#418 Belanda Memang Beda

Di benak saya, selama ini Belanda identik dengan serangkaian hal ini: Klompen, Tulip, kincir angin, dan… Madurodam. Yeah. Simbol klasik, memang.

Tapi… Barusan saya googling kembali tentang Belanda. Dan banyak hal-hal baru yang menarik tentang Belanda. Namun rasanya bukan berarti simbol-simbol tradisional yang sudah terlanjur melekat di benak saya harus kehilangan maknanya. Justru sekarang tantangan saya adalah bagaimana memaknai ulang simbol tadi dengan segala info yang baru saya dapatkan! :p

Pertama, sepatu klompen.

Meski sepatu ini umum dikenal sebagai safety shoes (1), namun tampilannya juga ‘berhias’ dengan warna yang menarik. Hal ini mengingatkan saya pada saat Amsterdam RAI menerima penghargaan ‘Best International Venue’ di Exhibition News Awards ke-6 di London (2).

Ia mengalahkan Cape Town International Convention Centre, Suntec Singapore, Riocentro Rio de Janeiro, juga pemenang tahun lalu, ADNEC Abu Dhabi. Begini kata juri, “Amsterdam RAI was a clear winner … for its standout exhibition facilities and professional approach. The venue boasted a great location and offering,” Penghargaan yang diraih convention centre berdesain modern minimalis ini rupanya memiliki nafas yang sama dengan sepatu klompen: bahwa keindahan dan kegunaan bisa berjalan beriringan. 🙂

Selanjutnya, mengenai Tulip, bunga yang selalu terasosiasi dengan Belanda.

Warna warni tulip yang indah nan cerah ini akan menjadi pengingat saya mengenai kepribadian ‘happy’ bangsa Belanda yang sudah diakui banyak survey.

Misalnya, laporan “World Happiness Record” PBB di April 2012 lalu, di mana Belanda menjadi negeri paling bahagia ke-4 di dunia (3). Lalu, studi OECD pada 2011 yang mengatakan Belanda sebagai negara terbaik ketiga dalam hal Work-Life Balance (4). Yang terbaru, anak muda Belanda pun ‘ikut-ikutan happy’ dalam survey Health Behaviour in School-Aged Children (HBSC) dimana mereka mendapat predikat ‘the happiest teens in Europe’ (5)! Kebahagiaan dan kualitas hidup bangsa Belanda sepertinya secerah tulip yang sedang mekar, ya…

Lalu, kincir angin, yang selalu mengingatkan saya akan angin sepoi-sepoi (nggak nyambung dengan fungsi aslinya sebagai alat penumbukan hasil tani atau sarana proses reklamasi :p)

Anyway, angin semriwing yang lekat di imajinasi saya itu akan segera terwujud jika mengemudi inovasi terbaru yang tengah dikembangkan Belanda: mobil terbang!

Adalah PAL-V, kendaraan inovatif yang dapat dikemudikan seperti mobil dan terbang seperti gyrocopter (6). Wihhh, semoga cepat terwujud 😀

Terakhir, Madurodam…

Sepertinya saya hanya perlu mengenang kompleks mungil itu sebagai cerminan motto Belanda: tidaklah perlu membesar-besarkan diri (7). Tidak harus jadi negara yang raksasa untuk merengkuh dunia. Bermodalkan semangat kreativitas dalam nadi bangsa untuk terus berinovasi dan berprestasi sudah membuat kita… berbeda.

Now that Holland has painted my mind with its own color… Isn’t it what being creative really means?

– ditulis oleh Mariska Vergina

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s