#456 Potret Riset di Indonesia dan Belanda

“Knowledge should bring benefits to the society”

Ilmu pengetahuan memang selayaknya wajib memberikan sumbangsih yang bermanfaat terhadap kehidupan masyarakat sekecil apapun bentuk kontribusi tersebut. Belanda sebagai negara yang kreatif dan sangat concern dengan pendidikan nampaknya sangat menerapkan hal tersebut di berbagai bidang penelitian. Jargon tersebut juga menjadi pembeda karakter riset di negeri kincir angin dengan di Indonesia.

Sebagai bagian dari civitas akademika sebuah perguruan tinggi di Indonesia, kita acap menjumpai tumpukan karya hasil penelitian yang hanya menjadi koleksi pustaka semata. Laporan hasil penelitian tersebut hanya berhenti pada tataran “rak buku” perpustakaan tanpa ada tindak lanjut yang konkret. Riset yang dilakukan hanya sebagai prasyarat untuk memenuhi standar tertentu seperti standar pemenuhan kelulusan akademik untuk mendapatkan gelar atau promosi jabatan. Bukti yang paling nyata, Indonesia dengan segala potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia nya ternyata justru hanya mampu membeli hasil inovasi, bukan menciptakan inovasi.

Karakter penelitian di Indonesia tersebut sangatlah kontras dengan jiwa dan semangat penelitian di Belanda. Belanda menjadi negara dengan urutan ketiga di dunia untuk dampak dari publikasi penelitiannya. Fakta ini merupakan parameter nyata bahwa setiap penelitian yang dilakukan selalu ada tindak lanjut yang mengikutinya sehingga memberi dampak kepada masyarakat penggunanya. Para peneliti di universitas di Belanda selalu mengangkat berbagai kajian ilmu yang belum terungkap. Hal ini tentu sangat menawarkan khasanah keilmuan yang baru. Penelitian yang dilakukan bersifat fresh research dan bukan hasil reproduksi penelitian terdahulu.

Para peneliti di Belanda meyakini bahwa pembelajaran akan berkelanjutan jika pengetahuan dan pemahaman berhasil diperoleh dan dihayati oleh mereka yang pada akhirnya akan melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang baru itu, dan juga jika mereka berada di dalam organisasi yang mendukung perubahan. Universitas di Belanda sangat menyediakan lingkungan nyaman yang mendukung ‘perubahan’ tersebut. Terdapat 14 universitas riset di Belanda yang menyediakan banyak bidang penelitian untuk dikaji. Fakta yang menarik adalah para peneliti dan supervisor nya saling berkolaborasi dengan kuat sehingga tidak menimbulkan jarak antara peneliti dengan pembimbingnya. Kenyamanan seperti ini tentu saja berefek kepada kualitas penelitian yang memberikan garansi mutu tinggi. Universitas di Belanda juga sangat terbuka menerima pelajar internasional. Heterogenitas pelajar dari berbagai belahan dunia tentu akan menciptakan iklim pembelajaran yang sangat kompetitif dan bermutu tinggi. Pemerintah Belanda juga termasuk ke dalam negara Eropa pemberi beasiswa terbesar bagi pelajar internasional. Belanda merupakan negara non berbahasa Inggris pertama yang menawarkan program studi berbahasa Inggris. Satu hal yang menarik adalah universitas di Belanda banyak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan daripada Bahasa Belanda yang bisa menjadi indikator bahwa universitas di Belanda adalah universitas berkelas dunia.

Kita sebagai akademisi hendaknya perlu belajar dari semangat para peneliti di Belanda. Hasil penelitian memang seharusnya ditindak lanjuti untuk kemajuan peradaban manusia. Tanpa adanya tindak lanjut dari hasil publikasi penelitian, maka penelitian hanya akan menjadi tumpukan referensi belaka di perpustakaan. Semangat untuk terus memberikan sumbangan bagi kemajuan ilmu pengetahuan harus selalu tertanam di setiap benak para peneliti.

– ditulis oleh Arief N. Mustaqim

8 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

8 responses to “#456 Potret Riset di Indonesia dan Belanda

  1. Billy Budi Kusuma

    Sebuah pemikiran yang progresif !
    Sudah sepantasnya kekhawatiran itu turut kita rasakan, wahai para peneliti muda !
    Artikel yang kritis namun cerdas analitis, motivasi dan pemahamanmu layak mengantarkanmu ke negeri kincir angin !
    Good Luck, Arief !

  2. yudistira

    tidak banyak yang menyadari hal ini.
    atau justru pada memanfaatkan situasi ini.
    bagus Arief, kita harus jadikan Belanda sebagai contoh!

    • gogon 89

      ayo pemuda-pemudi, pada nyadar dong,
      jangan pada memanfaatkan keadaan buat kepentingan pribadi,
      ayo perbaiki yang salah !!!!!!

  3. Andi Setiawan

    kalo boleh pinjem kata-kata Pak Tukul: wow, IT’S AMAZING😀
    ….setuju sekale dengan yang satu niii, masalah mendasar bangetzzz

  4. eva syahidah

    Artikel anda bisa menjadi salah satu solusi bagi negara indonesia yang merupakan negara berkembang, menjadi negara maju dengan adanya tindak lanjut yang konkrit terhadap hasil karya penelitian yang dikhususkan untuk kesejahteraan warga negara Indonesia. Gagasan atau ide yang tertuang pada karya penelitian sebenarnya banyak yang memiliki manfaat besar guna kemajuan negara Indonesia, namun disayangkan hal tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

  5. Memang sepantasnya seperti itu. Sudah saatnya negara kita melakukan perubahan seperti yg sudah dipaparkan diatas.
    Artikelnya bagus dan menarik mas..😉

  6. Denny Budi Kusuma

    Saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas tulisan saudara. Sebuah analisis solutif yang sangat fundamental bagi bangsa kita Indonesia. Pun demikian dengan apa yang saya rasakan dan mungkin rekan pelajar yang lain, sebuah persepsi yang sangat keliru, bahwasanya pemikiran kritis kita cenderung dipublikasikan untuk semata-mata mendapatkan penghargaan bagi kepentingan pribadi tanpa memperdulikan apakah pemikiran tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi bangsa kita tercinta secara riil atau tidak. Kita sadari bersama bahwa pemikiran tersebut berangkat dari sistem birokrasi kita yang salah kaprah dalam menyikapi setiap pemikiran-pemikiran kritis anak bangsa. Solusinya??? Tepat seperti apa yang saudara Arief sampaikan, tidak dapat dipungkiri lagi, bangsa kita perlu kembali belajar pada negeri Belanda.

  7. Zuraida

    Great analysis. We need to explore more and act more. Nice articel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s