#441 Belajar Bersepeda dari Belanda

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang kian pesat dan terus meningkat menuntut perkembangan sarana dan fasilitas transportasi yang kian memadai. Masalah transportasi sebenarnya adalah satu isu yang krusial dan vital di masyarakat perkotaan Indonesia (dan negara berkembang lain tentunya).

Selain menyangkut mobilitas dan efisiensi kerja, masalah pemilihan moda transportasi berdampak signifikan pada tingkat polusi, tingkat stress, dan kebahagiaan masyarakat perkotaan. Bagaimana tidak ? Tengoklah apa yang terjadi di Jakarta,tengoklah fasilitas transportasi publik, dan jumlah kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor yang membanjiri jalan dengan polusi udara dan kebisingan yang teramat menyesakkan.

Sekarang di Indonesia sudah terbuka lebar kesempatan seseorang untuk memiliki (atau merasa memiliki) sepeda motor keluaran terbaru dengan mudah dan murah. Seolah-olah, dengan uang muka 500 ribuan saja, orang sudah bisa punya motor! Padahal entah, cicilan bulanan bisa terbayarkan atau tidak…

Mobil-mobil keluaran terbaru dengan segenap kecanggihan dan fitur yang entah terpakai atau tidak di jalanan raya Indonesia sama meriahnya. Ada yang berlomba bergengsi ria membeli mobil padahal rumahnya tak bergarasi. Ada yang sebulan ganti sebulan tambah lagi.😀

Tidak akan pernah ada habisnya. Sampai kapan mau memaksakan diri terus menerus ikut perkembangan yang penuh kecepatan namun tanpa pertimbangan mendalam? Bahan bakar fosil sudah jelas tidak proporsional lagi dalam tautan jaman untuk terbarukan dalam rantai konsumsi energi yang sedemikian dahsyat. Kita butuh kebiasaan baru! Kebiasaan yang lebih produktif dan realistis untuk kehidupan! Kebiasaan yang lebih..manusiawi : )

Belajar dari kreatifitas dan penerapan di Belanda, masalah transportasi bisa ditanggulangi dengan pengkultusan tradisi bersepeda. Kebiasaan bersepeda ini dibangun secara sinergis di tiap aspeknya. Tidak hanya membuat kebijakan, tapi juga membangun infrastruktur, dengan sosialisasi yang intens, serta kontrol dan evaluasi yang berorientasi pada kemajuan. Hal ini dalam penerapannya memberi nafas bagi pembaruan dalam kebiasaan bersepeda.

Masalah lalulintas selalu memuncak di jam-sibuk kerja. Ketika para pekerja melakukan mobilitas dengan kendaraan bermotor. Di Belanda, moda transportasi diciptakan dalam sinergi yang didesain dan terkonsep. Di sini tradisi bersepeda digalakkan dengan hebatnya.

Di Belanda, pendidikan, informasi, dan dorongan memainkan peran penting dalam kebijakan bersepeda. Yang menjadi sasaran adalah bagaimana membangun kesadaran dalam masyarakat untuk bersepeda sejak dini, dan selanjutnya didukung dengan menciptakan kemungkinan tersebut menjadi sesuatu yang nyaman untuk dilakukan.

Pendidikan lalu-lintas menjadi sesuatu yang wajib dalam program pengajaran di sekolah dasar. Fokusnya termasuk pula pada pengajaran tentang regulasi dan aturan lalu-lintas bagi pesepeda. Sebagian besar anak-anak di sini berlatih sepeda dan peraturan berlalu lintas dengan sepeda sejak usia sangat muda.

Keberhasilan habitus bersepeda juga ditunjang dengan faktor sistem yang saling terkait dan mendukung. Di Belanda, sepeda bisa terkoneksi dengan fasilitas transportasi publik. Kombinasi sepeda dan transportasi publik mendatangkan keuntungan dan efisiensi yang luar biasa.

Kekuatan kombinasi ini terletak pada pembangunan fasilitas parkir dan penitipan sepeda di stasiun maupun dermaga. Pesepeda bisa memilih tempat yang gratis tanpa penjaga, dan ada juga yang berbayar lengkap dengan penjaga.

Selain itu pembangunan infrastruktur juga memadai dan manusiawi buat para pesepeda. Mulai dari dibuatnya jalur khusus sepeda, baik di jalan raya maupun di jembatan. Kemudian ada kawasan khusus sepeda, serta ada jalan raya khusus sepeda.

Bersepeda bukanlah habitus yang ketinggalan jaman,
justru dia adalah habitus yang selalu tahan jaman !

Semoga kita juga bisa belajar bersepeda dari Belanda.

– ditulis oleh Timoteus Kusno

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s