#403 Belajar dari Negara Si Pembelajar

Liberty is the power that we have over ourselves -Hugo Grotius

“For the very nature of man, which even if we had no lack of anything would lead us into the mutual relations of society, is the mother of the law of nature.[1]” Kalimat tersebut tertuliskan dalam buku seorang tokoh asli negara kincir angin ini yaitu Hugo Grotuis. Mengagumkan, pemikiran tokoh politik, hukum, dan Hubungan Internasional ini muncul semasa hidupnya disaat Eropa tidak dalam keadaan stabil, karena Eropa tengah mengalami perang 30 tahun. Maksud yang tercermin dalma kalimatnya tersebut mengenai bagaimana sifat dasar manusia sebenarnya adalah rasional, merdeka, hidup bermasyarakat, secara rukun dan damai, dimana ketika terdapat kepentingan yang berbeda, manusia akan cenderung melakukan dialog negosiasi untuk tercipta suasana kemasyarakatan. Grotius mencetuskan istilah yang disebut Natural law, dimana pada dasarnya manusia bebas bertindak apa saja dan bagaimana saja, akan tetapi kebebasan mereka dibatasi oleh kebebasan orang lain, dan jangan sampai kebasan kita menganggu kebebasan orang lain, kebebasan yang dibatasi tersebut disebut juga dengan universal values atau nilai-nilai universal.

Konep yang Grotius paparkan ini dapat dikaitkan dengan bagaimana Belanda sangat menjaga hubungan baik antar manusia saat ini. Pada sekitar tahun 1970an stabilitas perekonomian Belanda meningkat, kemakmuran masyarakat meningkat dan jumlah pengendara mobilpun melonjak sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan kemacetan dimana-mana, krisis minyak pun melanda, jumlah kecelakaan kendaranpun mencuat. Lahan parkir tidak lagi cukup maka berbagai gedung dihancurkan. Seiring dengan berjalannya waktu, Belanda menyadari bahwa itu merupakan permasalahan besar, demi menaggulangi hal tersebut maka tercetuslah kebijakan mengendarai sepeda, yang kemudian dipatuhi oleh masyarakat Belanda. Kebijakan tersebut berdampak sangat besar bagi negara ini, angka kematian anak-anak pada tahun 1971 jumlahnya mencapai lebih dari 400, pada tahun 2012 hanya mencapai hangka 14[2]. Sungguh negara yang unik, terbatasnya luas nengara tersebut dengan semakin bertambahnya penduduk, turut menjadi pertimbangan Belanda dalam menerapkan kebijakan bersepeda, mereka mencari cara sebagaimanapun agar masyarakat bisa saling hidup berdampingan dengan nyaman. Belanda menunjukan bahwa ia berhasil belajar dengan baik dari pengalaman buruk yang pernah mereka alami.

Inovasi-inovasi dari Belanda sendiri pun tidak berhenti sampai situ saja, muncul berbagai invoasi yang sangat unik dari Negara yang terkenal dengan negara ahli hukum ini. Hal-hal kecil yang sering kali tidak kita sadari dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan sebuah inovasi yang sangat menarik oleh negara Oranye ini. Demi menjaga kenyamana, kedamaian terbentuklah inovasi koran dalam bentuk vertikal, pertama mengetahui hal ini saya benar-benar merasa kagum dengan kepedulian Belanda dengan hal-hal kecil seperti ini. Seringkali tidak disadari orang membaca koran tanpa mempedulikan kenyamanan orang-orang disekitarnya, dengan koran dalam bentuk vertikal maka teknik pembalikana halamannya adalah dari bawah keatas, hal tersebut tentuk tidak akan mengganggu kenyamanan dari orang disamping kita. Sungguh sangat mengagumkan bukan? Andai Indonesia mau sedikit belajar dari negara oranye ini, bahwa sebenarnya kebersamaan antara satu makhluk dengan makhluk lainnya merupakan hal yang penting, andai saja hal tersebut mau disadari maka konflik-konflik antara satu pihak dengan pihak lainnya dapat terhindarkan karena akan selalu ada inovasi atau kesepakatan tersendiri yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

– ditulis oleh Elida Dwicahyani

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s