sepeda kargo. Vracht fiets, begitulah sepeda ini dinamakan, diciptakan untuk mengakomodasi keperluan bisnis dan jasa layanan antar.

Keterbukaan masyarakat akan kondisi geografis negara mereka yang hampir setengahnya berada di bawah permukaan laut, kembali membuat Belanda menunjukkan efektivitas dari sebuah konsep minimalis yang dimiliki negaranya. Schiphol International Airport adalah salah satu bukti nyata dari dinamisnya negara Belanda. Bandara yang terletak di kota Amsterdam ini berada pada kedalaman 4.5 meter dibawah permukaan laut. Salah satu keputusan cerdas yang diambil oleh pemerintah Belanda, sehingga Schiphol dinobatkan menjadi salah satu bandara terunik di dunia.

Belanda telah menjelma menjadi sebuah negara kecil dengan ribuan potensi. Layaknya sebuah pohon kreativitas, Belanda seakan tak pernah lelah untuk kembali memproduksi berbagai macam inovasi. Jeniusnya, inovasi tersebut tidak berasal dari hal rumit dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. Hanya dengan sedikit bumbu teknologi yang tengah menjadi incaran pasar modern, Belanda selalu berhasil membuat terobosan unik yang memang sesuai dengan kapasitas masyarakatnya tanpa meninggalkan nilai seni dan budanya yang telah menjadi salah satu aspek yang sangat dijunjung oleh negara ini. Kecanggihan teknologi yang kian tak terbendung tak pernah membuat Belanda lupa akan unsur tradisional khas mereka. Cerdas, kreatif, dan konsisten. Ketiga sikap inilah yang mengantarkan Belanda kian populer sebagai si ‘pohon kreativitas’.

– ditulis oleh Adlian Rahmadita

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s