#408 Belanda, 5cm di Depan Mata

Alasan seorang turis berfoto didepan sebuah bangunan selain mengabadikan moment ketika ia melancong adalah rasa kekaguman terhadap arsitektur bangunan tersebut. Emang rasanya mata dimanjain banget ketika berada di bangunan yang arsitektur dan interiornya megah.

Bagi pecinta arsitektur kota-kota seperti Abu Dhabi, Rio de Jeneiro, dan Amsterdam pasti jadi daftar tempat yang wajib untuk dikunjungi. Apalagi RAI Amsterdam baru-baru ini jadi pemenang International Best Venue Award dalam Exhibition News Award yang diselenggarakan di London.

Cuma ada satu kata yang bisa menggambarkan perasaan kalo liat foto temen-temen yang habis jalan jalan dari Belanda : geregetan. Rasanya geregetan banget pengen liburan kesana, pengen sekolah disana, pokoknya pengen kesana.

Sadar atau nggak, arsitektur dan infrastrutur di Indonesia nggak bakal seperti sekarang kalau nggak ada sentuhan arsitek Belanda jaman dulu. Dipikir-pikir planetarium terbesar di Indonesia yang ada di Bandung nggak akan ada kalo Belanda nggak pernah nginjekin kakinya di tanah kita. Dan kalo diinget-inget yang bangun jalan dari Anyer sampe Panarukan siapa lagi kalau bukan Belanda. Hmmm… jadi kayaknya dalam bidang arsitektur dan seni arsitektur emang Belanda jagonya. Di Indonesia sendiri banyak rumah-rumah kuno bergaya Belanda yang masih berdiri kokoh, bahkan menjadi bangunan antik yang nilai dan harganya sangat tinggi.

Yap menurutku, jaman sekarang yang semuanya udah serba modern dan canggih, seni dan arsitektur perlu banget digabungin supaya bisa didapatkan bangunan yang nggak Cuma kokoh dan fungsional, tapi juga enak untuk dipandang. Kayaknya kita harus banyak belajar dari Negara Belanda dan mengadopsi cara-cara terbaiknya dalam membangun bangunan yang juga dapat memanjakan mata.

Banyak tempat-tempat di belanda yang luar biasa indahnya yang dapat dijadikan tempat berwisata dan ‘pemanja’ mata seperti Keukenhof yang memiliki ribuan jenis tulip, Madurodam yang merupakan miniatur semua tempat-temat terkenal di Belanda, Effteling yang dapat membuat jantung berpacu kencang, dan masih banyak tempat-tempat unik lainnya.

Semuanya, semua foto tempat-tempat indah tersebut aku tempel di depan meja belajarku. Aku jadikan penghias dan pembangkit semangat ketika semangatku mulai turun. Aku jadikan batas dan penyokong ketika tubuhku mulai lelah untuk berlari mengejar mimpi. Aku selalu ingat penggalan kalimat di buku 5cm karangan Donny Dhirgantoro yang pernah kubaca, “Gantungkan cita-citamu 5cm di depan mata, jangan dilepas”. Itulah hal yang kulakukan, menggantunggakn cita-citaku untuk dapat menginjakkan kaki di Belanda 5cm di depan mataku, tidak pernah kulepas dan akan selalu kukejar hingga kaki ini berhasil menapakkan kaki di Negri kincir angin, dan hingga aku dapat melanjutkan studi engineeringku di Technische Universiteit Delft di Kota Delft. Amin.

Foto-foto Bangunan di Belanda yang kugantung di depan meja belajarku, pemompa semangat dan pengingat mimpiku.

– ditulis oleh Dania Aziz

2 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

2 responses to “#408 Belanda, 5cm di Depan Mata

  1. riekomariah

    Suka ma smangatnya,,,pngen punya smangat kya gtu

  2. nice artikel, semoga impiannya tercapai, btw td pas baca judulnya ingat sama novel 5cm, ternyata emang bener. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s