#383 “Floating Structure”: Solusi dalam Menghadapi Permasalahan Dunia

Belanda adalah salah satu negara yang letaknya paling rendah di dunia dengan seperempat wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Selama berabad-abad, Belanda mereklamasi tanah dan menahan Laut Utara dengan membangun tanggul, pompa, dan sistem drainase. Setiap harinya Belanda memompa banyak air ke luar agar negaranya tetap kering dan bila mereka berhenti memompa, pada suatu waktu air tersebut akan kembali lagi, sehingga membuat mereka akan berada di bawah air lagi. Makin besarnya beban konstan membuang air untuk melindungi tanah rendah serta kondisi dunia yang cepat sekali berubah menghadirkan situasi yang semakin menantang bagi kota-kota di Belanda. Perubahan iklim di Belanda dan seluruh dunia, menjadikan Belanda memiliki banyak hujan dan lebih banyak air di sungai-sungai. Permukaan laut menjadi lebih tinggi, sehingga semakin sulit untuk menjaga agar tanah ini tetap kering. Pada saat yang sama, pembangunan di mana-mana selalu berjalan, kota-kota bertumbuh, sehingga menimbulkan lebih banyak air lagi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya bentrok dalam hal ruang.

Atas dasar tersebut maka Koen Olthuis sebagai orang yang tumbuh besar di Belanda dan telah mempelajari arsitektur dan desain industri di Universitas Teknologi Delft di Belanda selatan, mengembangkan arsitektur berbasis air yang menempatkan rumah, bangunan, dan struktur lain di atas air dengan menggunakan floating structure (struktur terapung atau dapat juga disebut dengan struktur bangunan terapung). Masalah-masalah yang ada di Belanda seperti perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut dan terjadinya bentrok dalam hal tata ruang, merupakan masalah yang sama di seluruh dunia.

90% kota besar utama di dunia memiliki tepi laut yang bisa mengakomodasi bangunan apung. Jika kita melihat 90 hingga 100 kota besar di dunia, semuanya berada di tepi air. New York, Seoul, Tokyo, Singapura, Sydney, semuanya dikelilingi air dan kekurangan ruang. Olthuis mengatakan bahwa dengan menggunakan floating structure, mereka bisa membuat bangunan dan kawasan di atas air yang tentunya bisa dipindahkan. Di atas air kita bisa memindahkan rumah ke tempat lain, kita bisa membawanya ke kota lain dan kita juga bisa membawanya ke negara lain. Jadi jika kita membangun benda apung, maka akan memberikan fleksibilitas yang jauh lebih banyak. Tidak hanya rumah, tetapi bahkan kawasan lengkap yang bisa dipakai untuk periode yang lebih lama, sehingga dapat menghasilkan penghematan energi dan bahan yang sangat banyak.

– ditulis oleh Peby Suryani

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s