#435 Malu Bertanya, Sesat di Belanda

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita pasti udah diajarin tentang pepatah ‘Malu bertanya sesat di jalan’. Meskipun pepatah itu udah berakar sekuat-kuatnya dalam benak (hampir) seluruh pelajar Indonesia – karena emang udah diajarin dalam pelajaran bahasa Indonesia sejak masih eSDe – tapi tetep aja masih banyak di antara kita yang masih suka malu-malu buat tanya. Apalagi kalo tanya ke guru ato dosen di tengah-tengah pelajaran. Hayoo… ngaku… 🙂
Padahal, kenyataannya, malu bertanya itu emang bener-bener bikin kita sesat, lho. Apalagi kalo kita lagi di Belanda.

Nah lho, kok bisa???

Check it out aja deh buat jawaban selengkapnya. 🙂

Discussion for New Ideas
Saat belajar di Belanda, Anda akan didorong untuk mencari solusi-solusi kreatif, dan sebaiknya dilakukan bersama-sama siswa lain karena hasil-hasil yang kreatif dan inovatif hanya dapat dicapai bila bekerjasama dengan orang lain.

“Jika Anda mengikuti kuliah di Belanda, Anda akan terus-menerus didorong untuk berpartisipasi,” kata Daval Shah. (www.nesoindonesia.or.id)

Well, kutipan di atas menjadi alasan mengapa: malu bertanya, sesat di Belanda. 🙂

Yapp, Belanda memang terkenal dengan budaya gemar bertukar pikirannya. Sejak di bangku sekolah pun, siswanya udah dibiasakan berkomunikasi langsung di dalam kelas, berdiskusi, saling bertanya, berinterupsi. Orang Belanda nggak sungkan-sungkan untuk menanyakan sesuatu dan mendiskusikannya. Bertemu orang-orang dan membicarakan sesuatu memang bisa memunculkan ide baru karena di dalam suatu diskusi, kita bisa jadi tahu pemikiran dan ide-ide orang lain. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa mereka bisa menjadi lebih kritis, lebih bisa think out of the box, dan yeah, ujung-ujungnya bisa jadi lebih kreatif.

Makanya, nggak heran kan kalo Belanda jadi negeri yang super kreatif? Coba deh tengok deretan inovasinya. Mulai dari mobil terbang, typeface/font dari bakteri e.coli, vibration energy, hingga annamox (metode penghilangan nitrogen dalam air limbah) yang meraih penghargaan Lee Kuan Yew Prize 2012 – sebuah penghargaan pada kontribusi-kontribusi luar biasa dalam usaha mencari solusi masalah air dunia –. Belum lagi, Belanda juga memiliki indusri kreatif yang besar, berbagai rancangan yang terkenal di dunia, berbagai karya arsitektur yang luar biasa dan mendunia, dan museum-museum yang menampilkan karya-karya pelukis baru dan lama, termasuk Vincent van Gogh dan Rembrandt van Rijn.


Amsterdam RAI, gedung pertunjukan terbaik dan terbesar di Eropa yang meraih penghargaan Best International Venue pada Exhibition News Awards ke-6 yang diadakan di London, 29 Maret 2012 yang lalu


Pal-V Europe NV, mobil terbang buatan Belanda

 The Mauritshuis Royal Picture Gallery, salah satu museum seni di kota The Hauge, Belanda

Tirulah Budaya Rajin Bertanya dan Berdiskusi

“We run the company by questions, not by answers.” – Eric Schmidt, CEO of Google

Rajin bertanya dan berdiskusi. Inilah satu di antara kebiasaan positif orang Belanda yang patut kita tiru. Enjoy asking questions to yourself and others to come up with new ideas. Nggak usah sungkan-sungkan ato malu-malu untuk aktif saling bertukar pikiran dengan orang lain. Be active, creative, and innovative! Kalo semua orang Indonesia bisa seperti itu, bukan nggak mungkin lho, lama-lama negara kita bisa maju seperti Belanda. 🙂

– ditulis oleh Niken Hapsari

Iklan

9 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

9 responses to “#435 Malu Bertanya, Sesat di Belanda

  1. kuncoro wisnu b

    yupz bener bgt pa yg km bilang sob…dengan bertanya qta menjadi tau hal yg baru tanpa qta hrs mengalami hal tersebut,….apa laagi sesuai dengan kerjaq sebagai seorang surveyor yg mengharuskan mobile terus ke tempat yang baru setiap hari,bila saya malu bertanya niscaya pekerjaan saya akan menjadi lambat dan kurang maksimal…

    • Setuju banget sama ‘menjadi tau hal yang baru tanpa kita harus mengalami hal tersebut’. 🙂
      Contohnya:
      Tanpa menjadi seorang dokter, kita bisa tahu gimana tantangannya jd dokter dgn discuss cama dokter.
      Tanpa menjadi seorang juru parkir, kita bisa tahu gimana suka dukanya pekerjaan itu dgn sharing sm juru parkir.

      Intinya, berdiskusi + bertanya bisa memperluas pengetahuan kita.

      Anyway, thanks for ur comment 🙂

  2. Sri Wahyuning Utami

    sebagai seorang guru yg sdh senior saya merasa sangat perlu banyak bertanya dan diskusi dengan yg muda2 agar saya tidak ketinggalan dgn hal2 yg baru

    • Salut Bunda.. 🙂
      Tidak semua orang yang sudah senior mau berdiskusi dan bertukar pikiran dengan generasi yang lebih muda. Lanjutkan…
      Keep in being active, creative, and innovative, not only for ourselves, but also for the sake of our nation.

      Anyway, thanks for your comment 🙂

  3. Setuju! Bertukar pendapat memang kegiatan yang menyenangkan. Seperti rasanya senang bisa berbagi dengan orang lain meski itu hanya sebuah pendapat saja

    • Niken Hapsari

      Yupp. Dan meskipun (hanya) sebuah pendapat, itu tetep berarti, lho. Karena dengan (hanya) sebuah pendapat, pikiran kita juga bisa semakin terbuka. 🙂

      anyway, thanks for ur comment 🙂

    • buat saya yang kerja di kantoran bertukar pendapat sangatlah penting karena mampu memunculkan ide ide yang baru

      • Niken Hapsari

        sipp. lanjutkan 🙂
        berdiskusi bs memunculkan critical thinking , yang ujung2nya akan menghasilkan kemampuan berpikir kreatif dan sifat open-minded. akan sangat baik jika smua org indo bisa seperti itu.

        anyway, thanks for ur comment 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s