#440 Ruang Terbuka Wadah Kreativitas

Sebagai seseorang yang tumbuh di daerah perkotaan, saya sering merasakan sebuah kebutuhan akan ruang dalam perkotaan untuk ‘menenangkan’ diri dari rutinitas sehari-hari. Saya memimpikan ruang terbuka publik (public open space), yaitu sebuah ruang terbuka yang dapat digunakan setiap orang untuk berinteraksi sosial.[1][2] Sayangnya di kota-kota di Indonesia, secara umum, belum menyadari pentingnya keberadaan ruang terbuka publik sehingga keberadaannya, secara kuantitas, masih tidak sebanding dengan luas area sebuah perkotaan, atau secara kualitas, masih didesain ‘seadanya’.

 Taman Kencana di Bogor, Indonesia, yang dibiarkan ‘seadanya’

Ingatan saya, tiba-tiba berkelana ke masa lalu. Hmm, bukankah tata kota di Indonesia tidak lepas dari keberadaan Belanda dahulu yang membawa konsep Garden City ke nusantara? Konsep ini pada umumnya diterapkan pada pembangunan kota yang baru ‘Nieuwe Wijk’ , antara lain di kawasan Menteng dan Gondangdia di Jakarta, Kota Baru di Yogyakarta, dan Bandung Utara.[3]

Lalu, saya bertanya-tanya, bagaimanakah pemenuhan ruang terbuka publik di Negara Kincir Angin saat ini? Dari internet, saya mengetahui bahwa Belanda menerapkan desain ruang terbuka publik beserta elemen-elemennya secara kreatif, dengan selalu berusaha menciptakan inovasi-inovasi dalam desain ruang terbuka publik.
Kreatif adalah karakteristik mental untuk berpikir ‘outside the box’ dengan pendekatan yang inovatif/berbeda, baru, dan bernilai tertentu, untuk mengatasi masalah, berkomunikasi dengan orang lain, dan bersifat menghibur.[4]

PUBLIC OPEN SPACE + CREATIVITY => GREAT PUBLIC OPEN SPACE

Mari kita berkunjung ke kota Eindhoven, Belanda untuk melihat beberapa contoh kreatifitas Belanda dalam desain ruang terbuka publik :

A. FreeStreet, Lampu LED Phillip

 FreeStreet, the floating lighting, inovasi lampu jalan LED Phillip

 Atmosfer hangat di Catharinaplein, Eindhoven

FreeStreet adalah sebuah inovasi street lighting dalam bentuk floating lighting di Catharinaplein, Eindhoven. Keuntungannya adalah penggunaan tiang-tiang lampu menjadi minimal sehingga memungkinkan penambahan ruang untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Cahaya lampu yang dihasilkan memberikan atmosfer hangat di senja hari.[5]

B. Lampu jalan ‘Close-to-Nature’.

 Lampu gantung spotlight ‘Close-to-Nature’

 Suasana jalan dengan pencahayaan lampu ‘Close-to-Nature’

Lampu gantung spotlight yang diciptakan sebagai usaha pendekatan ke arah kota Eindhoven yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Dedaunan dengan sulur-sulur yang tumbuh merambat di bagian luar lampu menjadi shading yang spektakuler bagi lampu yang ada di dalamnya.[6]

C. Tempat duduk berbentuk tulip di area publik.

 Aplikasi ‘Tulpi’ di open public space

Tempat duduk yang menerima penghargaan The Special Prize for The Most Original Design dalam The Dutch Design Week di Eindhoven, Belanda, diciptakan oleh Marco Manders. The Tulpi Chair didesain ergonomis sehingga sangat nyaman. ‘Tulpi’ bisa diputar 360 derajat sehingga bisa mengikuti lintasan matahari. Ketika Anda berdiri, ‘Tulpi’ menutup sendiri secara otomatis sehingga permukaannya selalu kering dan bersih.[7]

D. Mathildeplein

 View Mathildeplein dari atas

Ruang terbuka publik yang terletak di pusat kota Eindhoven yang penuh kesibukan ini didesain oleh perusahaan lansekap arsitektur Buro Lubbers, dengan view optimal ke arah The Light Tower. Kesatuan desain dengan konsep garis-garis kaku nan kreatif, ada pada bentuk dan material yang konsisten: paving abu-abu, planter baja, bangku kayu, dan bicycle stands di antara planter-planter tersebut.[8]

Saya percaya bahwa kreatifitas-kreatifitas dalam fasilitas ruang terbuka publik akan semakin menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas-kreatifitas tiap individu di Belanda. Berangkat dari kepedulian, tumbuhlah kreatifitas, lalu terciptalah keseimbangan hidup.

Tidak mengherankan Negara Belanda disebutkan sebagai Third Best Country for Work Life Balance [9] dan sebagai The Happiest Nation in The World [10]. Salut buat Belanda yang kreatif. Ayo, semangat! Mari menjadi kreatif🙂.

– ditulis oleh Lisa Hardini

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s