#453 Kecil Wilayah, tapi Besar Prestasi

Sering kita mendengar, “Betapa sulitnya mencari 11 orang pemain sepakbola diantara 237 juta jiwa penduduk Indonesia”. Tapi ucapan itu tidak berlaku bagi Belanda. Dengan jumlah peduduk yang hanya sekitar 16 juta jiwa, Belanda mempunyai pemain-pemain sepakbola yang hebat. Masih segar diingatan kita ketika Belanda mencapai final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Tahun 1974 dan 1978, Belanda juga mencapai final Piala Dunia, sayangnya mereka gagal di final. Walaupun gagal, mereka memainkan sepakbola menyerang yang sangat menarik dan pantas bila disebut “Juara tanpa mahkota”.

Satu-satunya gelar resmi bagi tim Belanda adalah ketika menjadi juara Piala Eropa tahun 1988. Ketika itu Belanda diperkuat Ruud Gullit, Marco van Basten, Frank Rijkaard dan Ronald Koeman. Ruud Gullit sebagai kapten tim, memimpin rekan-rekannya memainkan sepakbola menyerang untuk mengalahkan lawan-lawannya. Gullit dengan rambut gimbalnya seakan menjadi simbol seorang imigran asal Suriname yang berpretasi. Ini membuktikan suksesnya pembauran antara imigran dan warga pribumi Belanda. Disamping itu juga, setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa berprestasi di Belanda.

Winner Euro 1988

Tahun 1996, Richard Krajicek menjuarai turnamen tenis Wimbledon. Krajicek satu-satunya pemain Belanda yang pernah menjadi juara Wimbledon dan mampu mengalahkan dominasi Pate Sampras antara tahun 1993 sampai 2000 di turnamen itu. Semua orang kagum pada penampilan Krajicek, karena sebelumnya Belanda tidaklah terkenal di dunia tenis.

 Richard Krajicek

Inge de Bruijn mengejutkan dunia ketika meraih 4 medali emas dan 1 medali perak di Olimpiade Sidney tahun 2000. Prestasinyapun berlanjut di kejuaraan renang Eropa sampai ke Olimpiade Athena 2004. Prestasi Inge de Bruijn menjadi pemacu semangat bagi perenang-perenang Belanda saat ini.

 Inge de Bruijn

Meskipun wilayah negaranya kecil dan penduduknya sedikit, tapi dengan kreatifitas tinggi bisa membuat prestasi yang begitu besar. Pemain-pemain sepakbola Belanda, Richard Krajicek dan Inge de Bruijn menjadi yang terbaik dan membuat rekor, bukanlah secara kebetulan. Mereka merupakan hasil pembinaan sejak masih kecil. Bakatnya tersalurkan dengan mendapat banyak kesempatan untuk bertanding karena sistem kompetisi olahraga di Belanda yang sangat teratur.

Kesuksesan Belanda ini, ditunjang oleh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan olahraga. Waktu untuk latihan, bertanding dan istirahat para atlet telah dirancang dengan rapi. Makanan para atletpun juga sesuai dengan nutrisi lengkap yang dibutuhkan.

Klub-klub olahraga di Belanda mempunyai jadwal latihan dan bertanding yang teratur. Dimulai dari klub, para atlet telah ditanamkan disiplin yang tinggi, kesadaran dan tanggung jawab sebagai atlet profesional. Klub-klub sepakbola Belanda menjadi awal bagi pemain-pemain terbaik dunia seperti Romario dan Ronaldo yang pernah bermain di PSV Eindhoven dan kemudian membawa negaranya Brazil menjadi juara Dunia tahun 1994 dan 2002.

Pelatih-pelatih olahraga juga selalu berpikir dan menciptakan pola latihan dan teknik bertanding yang lebih baik. Seperti Rinus Michel yang menciptakan “Total Football”, suatu teknik permainan sepakbola menyerang yang sekarang banyak dipakai oleh tim-tim sepakbola di seluruh dunia.

Indonesia seharusnya belajar dari Belanda dalam hal olahraga. Sebenarnya anak-anak Indonesia juga mempunyai bakat yang sama seperti anak-anak Belanda. Banyak anak-anak Indonesia yang berpretasi ditingkat junior, tapi mereka tidak siap atau gagal untuk menjadi atlet profesional.

Suatu kehormatan bagi saya jika suatu saat nanti diberi kesempatan menyaksikan secara langsung pembinaan olahraga di negeri Belanda.

– ditulis oleh Wahyudi

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#453 Kecil Wilayah, tapi Besar Prestasi

  1. tulisannya menginspirasi semoga bangsa kita tergerak untuk lebih maju dan maju dan maju mengingat rekam jejak sejarah Belanda di Indonesia.salam budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s