#423 Buya Hamka dan Belanda

Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja.

Rasa kagum nan mendalam terhadap Belanda membuat pikiran ini selalu terpusat untuk bisa mengecam indahnya belanda, indahnya kreatifitas masyarakat Belanda dalam mengembangkan teknologi, budaya dan sederet prestasi nan gemilang lainnya yang patut dunia kagum dan bangga terhadapnya. “Lalu siapa aktor dibalik suksesnya Belanda?, atau apa yang ada dibalik kesuksesan Belanda?

Harus kita akui, Belanda adalah negara kecil di daratan Eropa yang mana populasinya pun jauh lebih sedikit dibandingkan tanah air kita Indonesia. Sederet prestasi gemilang telah di raih oleh Belanda baik dalam bidang pendidikan, teknologi, budaya dan olahraga. Contoh kecilnya saja dalam bidang pendidikan, bagi para pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke negeri kincir angin ini, Belanda terkenal dengan aksesnya yang mudah, ini diakui dengan “Nomor satunya” Belanda untuk akses pendidikan yang mudah di dunia. Belanda juga menjadi tempat kedudukan Mahkamah Internasional dan menjadikannya negara yang minim konflik karena Belanda adalah negara yang menjunjung tinggi akan Hak Asasi Manusia. Lalu yang jadi pertanyaan “Apa yang jadi faktor kesuksesan belanda?”

Mari kita simak perkataan Buya Hamka ini :
“KALAU HIDUP SEKEDAR HIDUP, BABI DIHUTAN JUGA HIDUP. KALAU KERJA SEKEDAR KERJA, KERA JUGA BEKERJA”

Masyarakat Belanda adalah masyarakat yang sangat menghargai waktu dan menghargai setiap pekerjaan yang di embannya. Aktor kesuksesan Belanda adalah masyarakatnya itu sendiri, Mereka sangat menghargai detik demi detik hidup yang mereka lalui. Disiplin waktu yang ditanamkan masyarakat belanda membuat mereka hidup untuk menghargai waktu.

“Hargailah hidup, maka hidup pun akan menghargai anda”, mungkin sebaris kalimat tadi juga salah satu penunjang kesuksesan kreatifitas Belanda di kancah Internasional. Disamping itu kebersihan jalanan umum, dan minimnya kriminalitas menjadikan Belanda menjadi negara yang patut diacungi jempol. Perekonomian yang lancar menjadikan Belanda negara yang nyaman dan layak huni.

Masyarakat Belanda adalah masyarakat yang menghargai setiap pekerjaan. Ini adalah salah satu faktor penunjang kreativitas masyarakat Belanda. Dari satu pekerjaan, bisa terlahir beberapa ide yang bisa menumbuhkan kreatifitas lainnya.

“BELAJARLAH KEPADA BUYA HAMKA, DAN BELANDA ADALAH SAKSINYA”

– ditulis oleh M. Hafizz

6 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

6 responses to “#423 Buya Hamka dan Belanda

  1. yah itulah bedanya .. trims sudah di remind tentang kutipan dari buya hamka..

  2. gatot qolbu

    As’salamu’alaikum… Saudara ku,
    Cuma mau menambahkan dan sedikit menkritisi, mohon maaf sebelumnya, klo saya tangkap makna Buya Hamka dlm perkataannya, bahwa manusia itu berbeda dgn binatang, mereka diberikan akal dan pikiran, apalah artinya manusia yg hidup menghabiskan waktunya hanya bekerja, tidur, makan dan berkelamin ? Apakah sama saja dgn binatang ? Manusia diberikan akal dan pikiran bahwasanya selain haruslah berakhlak baik di kehidupan ini ada suatu kekuatan yang mengatur dan menciptakan alam semesta ini, yaitu sang pencipta, dimana manusia tidak hanya hidup dgn bekerja, tidur, makan dan berkelamin di jalan syariat yg sudah ditentukan tetapi menanamkan sebuah kenyataan bahwa kehidupan ini diawali oleh sang pencipta dan diakhiri oleh sang pencipta, dan itulah yg membedakan manusia dgn binatang… Contohlah negara yg memakai syariat islam dgn pemimpin yg benar, pemimpin yg amanah… Mohon maaf apabila ada kesalahan kata, segala sesuatu yg baik datangnya adalah dari allah swt, dan yg buruk datangnya adalah dari saya pribadi, salam persaudaraan sesama muslim, wa’assalamu’alaikum….

  3. hakim

    sangat menginspirasi🙂
    Kutipan dari Buya Hamka itu memang luar biasa.
    Komentar ditempat saya juga ya
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/15/422-3b-bisnis-bunga-belanda/#comments

  4. Furqan Alfath

    Wow, quote yang ini bagus sekali “KALAU HIDUP SEKEDAR HIDUP, BABI DIHUTAN JUGA HIDUP. KALAU KERJA SEKEDAR KERJA, KERA JUGA BEKERJA”.

    Thanks tulisannya mas.😀

  5. Betul sekali. Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia harus hidup dengan etika dan aturan. Kalo sekadar yang ptg hidup si ga ada bedanya dengan hewan. Padahl itik aja mau diatur buat baris🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s