#461 Sebuah Permata Kegemilangan ala Belanda

“Dalam suatu kondisi tidak menguntungkan seseorang akan menunjukan sesuatu yang diluar batas kemampuannya dan melebihi akal sehatnya”

Falsafah lama ini tentu akrab di telinga kita. Lalu, Pernahkah diantara kita mengalami hal demikian?

Suatu hari dalam sebuah diskusi bersama dosen saya, beliau mengungkapkan bahwa ketika menghadapi tantangan seorang manusia dapat mengeluarkan potensi terpendamnya bila ia dihadapkan pada bermacam tantangan yang dahsyat. Konversi yang terjadi menghasilkan variasi potensi yang beraneka-ragam dan selanjtunya bermetamorfosis menjadi sebuah kompetensi.

Belanda sebagai sebuah Negara pada hakikatnya di masa lalu mengalami berbagai tantangan yang membuat mereka mau tidak mau harus berdamai dengan keadaan dan memilih tidak untuk meratapi kondisi yang ada. Tengoklah aspek-aspek seperti kondisi permukaan tanah yang berada dibawah permukaan laut, berada di tengah kerumunan bangsa penakluk eropa pada masa lampau, dan kondisi sumber daya manusia yang jauh tertinggal dibanding bangsa eropa lainnya seperti Spanyol dan Portugal yang dahulu dikenal sebagai pelopor ekspedisi maritim keluar eropa ataupun Inggris pada bidang industrialisasinya serta Prancis dalam ranah revolusi politiknya.

Situasi yang amat tidak bersahabat ini mau tidak mau membuat Belanda harus kreatif. Agaknya perkembangan Belanda merupakan model yang tepat untuk menggambarkan keberadaan teori Challenge and Respond. Dimana hal inilah yang menyebabkan lahirnya kreatifitas tanpa henti. Tantangan yang hadir di depan mereka pada masa lalu disikapi dengan baik dan efektif sehingga menghasilkan Belanda seperti yang kita ketahui pada hari ini.

Selain itu Belanda juga patut dikagumi dalam pengaplikasian metode ATM. Tentu bukan mesin penarik uang dalam hal ini tapi itu adalah Amati Tiru dan Modifikasi. Beberapa model Negara memang memiliki aplikasi yang berbeda dalam menyikapi metode pengaktualisasian ini namun apa yang dilakukan belanda dengan mengamati tantangan yang secara nyata mereka hadapi sangatlah bijaksana, selanjutnya di masa lalu masyarakat Belanda turut melakukan apa yang saat itu menjadi tren Bangsa Eropa yaitu melakukan Ekspansi kekuasaan dengan harapan mereka bisa memiliki koloni baru yang bisa mendukung mereka dalam banyak hal.

Berikutnya dalam memodifikasi saya rasa Belanda memenuhi banyak aspek untuk dikagumi dalam hal ini. mengetahui apa yang menjadi kekurangan mereka serta melihat bangsa Eropa lainnya telah memiliki trademark tersendiri Belanda dengan jitu melihat serta mempersiapkan kebutuhan mereka dengan sangat baik. Mereka getol dan ulet melihat arsip dari berbagai bangsa serta belajar dari situ untuk kemudian diadaptasi sesuai dengan kebutuhan mereka. Keinginan untuk berjalan dalam kecepatan yang sama dengan bangsa lainnya juga membuat Belanda sadar akan pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia. Hal ini diwujudkan oleh Pangeran Willem van Oranje dengan membangun sebuah universitas di Leiden pada tahun 1575.

Maka jika dilihat kembali keberhasilan belanda yang pada hari ini telah banyak dinobatkan seperti misalnya secara ekonomi Belanda merupakan negara terbaik kedua di dunia dalam kategori Best Place For Business, atau menempati peringkat ketiga jumlah universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012 tidak lepas dari kehidupan masa lalu masyarakatnya. Kreatifitas yang lahir dari tantangan itu ternyata berhasil berevolusi menjadi sebuah potensi dan secara riil bermetamorfosis menjadi kompetensi.

Refleksi yang disuguhkan belanda menjadi contoh yang tepat bahwasannya tantangan itu adalah bahan material utama untuk membuat sebuah permata kegemilangan.

Tertarik untuk memilikinya?

– ditulis oleh Madito Mahardika

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#461 Sebuah Permata Kegemilangan ala Belanda

  1. MS Rasyid

    Sebuah catatan reflektif bagi negara mana pun yang ingin mengubah potensi SDMnya menjadi SDM kompeten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s