#462 Mengintip Inovasi si Negara Kincir Angin, Mematahkan Batas, dan Membangun Negeri Tercinta

Long time no see kawan-kawan!

Tidak jemu-jemunya deh saya terus menulis motivasi-motivasi yang terus membuat kita memilikimindset positif. Kenapa? Soalnya negeri kita ini masih kelebihan yang namanya insan “putus asa” , pragmatis, ataupun “membatasi kemampuan diri sendiri”(>_<).

Well, kali ini saya mau cerita soal negara Belanda yang dikenal si negara kincir angin, yang gemar berinovasi. Setelah melakukan “interogasi” dengan teman baik penulis yang pernah ke Belanda (ciee), penulis baru dapat pencerahan untuk membuat artikel ini. Dan waw ceritanya tidak kalah seru, man! Dan pastinya, terus menginspirasi penulis terus sayang sama Indonesia dan berkomitmen untuk setia bangsa dan negara Indonesia (dan semoga teman-teman juga,he).

Belanda berada dalam kondisi tidak menguntungkan..Posisi Belanda secara geografis tidaklah menguntungkan. Dataran Belanda merupakan bagian dataran delta dari tiga sungai utama di benua Eropa. Tentu saja dengan kondisi demikian Belanda akan “kelebihan” air. Pada 120 abad lamanya, sungai Rhyne, Meuse, dan Belgian Schelde terus menggerus dataran Belanda menjadi tepian berpasir yang memanjang. Keadaan geografi ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat Belanda. Beberapa daerah telah tergenang akibat pasang surut Laut Utara. Belum lagi ancaman pemanasan global yang ikut memberikan kontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut. Akibatnya negara Belanda bisa saja tergenang oleh permukaan air laut dan hanya menjadi cerita masa lalu saja.

Belanda belajar dari keterbatasan dan keterbatasanlah awal tonggak Belanda untuk meraih potensi baru negeri mereka.

Langkah inovasi pun harus segera dilakukan. Pada awal abad 19 kemudian dibangun polder systemdimana lahan yang terlindungi dari ketinggian permukaan tanah yang lebih rendah dari level ketinggian air. Ide awalnya adalah simple polder yang membentangi Rotterdam, The Hague, Amsterdam, dan Utrecht yang lebih dikenal dengan nama Green Heart of Holland. Tidak hanya sampai disitu, ide yang mengejutkan pun diutarakan yaitu Modern Polder sebagai Water Project, yaitu dengan melakukan manajemen air yang melimpah baik dari laut maupun sungai. Tujuan Water Project adalah memberikan ruang terhadap sungai dengan memperdalam dan memperlebar sungai untuk digunakan keperluan agrikultur. Prinsipnya, membuat polder di sisi sungai atau laut yang level ketinggian air lebih tinggi daripada permukaan daratan. Kincir angin pun dinovasikan sehingga dimanfaatkan tidak hanya untuk pembangkit listrik namun sebagai bagian dari water management. Pada akhirnya bukan memandang air sebagai musibah tetapi sebagai hadiah (penyumbang lebih dari 70% Pendapatan Bruto Negara Belanda) dimana  sebagian lahannya berada 7 meter dibawah permukaan laut (wow). Indonesia dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih luarbiasa..

Memang banyak sekali sejuta masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Tetapi bukanlah alasan untuk kita tidak terus berbenah diri.

Gambar diatas mungkin sedikit menyindir bagaimana Indonesia yang justru mempersempit lahannya padahal pemanasan global juga dialami negeri tercinta. Cerita diatas bukanlah kebanggaan penulis tentang uniknya negara Belanda tetapi merupakan ujung tombak kekuatan kita untuk terus berinovasi. Apabila alasan untuk berinovasi terus ditunda karena A,B,C, dan seterusnya kita tidak akan maju-maju kawan.

You need going to outbox ,man..Break Our Limit and Build our Country!

Jadikan keterbatasan itu bukanlah sebagai penghalang, tetapi jadikanlah sebagai kelebihan, kelebihan untuk terus berinovasi dan berupaya sepenuhnya bagi negeri kita tercinta n_n.

– ditulis oleh Dwi Febriana R.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s