#387 Alam Belanda Terbentang Jadi Guru

Ada pepatah daerah asal saya, Minangkabau, berbunyi “alam takambang jadi guru” yang berarti semua unsur alam yang terbentang luas ini bisa dijadikan guru untuk memperkaya pengetahuan manusia. Teorinya, Indonesia yang terkenal dengan kekayaan alam melimpah pastilah banyak menyimpan gudang ilmu dan bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Faktanya, kekayaan alam belum menjadikan bangsa Indonesia menjadi orang berilmu untuk kesejahateraan mereka. Fakta sebaliknya itu justru saya ketahui dipakai di negara yang ada di benua seberang, Belanda.

Menurut teman saya yang pernah kuliah di Belanda, kemajuan negeri kincir angin tersebut luar biasa dan membuat warganya betah. Katanya, transportasinya tidak hanya canggih tapi juga rapi dan terjaga. Fasilitas umum mereka tidak cuma bagus dan modern tapi juga elok dipandang. Belum lagi penataan kota dan berbagai bentuk fisik ornament di sekitarnya. Meski luas negeri Belanda tidak seberapa dibanding alam Indonesia, namun kreativitas mereka mampu membuat negeri yang terkenal dengan keju itu terus membuat perkembangan secara berkesinambungan alias sustainable development.

Meski sistem transportasi di negara-negara Eropa relatif sama, namun Belanda membuat perbedaan dengan memberi kenyamanan di dalam angkutan umumnya termasuk warga yang punya kekurangan dan kelemahan fisik. Bukti kreativitas mereka terlihat dari produk-produk teknologi yang tidak hanya canggih tapi juga bersahabat dengan alam. Kincir angin yang merupakan salah satu bentuk kreatifitas nenek moyang Belanda untuk menguras air laut dan menjadikan daratannya untuk hunian kini dikreasikan dalam bentuk modern untuk keperluan pembangkit listrik tenaga angin. Belanda juga negara yang paling bersahabat dengan lingkungan, terbukti mereka punya lahan untuk pengolahan limbah rumah tangga dan pabrik. Menurut teman saya, dari sisi penataan kota, Belanda sangatlah rapi. Pengaturan letak dan rancangan rumah yang tidak menimbulkan jurang sosial, desain beberapa bangunan yang monumental dan unik sehingga tidak hanya enak dihuni tapi juga jadi target wisatawan.

Berwisata di negara yang kecil itu ternyata banyak yang bisa dilihat. Orang-orang Belanda yang kreatif mampu menghadirkan taman bunga tulip, Keukenhof, yang tidak pernah sepi pengunjung selama musim semi. Mereka membawa wajah seluruh Belanda pada sebuah taman Madurodam, sehingga bagi yang tidak sempat menjelajah Belanda bisa tahu rupa Belanda dari sudut pandang mini. Mereka juga punya berbagai taman di berbagai kota yang tidak hanya sebagai tempat wisata tapi juga gudang ilmu. Belum lagi keindahan bangunan-bangunan bersejarahnya yang monumental namun bisa menyatu dengan nuansa kekinian.

Bagi saya, berbicara soal Belanda mebuat saya terbayang akan suasana yang humanis. Negara dengan warga multi etnis yang terefleksikan dari berbagai fasilitas dan festival. Negara yang menjadikan apa yang mereka miliki sebagai sumber daya yang tidak pernah habis untuk kesejahteraan warganya, kini dan nanti.

Bagi saya, menyebut falsafah alam terbentang jadi guru maka pikiran saya akan tertuju pada sebuah negeri kecil bernama the Netherlands. Negara yang tidak hanya menjadikan alam sebagai guru, tapi juga manfaat berkesinambungan. Negara yang suatu saat nanti semoga bisa saya kunjungi untuk menyerap semua ilmu mereka dalam berkreasi untuk kejayaan negeri.

– ditulis oleh Edison Nyoman

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s