#493 Negeri Ramah Lingkungan Itu Bernama Belanda

Mendengar nama negara di atas pasti telinga kita sudah tak asing lagi dengan keramahannya dalam menjaga lingkungan. Sebuah negara yang mengadopsi konsep hijau untuk membangun wilayahnya dan melakukan aktivitas sehari-seharinya. Belanda memfokuskan konsep hijau tersebut dalam beberapa bidang diantaranya sistem transportasi, arsitektur ramah lingkungan, dan tenaga angin yang bisa digunakan untuk kegiatan pertanian, industri, dan drainase. Lalu apa dan bagaimanakah sistem transportasi yang dipakai di negara tersebut? Seperti apakah arsitektur ramah lingkungan yang ada disana? Dan apa pula alat yang dipakai untuk memanfaatkan tenaga angin tersebut? Mari kita simak paparan berikut ini.

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, masyarakat Belanda yang memiliki kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan sangat hati-hati dalam memilih alat untuk membantu kegiatannya, terutama dalam berpergian. Alat tranportasinya pun sangat ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap, tidak memerlukan bahan bakar, dan juga tidak memiliki mesin. Lalu apakah alat transportasi itu? Ya, alat transportasi itu bernama sepeda. Transportasi ini sudah menjadi budaya dalam kegiatan berpergian masyarakat Belanda. Bukan hanya untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara, sepeda juga bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan data yang penulis dapat bahwa sebanyak 27% dari total perjalanan penduduk Belanda dilakukan dengan bersepeda. Presentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju lain seperti Denmark (18%), Jerman (12%). Bersepeda di Belanda kini tidak hanya menjadi suatu kebutuhan tetapi juga gaya hidup.

Predikat ramah lingkungan yang dimiliki Belanda tidak hanya melekat pada sistem tranportasinya saja. Tetapi juga pada bidang arsitekturnya. Pernah suatu waktu saya mengamati bagunan-bangunan peninggalan Belanda di Indonesia dan hampir keseluruhan bangunan tersebut memiliki langit-langit yang tinggi, sehingga temperatur dalam ruangan tidak panas, dan sejuk walau tanpa pendingin udara. Lalu terdapat pula beberapa jendela besar yang memungkinkan sinar matahari masuk, sehingga pada siang hari ruangan akan terang walau tidak menyalakan lampu. Baik penerangan dan sirkulasi udara pada bangunan secara tidak langsung menjadi hemat energi dan ramah lingkungan. Tentu hal ini pun diterapkan di Belanda itu sendiri. Seorang pengembang proyek, COen Van Oostrom, telah membangun beberapa gedung perkantoran ramah lingkungan di tepi sungai Mass, Rotterdam. Ia pun berencana akan terus mengembangkan gedung-gedung ramah lingkungan di negerinya itu.

Yang terakhir ialah pemanfaatan tenaga angin untuk kegiatan pertanian, industri, dan drainase. Kita pasti sudah tak asing lagi dengan “Kincir Angin”. Sebuah ciri khas yang melekat pada negeri bunga tulip tersebut. kincir angin sendiri memiliki beberapa fungsi antara lain, untuk kegiatan pertanian, seperti menggiling gandum dan menggiling hasil panen lainnya. Dalam bidang industri, kincir angin berfungsi sebagai alat pengasah kayu, memproduksi kertas, mengeluarkan minyak dari biji, dan lain sebagainya. Dalam bidang drainase, kincir angin sangat bermanfaat untuk tenaga penggerak pompa yang menguras air dan membuang air tersebut ke sungai atau pantai yang posisinya lebih tinggi, sebab hampir seluruh daratan di Belanda berada di bawah permukaan air laut. Oleh karena itu, Agar tidak banjir, dibuatlah bendungan atau tanggul-tanggul dan kincir angin.

Penerapan konsep hijau juga tidak terbatas pada bidang di atas saja, masih banyak bidang-bidang lainnya yang ramah lingkungan. Tentunya, kota yang teratur, selaras, dan minim polusi udara membuat hidup jadi seimbang. Semoga apa yang telah dilakukan Belanda dapat ditiru negara lainnya.

– ditulis oleh Rachmalia Puteri

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s