#459 Belanda, Potret Negara Agraris yang Sebenarnya

Berbicara mengenai Negara Belanda, ingatan saya akan selalu tersambung dengan mantan negri penjajah dan kemajuan pertaniannya. Latar belakang pendidikan saya yang sedang mendalami agribisnis, mengantarkan saya untuk mengenal sepak terjang dan pola strategi Negara Belanda untuk memajukan sektor pertaniannya. Bukan hal yang sulit untuk menemukan berbagai topik kemajuan pertanian Belanda di majalah-majalah Indonesia, sekaligus di perkuliahan karena sejarah pertanian di Indonesia yang masih erat kaitannya dengan negri orange tersebut.

Belanda meninggalkan banyak pembelajaran di dunia pertanian mengenai pengairan, pola tanam, pendirian pendidikan khusus pertanian, pelatihan mengenai analisa usaha tani (landbouwbedrijfs ontledingen) dan lain sebagainya. Namun yang paling populer adalah sistem tanam paksa (cultuur stelsel) oleh Van den Bosch yang mewajibkan setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila dan tembakau.

“If you want the present to be different from the past, study the past.” (Baruch Spinoza, Dutch Philosopher)

Sesuai dengan kutipan diatas, Belanda telah membuktikan menjadi negara yang berbeda dari negara-negara lain di dunia dengan terus belajar dan belajar. Belanda tampil menjadi negara yang kuat dan sering masuk dalam jajaran negara-negara terbaik di dunia di berbagai aspek. Belanda adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar kedua setelah USA dan negara pengekspor sayur serta bunga terbesar ketiga di dunia. Belanda memasok seperempat dari sayuran yang diekspor Eropa. Meskipun Belanda tergolong negara maju namun sektor agribisnis menjadi salah satu sektor utama dan pendorong kemajuan ekonomi Belanda.

“Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”

Kedua hal tersebut yang membawa negara Belanda selalu menjadi yang terbaik. Kemajuan sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan namun juga sangat memperhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan. Pemerintah Belanda membentuk Mentri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Agriculture is our wisest pursuit, because it will in the end contribute most to real wealth, good morals, and happiness.”
(Letter from Thomas Jefferson to George Washington (1787))

Pada tahun 2010, di Belanda terdapat 10.000 Ha greenhouse dan separuhnya digunakan untuk menanam sayuran. Tomat, paprika dan mentimun merupakan hasil utama dari greenhouse ini. Greenhouse di Belanda dilengkapi teknologi yang canggih dan mengefisienkan waktu kerja.

Contohnya, greenhouse yang memproduksi honing tomaten sejenis tomat ceri dengan warna merah cerah, tekstur daging buah yang renyah dan cita rasa manis seperti madu. Greenhouse honing tomaten ini bisa dikatakan unik karena melibatkan lebah madu sebagai predator alami dan membantu dalam penyerbukan bunga tomat. Penggunaan lampu ultraviolet pada musim salju menggantikan paparan sinar matahari agar tanaman tetap dapat berfotosintesis sehingga kegiatan produksi tomat tidak terhenti. Desain kreatif pada kemasan makin mempercantik dan memberi kesan eksklusif tomat-tomat ini. Pemikiran kreatif yang membuat tomat tidak dipandang hanya sebagai sayur atau buah saja, namun mampu memberi kesan yang indah, eksklusif bahkan menarik untuk dijadikan cenderamata. Berikut kemasan honing tomaten yang begitu menarik dan telah mengisi rak-rak supermarket di Eropa.

Belanda adalah contoh menjadi negeri agraris yang produktif, inovatif, kreatif, berskala dunia namun tetap menomorsatukan konsep ramah lingkungan, penggunaan teknologi berkelanjutan, efisiensi energi dan berorientasi pada kepuasan konsumen. Indonesia bisa belajar dari Negri Belanda, untuk menjadi negara agraris yang sebenarnya.

– ditulis oleh Febbry Andari

3 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

3 responses to “#459 Belanda, Potret Negara Agraris yang Sebenarnya

  1. Bagus tulisan dan pemikirannya. Kita sepaham. Semoga usahanya lancar mbak. Salam.

  2. Ping-balik: Ternyata Belanda punya Pertanian Bagus lho!!! | Agribisnis Politeknik Negeri Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s