#515 Mengapung bersama Woonboot

Bahwa luas negara Belanda tidak melebihi luas provinsi Jawa Timur dan di area yang relatif sempit tersebut sekitar 18% adalah air, kita sudah tahu. Bahwa populasi penduduk Belanda pada tahun 2012 lebih dari 16 juta jiwa dengan kepadatan 404/km2, kita sudah mengerti. Tapi, kita pun tentu juga sudah sangat memahami bahwa Belanda adalah bangsa yang ulet dan kreatif dalam menghadapi segala “keterbatasan”-nya.

Salah satu solusi mereka dalam menangani masalah kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat sedangkan lahan yang tersedia tidak banyak lagi yaitu dengan membuat rumah kapal, atau mereka menyebutnya woonbootWoonboot dirancang atau dimodifikasi untuk digunakan sebagai tempat tinggal yang ditambatkan di pinggir sungai atau kanal. Ada dua jenis woonboot, yaitu woonboot yang dibangun di atas ponton terapung terbuat dari beton, yang disebut modern erk dan juga woonboot yang lebih menawan yang terbuat dari kapal tua berjenis logam dan kadang masih bisa berlayar yang disebut living ship (woonschip). Tipe woonschip ini dapat bergoyang jika ada gelombang yang menerpa tetapi tidak akan terendam banjir atau hanyut.

Woonschip di Amsterdam

Setelah Perang Dunia II, kapal tua menjadi pilihan yang lebih murah untuk mengatasi keterbatasan tempat tinggal di Belanda. Sejak tahun 60an dan 70an, kapal yang modern dan warna-warni jumlahnya semakin meningkat pesat. Saat ini, woonboot sudah terhubung dengan telepon, listrik, gas dan semua woonboot diwajibkan untuk tersambung ke jaringan limbah di kota sehingga tidak terbuang ke sungai atau kanal dan tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Biasanya ruangan woonboot terdiri dari ruang tamu, kamar, ruang kerja, dan dapur. Perlengkapan rumah tangga seperti mesin cuci, kompor gas, dan televisi tersedia di dalam woonboot. Sedangkan mobil, sepeda motor, dan sepeda biasanya diparkir di pinggir kanal atau sungai dekat woonboot itu berada.

Sebenarnya, woonboot atau houseboat ini bukan hanya ada di Belanda. Negara-negara lain seperti Australia, Inggris, Jerman, Kanada, dan Selandia Baru juga memiliki houseboat yang pengelolaannya juga baik. Di Eropa, beberapa woonboot paling baik dan mahal dapat dilihat di sepanjang kanal Amsterdam. Saat ini ada 100.000 woonboot di Belanda, 2400 diantaranya ada di Amsterdam. Bahkan ada hotel, restoran, dan pasar bunga yang dibangun di atas air.

Bloemenmarkt di Amsterdam

Dewasa ini, masalah terbesar untuk tinggal di woonboot yaitu untuk menemukan tempat yang permanen. Kita tidak bisa merapatkanwoonboot di sembarang tempat dan tinggal di sana. Kita memerlukan izin khusus yang disebut ligplaats, yang jumlahnya terbatas sedangkan permintaannya sangat tinggi. Karena keterbatasan izin tersebut, sebuah woonboot dengan izin hukum di Amsterdam menjadi sangat mahal dan hanya orang dengan pendapatan besar yang dapat tinggal di woonboot.

Mungkin, hidup di woonboot memberikan perasaan indah dan bebas bagi penghuninya. Jika kita ingin melihat woonboot klasik, mendapat kesempatan unik, dan mengalami seperti apa hidup di woonboot di kanal Amsterdam, kita dapat mengunjungi Museum Houseboat (Woonbootmuseum) di Prinsengracht.

Woonboot Museum

Jika Belanda bisa, mengapa kita tidak? Jika ingin bahagia, ayo kreatif :-) .

– ditulis oleh Nur Cahyo A. S.

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s