#488 3 Inovator Belanda untuk Indonesia

Jika mengingat Belanda, sedikit merefrseh ingatan kita akan sejarah suram yang diberikan negara ini kepada Indonesia. Sekian cerita miris yang berselaput duka, menimbulkan hasrat untuk membalas segalanya dengan hal-hal yang dapat menunjukkan bahwa Indonesia bisa.

Namun, masa suram itu adalah cerita lama dan tinggal sebagai sejarah. Pernahkah terpikirkan oleh anda, siapa orang-orang yang menjadi dalang dalam sedikit perubahan di zaman penjajahan? Mereka yang memberikan inspirasi dan inovasi yang membawa dampak luar biasa bagi perubahan di Indonesia.

Mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Namun, sudah sewajarnya kita mengulas kembali, mereka sang inovator bagi perubahan Indonesia di masa penjajahan, yang telah mencurahkan sedikit ide-ide kreatif yang mampu menggugah kita semua. Berikut 3 orang sang Inovator asal Belanda yang mengambil alih dalam perubahan di Indonesia semasa penjajahan.

1. Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker

Beliau lebih sering disapa sebagai Douwes Dekker. Pria kelahiran Pasuruan 8 Oktober 1879 ini berasal dari pasangan suami istri yaitu, Auguste Henri Edouard Douwes Dekker berasal dari Belanda, sedangkan ibunya Louisa Margaretha Neumann adalah wanita Indonesia berasal dari Jawa.

Douwes Dekker memiliki segudang pengalaman dan ia bukanlah orang yang gampang menyerah. Salah satu inovasi yang diberikan Douwes Dekker kepada Indonesia pada masa penjajahan adalah, idenya untuk menghilangkan perbedaan dalam kehidupan sosial. Ia bersama Cipto Mangkusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan Indische Partji yang pada pencapaiannya mampu merekrut 5000 orang.

Selain itu, Douwes Dekker juga peduli terhadap dunia pendidikan. Ia mendirikan sekolah Ksatrian Instituut di Bandung. Seluruh sistem pembelajaran hingga kegiatannya diatur oleh Douwes Dekker sendiri. Namun, Jepang pada tahun 1933 merasa tidak terima, dan menutup sekolah tersebut.

2. Kassian Cephas

Kamu yang gemar dengan dunia fotografer, sudah seharusnya mengenal sosok ini. Seorang pria kelahiran Belanda, 15 Februari 1844 dan meninggal pada tahun 1912. Tokoh ini patut diangkat kehadirannya, mengingat dia adalah sekian dari pelopor fotografer yang ada di Indonesia. Ia berdarahkan Belanda, namun ia menjadi seorang pribumi sejak kelahirannya. Memulai menata karir sebagai seorang fotografer sejak tahun 1861, ketika ia belajar fotografi dengan Simon Willem Camerik.

Karir nya yang paling memukau adalah pada saat ia menjadi seorang fotografer untuk kerajaan Kraton ketika Sultan Hamengkubowono VI memimpin. Cephas memiliki banyak kesempatan untuk mengambil sejumlah foto yang ada di dalam keraton, termasuk di dalamnya momen-momen penting yang akhirnya dibukukan pada buku karya Groneman.

Selain itu, Cephas juga melakukan hal yang mulia dalam hal pengambilan foto unutk penelitian monumen kuno peninggalan zaman Hindu-Jawa yaitu kompleks Candi Loro Jonggrang di Prambanan.

3. Wolter Robert baron van Hoëvell

Pria ini asli kelahiran Belanda, 15 Juli 1812, dan wafat pada usia 66 tahun. Dia adalah seorang pendeta yang ditugaskan di Batavia. Tindakannya yang patut dianggap sebagai seorang inovator sejati adalah, pengajuan petisi untuk kebebasan pers, serta gagasannya yang menginginkan peningkatan standar pendidikan penduduk Indonesia. Sehingga, ia mendirikan sekolah-sekolah di daerah Jawa.

Mereka adalah sang Inovator yang telah memberikan sedikit inovasinya kepada kemajuan Indonesia. Sewajarnya kita berterima kasih kepada mereka, namun kita dapat mewujudkannya dengan meniru semangat juang mereka. Siapa lagi kalau bukan kita penduduk Indonesia yang harus merubah keadaan ini semua, agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

– ditulis oleh M. Habieb

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s