#438 Keindahan Total Football

Sejak pertama kali saya menyadari keindahan sepakbola, tim kebanggaan saya adalah AC Milan generasi trio The Oranye yaitu Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard. Sebagai generasi yang lahir dipenghujung 70an, saya tidak memiliki memori faktual tentang catatan betapa memesonanya Tim Oranye sebagai runner up terbaik sepanjang masa pada Piala Dunia 1974 dan 1978. Setiap perhelatan piala dunia selalu memberikan kenangan bagi para tim juara dengan talenta individu yang dimilikinya. Pele, Backenbauer, Maradona, Ronaldo, Romario adalah sederet bintang sepakbola yang terkenal bersama tim nasional mereka yang menjadi juara di piala dunia. Tetapi hanya tim Belanda sebagai runner up tahun 1974 dan 1978 yang selalu dikenang karena sebuah revolusi strategi sepakbola. Total Football adalah sepakbola Belanda dan Belanda adalah Total Football. Dibawah kepelatihan Rinus Michels dan kapten Johan Cruyff, Belanda mampu memperagakan sepakbola indah. Total Football mampu memperagakan totalitas permainan menyerang dengan possesion ball yang tinggi dan fleksibiltas posisi pemain. Dibutuhkan pemain yang memahami dan mampu beroperasi di setiap posisi dengan kualitas teknik dan fisik yang baik. Pertahanan dilakukan dengan memberikan tekanan kepada permainan lawan oleh pemain yang terdekat tanpa kecuali seorang striker. Formasi ideal dari Total Footbal adalah 4-3-3.

Jogo Bonito Brazil, Tango Argentina, Catenaccio Italia, Kick and Rush Inggris dan Der Panzer German sudah merasakan sebagai juara dunia. Tetapi Total Football nya Belanda yang selalu dikaji secara aktual sampai sekarang. Bahkan David Winner seorang Inggris menulis buku Brilliant Orange: The Neurotic Genius of Dutch Football yang mengurai bagaimana Total Football menjadi bagian dari masyarakat Belanda. Total Football bukan sekadar sepakbola tetapi mengejawantah dalam seni, arsitektur bahkan sosial budaya masyarakat Belanda karena Total Football diilhami oleh gerakan sosial Total yang digagas oleh arsitek filisuf Belanda tahun 1970-an. Menurut David Winner, masyarakat Belanda sangat tergila-gila dengan permasalahan ruang (spatial neurotic). Sebagian daratan Belanda lebih rendah dari lautan seperti Amesterdam dan Roterdam, bahkan sebagian dibangun atas perjuangan rakyat Indonesia di masa penjajahan. Masyarakat Belanda selalu berpikir bagaimana memanfaatkan lahan secara efektif atau memperluas daratan. Pikiran memperluas dan mengatur ruang menjadi obesesi masyarakat Belanda. Ketika itu lah muncul gagasan bahwa persoalan ruang bukan hanya masalah riil tetapi juga masalah imajinasi ruang dalam pikiran. Dalam pikiran ruang bisa mengembang dan mengerut. Dari sini lah salah satu titik tolak lahirnya Total Football, yaitu bagaimana pemain bisa memperluas dan mempersempit lapangan dalam pikiran. Ketika permainan dalam kendali, maka pemain berusaha memperluas lapangan dengan memperlebar jarak dan menempati posisi untuk membuka ruang lebih lebar. Dengan begitu pemain lawan akan merasakan lapangan sangat lebar dan longgar. Tetapi ketika permainan ada dalam kendali lawan, maka tekanan dilakukan oleh beberapa pemain terhadap pemain yang menguasai bola serta mempersempit ruang untuk mengumpan bola oleh lawan. Dengan begitu lawan akan merasakan bahwa lapangan sangat sempit.

Ada beberapa pertandingan yang paling diingat dari tim Belanda yang benar-benar bisa saya saksikan, yaitu ketika Belanda dikalahkan Brazil tahun 1994 di perempat final dan Belanda mengalahkan Argentina di perempat final 1998 walau akhirnya dikalahkan Brazil di Semifinal. Tahun 2010 hampir saja Belanda merengkuh juara sampai akhirnya dikalahkan oleh Spanyol.

– ditulis oleh Dindin Abdul Muiz Lidinillah

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s