#405 Surga Perpustakaan di Belanda

I have always imagine that paradise will be a kind of library.

Kalimat puitis yang pernah diungkapkan oleh Jose Luis Borges ini bisa ditafsirkan dengan beragam perspektif. Dan menurut saya, sastrawan asal Argentina tersebut ingin mengatakan bahwa perpustakaan adalah kunci keberhasilan sebuah bangsa. Eits, kok bisa?  

Kait-mengaitnya begini. Tentu kita sudah paham bahwa penguasaan atas ilmu pengetahuan adalah hal yang harus dilakukan jika sebuah negara ingin berhasil di berbagai bidang. Untuk menguasai ilmu pengetahuan tersebut, pusat-pusat ilmu pengetahuan harus dibangun dong. Nah, perpustakaan adalah salah satu pusat ilmu pengetahuan tersebut.

Tentu saja, penguasaan atas ilmu pengetahuan tidak sekadar dilakukan dengan membuat bangunan fisik perpustakaan. Syarat penting lainnya adalah menumbuhkan minat baca masyarakat. Penting dicatat, yang dimaksud masyarakat berarti semua lapisan penduduk tanpa terkecuali. Belanda merupakan contoh yang ideal untuk hal ini.

Simaklah nama-nama seperti KITLV, Koninklijke Bibliothek, Geheugen van Nederland, dan Delf Public Libraryyang merupakan perpustakaan terkemuka di Belanda. Tidak hanya koleksi bukunya yang lengkap, bangunan fisik yang memukau, unik dan kreatif menjadi pemicu minat baca masyarakat. Tidak berlebihan jika mengandaikan bahwa surga perpustakaan yang dimaksud Borges di atas terletak di Belanda.

Sebagai contoh bisa disimak betapa menariknya bangunan perpustakaan di Belanda berikut:

Selain bisa mengakses buku-buku konvensional, di berbagai perpustakaan pengunjung juga bisa mengakses alat musik, video game, internet, radio termasuk juga taman bermain untuk anak-anak. Dari orang tua sampai anak muda dimanjakan dengan berbagai fasilitas ini. Khusus untuk anak-anak, pemerintah Belanda bekerja sama dengan perpustakaan mengadakan berbagai kegiatan reguler seperti Nationale Voorleesdagen (Hari Membaca Nasional), Kinderjury (Juri Anak-anak), dan Kinderboekenweek (Pekan Buku Anak-anak) [1]. Berbagai kegiatan tersebut digunakan untuk menumbuhkan minat baca anak sejak kecil.

Yang menarik, perpustakaan di Belanda tidak hanya ramah terhadap anak-anak melainkan juga kepada para tunanetra. Inilah inovatifnya perpustakaan di negeri ini. Sampai saat ini, Belanda sudah memiliki lima perpustakaan untuk tunatetra. Sementara itu, sejak tahun 2004 pemerintah melalui FNB Netherlands (Dutch Federation of the Libraries for the Blind) menyediakan layanan perpustakaan elektronik menggunakan sistemVubis Smart [2].

Melalui layanan ini, pengunjung tunanetra memperoleh banyak kemudahan. Di antaranya adalah akses terhadap buku-buku, jurnal, majalah, surat kabar, dan dokumen lebih dari 110 disiplin ilmu dalam format huruf Braille maupun audio. Layanan ini juga memungkinkan interaksi antarpengunjung dalam sebuah forum diskusi. Sejauh ini koleksi buku yang dimiliki mencapai 65.000 judul buku pengetahuan umum dan 30.000 buku pendidikan. FNB Netherlands juga mendistribusikan 90.000 publikasi dalam huruf Braille dan 8.500 dalam format biasa [3].

Dengan akses luas perpustakaan yang bisa dinikmati semua lapisan tersebut, wajar saja jika masyarakatnya begitu mencintai ilmu pengetahuan. Hal ini setidaknya dilihat dari prestasi Belanda dalam meraih penghargaan nobel. Sampai tahun 2012, tercatat 19 orang Belanda yang mendapatkan penghargaan nobel. Catatan tersebut membuat negeri tulip ini berada di peringkat 10 dari negara-negara yang warganya mendapatkan nobel [4]. Prestasi luar biasa untuk negara kecil seperti Belanda.

Nah, tentu tidak perlu diragukan lagi. Kreatifitas dan inovasi dalam mengembangkan perpustakaan telah terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan negeri Belanda. Pertanyaannya, apakah kita mau mencontoh inspirasi dari negeri tulip ini?

– ditulis oleh Wisnu Prasetya

3 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

3 responses to “#405 Surga Perpustakaan di Belanda

  1. triasanday

    Aku kebingungan menerjemahkan karya sastra dari novel karangan dostoyevsky , yang crime and punishment. Saya sangat senang sekali apabila , forum ini bisa memberikan tips untuk membaca karya sastra klasik asing tersebut.dikarenakan saya sangat mengagumi novel karangan , pengarang rusia seperti fyodor dostovesky , dan leo tostloy , terima kasihhh

  2. defi junaidi

    mantap kapan ya di indonesia seperti ini

  3. wah keren perpustkaannya, salut deh😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s