#416 Bicyclopedia Belanda: Solusi dari Fotosintesis Krisis yang Berbuah Manis

“Inovasi adalah solusi yang bervisi, bertransformasi, dan berevolusi” (Pratiwi Wini, 2012)

Sepeda itu ibarat zat hijau daun (klorofil) dan krisis adalah sinar mataharinya. Tanpa adanya krisis, mungkin Belanda tidak akan pernah menorehkan tinta emas dalam sejarah per-sepeda-an dunia sebagai the world’s number one cycling country dengan jumlah 18 juta sepeda yang melebihi jumlah 16 juta penduduknya (www.hollandtrade.com). Berkaitan dengan predikat tersebut, kota-kota di Belanda pun saling mengukuhkan posisinya dalam kancah per-sepeda-an dunia. Dalam situsnya, Dutch Fietsberaad (Bicycle Council) telah menetapkan kota-kota berikut ini dengan masing-masing keistimewaan dan keunggulannya sebagai The Best Bicycle Towns: Groningen, Houten, Amsterdam, Delft, Zwolle, Utrecht, Tilburg, Veenendaal, Apeldoorn, Enschede, Nijmegen, Zutphen, Drachten, dan Raalte (www.fietsberaad.nl). Kekuatan infrastruktur, kebijakan, dan budaya bersepeda sebagai sebuah kesatuan sistem yang prima (excellent), berkelanjutan (sustainable), dan penuh inovasi (innovative) adalah buah manis yang dipetik Belanda sampai saat sekarang ini. Akan tetapi, buah manis tersebut bukan hanya hasil dari zat hijau daun dan sinar matahari saja, perlu pupuk dan air yang tepat untuk membuatnya tumbuh dan berkembang menjadi buah yang manis dan sempurna. Pertanyaan selanjutnya adalah dimanakah pupuk, air, dan krisisnya? Nah, jawabannya ada dalam proses fotosintesis krisis berikut ini.

Titik balik sejarah per-sepeda-an Belanda dimulai pada pasca perang dunia II (tahun 1948-1970), dimana pendapatan perkapita rata-rata penduduk Belanda meningkat tajam (www.e-library.lt). Naiknya pendapatan perkapita ini berdampak pada peningkatan pembelian mobil dan termarginalisasi-nya sepeda sebagai sarana transportasi. Sayangnya, landscape (tata kota) di negara Belanda tidak mendukung cepatnya laju kepadatan mobil karena struktur jalan-jalannya yang sempit sehingga kemudian mulai mengganggu kualitas kehidupan di Belanda itu sendiri: krisis tata kota (banyaknya gedung yang harus dihancurkan untuk ruang parkir dan jalan-jalan mobil), krisis kebersihan udara (polusi udara), krisis keamanan lalu lintas (banyaknya korban kecelakaan lalu lintas yg diantaranya anak-anak dan memicu kampanye “stop de kindermoord” (stop the child murder), serta krisis bahan bakar dan energi (mahalnya harga minyak menyebabkan keterbatasan bahan bakar yang memicu krisis ekonomi) (www.aviewfromthecyclepath.com). Eureka! Dan keseluruhan krisis inilah sinar matahari bagi fotosintesisnya.

Gigihnya pengunjuk rasa “stop de kindermoord” akhirnya membuat para pemimpin dan para pengambil kebijakan di Belanda pada waktu itu berpikir keras untuk mencari solusi yg kreatif bagi krisis multidimensi tersebut tanpa mengurangi kualitas hidup. Eureka! Dan zat hijau daun inilah solusinya; sepeda!
Menyadari bahwa akhirnya industri mobil adalah “penyakit” dan memarginalisasi sepeda adalah suatu kekeliruan, penduduk Belanda dari segala lapisan mau bekerjasama untuk merubah cara pandang dan gaya hidup bermobil mereka yg tidak sehat menjadi lebih sehat dengan bersepeda. Eureka! Dan kesadaran, kemauan, serta kerjasama inilah pupuk dan airnya!

Solusi kreatif dari fotosintesis krisis itu kini berbuah manis. Dengan sepeda, tata kota menjadi lebih dinamis, kualitas udara lebih bersih, tingkat kecelakaan lalu lintas yg menurun drastis, penghematan bahan bakar dan energi, serta meningkatnya vitalitas, dan kualitas hidup. Pada akhirnya, buah manis ini menjadi inovasi holistik yang telah memacu kreativitas per-sepeda-an Belanda menjadi tidak terkalahkan di seluruh dunia sampai sekarang, mulai dari The Dutch Bicycle Master Plan, funding yang besar bagi infrastruktur sepeda, sistem keamanan canggih untuk mencegah pencurian sepeda, sampai pada produksi dan desain sepeda yang inovatif.

– ditulis oleh Pratiwi Wini A.

6 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

6 responses to “#416 Bicyclopedia Belanda: Solusi dari Fotosintesis Krisis yang Berbuah Manis

  1. mantap…ini baru nama na ide kreatif. aq suka. Bicyclopedia Belanda: Solusi dari Fotosintesis Krisis yang Berbuah Manis. Pertanyaan: #kapan Indonesia biza kyk gn??#

  2. Wildan

    Mungkin bisa diterapkan di Indonesia, khususnya JAKARTA yg kian hari kian semberaut oleh kendaraan pembawa polusi…..

  3. yudith

    good idea..perumpamaannya juga sedap🙂 bd
    Indonesia harusnya nyontek idenya nih..

    • thank u mba yudith🙂 aih…jadi inget bunga sedap malam klo gini nih…hehe….exactly, mgkn levelnya dibikin per provinsi dulu kali ya…soalnya ini bukab hanya masalah infrastruktur aja tapi juga gaya hidup dan kesadaran persepsi…lha klo masih berpikiran bhw mobil itu prestisius dan msyarakat kita belum sadar betul apa itu artinya eco friendly environment ya agak susah mbak…padahal landscape indonesia itu jauh lebih panoramatic dan sangat mendukung lho…ditambah lagi perlu adanya komitmen massal dan kebijakan nasional utk bisa seperti Belanda dlm hal persepedaan…apalagi jakarta…duuuh…sudah susah landscape nya klo mau memanjakan sepeda…lha wong jalan2 udah abis dimonopoli sama gedung pencakar langit, mall2 dan motorized vehicle…it sounds quite impossible buat mewujudkan konsep ini di indonesia but…it doesn’t mean that it’s impossible kan? thanks again for ur commentnya yg sedap mba🙂

  4. Thank you so much Hanida, I do appreciate it🙂 Glad that you enjoy my ideas on this topic🙂

  5. hanida

    menarik banget! analogi ‘fotosintesis’, ‘klorofil’, ‘pupuk’ dan ‘air’-nya sedap😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s