#518 Belanda: Menggerakkan Dunia dengan Sejuta Kreativitas

Siapa yang tak kenal Belanda? Terkenal dengan sebutannya sebagai negeri kincir angin, tampaknya hal itu juga yang menjadi analogi dari masyarakat Belanda yang penuh dengan ide kreatif dan inovatif. Tidak terhitung banyaknya ide kreatif dan inovatif yang telah lahir di tangan orang Belanda, baik di bidang arsitektur dan desain, pendidikan, sains dan teknologi, dan lain sebagainya.

Empat inovasi mereka yang termutakhir meliputi penemuan metode untuk menghilangkan nitrogen dari air limbah (Sumber: The Business Times, 2012), ‘mobil terbang’ (Sumber: http://www.sparkdesign.nl/en/project/PALV), FreeStreet (lampu LED ‘melayang’) sebagai inovasi ter-up-to-date dari Philips untuk penerangan jalan (Sumber: Dutch Daily News, 2012), dan “Vibration Energy” sebagai alternatif sumber energi untuk sensor tepi jalan dan peralatan lainnya (Sumber: University of Twente, 2012). Kreativitas orang Belanda yang tidak ada hentinya tersebut tentunya memunculkan pertanyaan. Bagaimana Belanda sebagai sebuah negara kecil (dalam skala Eropa) dapat menanamkan budaya kreatif dan inovatif pada masyarakatnya?

Untuk menjawabnya, sepertinya kita harus melihat negara Belanda dari aspek geografinya. Koninkrijk der Nederlanden atau lebih terkenal dengan The Netherlands (secara harfiah berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”) memiliki struktur geografi yang sangat unik dengan mayoritas kondisi tanahnya di bawah permukaan laut. Tidaklah mengherankan, jika wilayah Belanda banyak dikelilingi oleh dinding laut (kita biasa menyebutnya sebagai bendungan – salah satu inovasi orang Belanda untuk menghindari banjir, menyelamatkan negaranya agar tak terendam air laut, dan memperbaiki saluran air). Karena struktur geografinya jugalah, sumber daya alam tidak banyak ditemukan di Belanda. Kemungkinan hal inilah yang menjadi faktor pemicu orang Belanda untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.

Selain itu, tentunya kita tidak dapat mengesampingkan peran sistem pendidikan yag diterapkan oleh pemerintah Belanda. Dengan sistem pendidikan yang sistematis dan berkualitas tinggi, negara Belanda mampu bersaing secara global menghasilkan bibit-bibit unggul yang sangat luar biasa. Kita pasti pernah mendengar Shell, Unilever, dan Phillips. Ketiganya adalah beberapa perusahaan besar dari Belanda yang telah lama berdiri dan berhasil memproduksi produk-produk yang mendunia. Atau pasti kita familiar dengan reality show fenomenal yang sempat menghiasi layar kaca 50 negara di dunia, termasuk Indonesia, Big Brother. Big Brother adalah salah satu bukti suksesnya industri kreatif di bidang pertelevisian Belanda. Tentunya kita tidak bisa juga mengesampingkan prestasi yang ditorehkan oleh Belanda di bidang pendidikan sebagai negara dengan jumlah penerima hadiah Nobel terbanyak ke-10 di dunia (Sumber: http://top-10-list.org/2011/02/20/the-most-nobel-prize-winners-countries/).

Yang dapat kita pelajari dari uraian tersebut yaitu bahwa budaya kreatif dan inovatif orang Belanda bukanlah sesuatu yang instan, menilik kata John Heywood bahwa Rome wasn’t built in a day. Jadi, dapat dipastikan kalau budaya kreatif dan inovatif orang Belanda telah ditanamkan sejak dini, yaitu melalui pendidikan. Dengan sistem pendidikan yang menerapkan metode student-centered dan problem-based learning, pemerintah bersama praktisi pendidikan Belanda mendorong sepenuhnya para siswa untuk mengasah kreativitasnya. As a result, sampai sekarang, seperti cita-cita para pendirinya, Belanda masih terus bertahan sebagai negara maju.

Datanglah kesana dan lakukan tiga langkah kecil ini; observe, imitate, and modify! Tiga langkah kecil bernilai besar demi hidup yang lebih baik!

– ditulis oleh Ani Fitria

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s