#433 Kedai Kopi yang Berinovasi

Saya menulis artikel ini karena tertarik setelah membaca sebuah prosa dari Dewi Lestari yang berjudul “Filosofi Kopi”. Bagaimana Ben, seorang pecinta kopi rela melanglang buana datang dari kedai kopi yang satu ke kedai kopi lainnya untuk mencicipi kenikmatan kopi dari berbagai tempat di dunia, hingga kepelosok Jawa sana demi mencari kopi dengan rasa yang sempurna.

Untuk orang yang tidak mengerti filosofi kopi seperti saya, kopi hanyalah sebuah minuman yang membuat mata melek dan jantung berdebar-debar. Namun, yang menjadi perhatian saya, lebih kepada kedai kopi itu sendiri, yang telah menjadi tempat semua kalangan untuk menikmati secuil kenikmatan hidup dan tempat berkumpulnya sejuta cerita tentang kehidupan. Menyeruput segelas kopi panas dan menikmati keharuman aroma kopi favoritnya, sekedar berbincang masalah sepele yang kemudian bisa menjadi pemikiran setelah pulang dari sana, atau bahkan untuk memanjakan diri sendiri sambil membaca buku. Aktivitas ‘nongkrong’ di kedai kopi telah menjadi suatu gaya hidup bagi masyarakat urban di Jakarta. Lihat saja kedai kopi dengan beragam konsep kreatifnya yang makin menjamur di ibukota.

Tak hanya di Jakarta, Amsterdam juga termasuk salah satu kota yang tidak bisa dipisahkan dari kopi. Tengok saja julukannya, Amsterdam termasuk ke dalam 6 kota yang terkenal dengan minuman kopi terbaik di dunia. Tak salah rasanya jika kota terbesar di Belanda yang mendapat peringkat ketiga dalam 2thinknow Innovation Cities™ Global 256 Index pada tahun 2009 ini dipilih menjadi tempat pertama didirikannya Starbucks Concept Store di Eropa.

Mungkin artikel saya ini terdengar seperti mempromosikan suatu tempat, namun sesungguhnya yang ingin tekankan adalah tentang ide dan kreatifitasnya dalam membangun sebuah kedai kopi dengan konsep berbeda. Mengapa saya katakan seperti itu?

Saya pernah membaca biografi seseorang di twitter yang berbunyi,

“Hidup itu harus KREATIF sampai MATI!”

Satu kalimat yang sarat makna. Benar juga apa yang dikatakannya. We have to challenge ourself, how to create something different from the others. Seperti kedai kopi yang berinovasi ini. Lihat saja bagaimana 37 seniman lokal dan pengrajin menyulap bangunan bekas lemari besi sebuah Bank menjadi Starbucks Concept Store terbesar di Eropa dengan luas area sebesar 430 meter kubik.

Desain dari lantai hingga langit-langitnya dihiasi tato mural yang menceritakan tentang sejarah pedagang kopi di Belanda. Langit-langitnya dibuat dari 1.876 potongan balok kayu yang membentuk gambar mermaid, logo dari Starbucks. Tempat yang baru diresmikan tanggal 9 Maret 2012 ini dibangun menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan menampilkan nuansa yang seakan menyatu dengan alam tanpa meninggalkan kesan modernnya.

 (sumber : dutchdailynews.com)

Dirancang sebagai ruang teater, Starbucks Concept Store ini menyediakan panggung untuk penampilan band lokal, pembacaan puisi, dan kegiatan budaya lainnya. Sungguh memberikan pengalaman yang berbeda dalam menikmati secangkir kopi. Penasaran seperti apa bentuknya Starbucks Concept Store pertama di Eropa? Silahkan intip video berikut ini.

Selain menjadi ruang untuk masyarakat saling berinteraksi sambil menikmati kopi, Starbucks Concept Store dijadikan sebagai laboratorium untuk melakukan percobaan metode pembuatan bir kopi dan juga untuk mencoba jenis kopi langka dan eksklusif. Penyajian makanan dengan konsep baru yang berupa in-store baking mulai dilakukan disini. Tempat yang patut dikunjungi jika anda sedang berada di Amsterdam, kota yang selalu berinovasi.

– ditulis oleh Nurul Hiqmah

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#433 Kedai Kopi yang Berinovasi

  1. hanida

    gilaaaaa….keren bgt kedai kopinya!i’m dying to have a cup of cofee there.. great article!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s