#471 Rahasia Dibalik “Formula D”-nya Belanda

Ada yang tau sistem pendidikan ala Negeri Kincir Angin yang bikin beda dari negara lain? Ga tau kaaan…? Haha. Nah, saya akan jelaskan di mana yang bikin bedanya.

Belanda yang terkenal dengan universitas tertuanya, yaitu Leiden University ini memiliki kurikulum pendidikan yang cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kreatifitas angkatan kerjanya. Dari berbagai tingkatan pendidikan yang ada, tujuan akhirnya yaitu untuk memenuhi kebutuhan job market. Jadi, kemampuan di bidang tertentu secara spesifik dan kekreatifitasannya yang matang sangat dibutuhkan.

Nah, tadi itu baru prolognya. Intinya di sini kawan-kawan. DEBAT. Lho kok tiba-tiba muncul kata “debat”? Kenapa debat? Bukannya bikin berantem orang aja ya? Apalagi di institusi pendidikan, dosen sama mahasiswanya bisa jontot-jontotan tuh? Hahaha…itukan Indonesia, lain lagi kalo intelek Belanda yang debat.

Ini dia yang dimaksud “Formula D”, debat! Semua orang di Belanda bebas menuangkan pemikiran/idenya di publik. Jadi, ga salah dong cuma menyampaikan ide. Ternyata “Formula D” ini memang memiliki banyak kelebihan dibandingkan metode pendidikan konvensional seperti kita atau teacher centered. Sistem pendidikan yang dimaksud adalah problem based learning. Nah, dari namanya aja udah keliatan di mana unsur penerapan debatnya. Para mahasiswa dibiasakan untuk bisa menyelesaikan masalah sehari-hari secara logis dulu, barulah masalah yang lebih kompleks secara sistematis. Hal ini bertujuan untuk menciptakan motivasi belajar dan observasi ilmu dari dalam dirinya sendiri. Pastinya akan lebih efektif ketimbang disuapin dan diceramahin dosen, bakal ngantuk deh. Hehe, ketauaan nih…

Keefektifan “Formula D” ala Belanda ini sudah terbukti manjur. Di tahun 2011 saja, Times Higher Education World University Ranking menempatkan 12 dari 13 universitas riset Belanda menduduki peringkat top 200 setelah Amerika Serikat dan Inggris, meski Belanda hanya memiliki populasi penduduk sebanyak 16,8 juta orang. Coba bandingkan dengan bangsa Indonesia yang penduduknya luar biasa banyak, 230 juta orang!Wuih wuih, bisa dibayangkan orang-orang yang sekolah di Belanda adalah manusia dengan kemampuan potensi akademik yang tinggi ya. Tidak hanya itu kawan-kawan, saat ini pun kira-kira sekitar 30.000 makalah penelitian yang ditulis oleh setidaknyasatu penulis Belanda setiap tahunnya, dengan rata-rata 73 publikasi dalam publikasi ilmiah internasional per tahun per 100 peneliti –dua kali rata-rata global. Data ini didapatkan dari laporan pada indikator ilmiah oleh kementrian pendidikan Belanda pada 2010. Benar-benar negeri superior dunia…

Nah, dari fakta-fakta di atas, memang terbukti bangsa Belanda memiliki kemajuan ilmu pengetahuan dan aplikasinya yang selaras. Bila kalian berkesempatan untuk melanjutkan studi S2 dan S3 ke Eropa, marilah lirik Negeri Kincir Angin ini. Memang bangsa mereka telah menjajah bumi pertiwi selama 350 tahun, tetapi justru hal ini yang membuat kita memiliki “hak” atas kemajuan Belanda. Karena tanpa kekayaan alam Indonesia, Belanda tidak mungkin bisa maju. So, jangan ragu mengarahkan haluanmu ke Negeri Kincir Angin untuk meraih gelar Master dan Doktor-mu:)

“Lupakan masa lalu yang kelam, cahaya mentari tidak akan muncul dari petang sebelumnya, tetapi pada petang sesudahnya.” (Penulis)

– ditulis oleh Dimas Yunianto Putro

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s