#519 Belanda, Negeri Para Pengambil Resiko

“The fishermen know that the sea is dangerous and the storm terrible, but they have never found these dangers sufficient reason for remaining ashore” – Vincent Van Gogh

Mewujudkan ide kreatif itu tidak mudah. Tanya saja Van Gogh. Seniman kenamaan dari Belanda ini selalu hidup di bawah garis kemiskinan, karena usaha untuk mewujudkan hasrat seninya tidak diapresiasi masyarakat di jamannya. Tapi itu tidak membuat beliau berhenti melukis, hingga akhir-hayatnya. Baru setelah ia wafat, masyarakat menyadari keindahan lukisan Van Gogh, dan menjaganya hingga bisa dinikmati oleh generasi sekarang.1

 Siapa yang tidak takjub dengan keindahan “Starry Night”-nya Van Gogh?

Van Gogh bisa saja berhenti melukis dan mencari pekerjaan lain yang lebih mapan demi hidupnya, tapi ia tidak melakukannya. Karena ia adalah seorang Belanda, seorang pengambil resiko.

Di masa yang berbeda, kita bisa menilik kisah Willem Johan Kolff. Dalam usahanya untuk membantu pasien gagal ginjal, ia mendapat ide untuk mengembangkan metode cuci darah dengan menciptakan ginjal buatan, agar penderita bisa terus hidup walaupun ginjalnya rusak. Dunia medis menyambut ide ini dengan kontroversi, karena alasan keamanan. Beberapa pasien awal yang menggunakan metode Kolff tidak berhasil diselamatkan. Namun Kolff tetap melanjutkan penelitiannya, hingga akhirnya metode beliau diakui dan menjadi penyelamat hidup jutaan orang.2

 Sang Inovator dengan mesin penyelamat hidupnya

Kolff bisa saja menghentikan penelitiannya untuk menghindari kritikan, tapi ia tidak melakukannya. Lagi-lagi, karena ia adalah pengambil resiko.

Setiap ide kreatif pasti disertai resiko –konsekuensi buruk yang menyertai suatu keputusan-. Namun di dalamnya, terdapat pula potensi sukses. Semakin besar resikonya, semakin besar potensi suksesnya. Keberadaan resiko-lah yang sering membuat langkah banyak orang kreatif terhenti di tengah jalan, takut meneruskan usahanya3. Namun, resiko tidak membuat bangsa Belanda takut.

Belanda adalah negeri yang dipenuhi oleh orang-orang yang berani mengambil resiko. Mereka berani mengarungi lautan sejauh mungkin demi mencari rempah-rempah. Mereka rela menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengeksplorasi ide-ide yang dimiliki. Hasilnya? Belanda diakui sebagai negara yang menghasilkan banyak karya, penemuan dan inovasi penting bagi dunia. Perusahaan multinasional (VOC), mikroskop, teleskop, pasar modal, hingga mobil terbang dan energi terbarui, adalah buah dari keteguhan mereka dalam mewujudkan ide dan menantang resiko.

 Mobil terbang, yang menurut para ilmuwan “secara ilmiah mustahil” untuk diwujudkan

Sukses tak melulu mereka dapat. They fell hard too. Setelah sukses berkepanjangan, VOC berakhir dalam kebangkrutan. Inovasi dalam menciptakan pasar modal dengan bunga tulip sebagai komoditi pada abad ke-17, berakhir dengan kegagalan ekonomi yang luar biasa, yang sekarang dikenal sebagai peristiwa tulipmania.4

Namun, itu tak membuat mereka menyerah. Kegagalan dijadikan pembelajaran dan inspirasi. Misalnya, tulipmania menginspirasi para ekonom untuk membuat mekanisme pencegah gelembung ekonomi.

 Juga menginspirasi lukisan satir – The Wagon of Fool oleh Hendrik Gerritsz

Gaya hidup dan kebijakan yang diberlakukan di Belanda saat ini pun menggambarkan watak mereka sebagai pengambil resiko. Legalisasi marijuana, pemberian pendidikan seks bagi pelajar, legalisasi euthanasia, hingga pernikahan homoseksual. Meskipun menuai kontroversi, mayoritas masyarakat berani mendukung kebijakan tersebut demi mewujudkan idealisme mereka untuk melindungi keseimbangan hak asasi manusia.

Saat ini, Belanda tengah menghadapi tantangan berat: Krisis ekonomi di zona Euro. Sikap awal yang diambil oleh Belanda cukup menaikan alis dunia internasional. Apapun keputusan yang akan diambil oleh pemerintah Belanda nanti, tentu mengandung potensi sukses dan resiko gagal yang besar. Namun saya percaya, mereka pasti akan bisa menemukan solusi dari tantangan tersebut. Karena mereka adalah para pengambil resiko yang cerdas dan inspirasional.

– ditulis oleh Tanti Kosmiyati

9 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

9 responses to “#519 Belanda, Negeri Para Pengambil Resiko

  1. luthfi

    satu lagi risk taker dari keturunan belanda Ernest Douwes Dekker, beliau juga ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan RI wlaupun seorang keturunan belanda.nice post

  2. yahhhh….kita harus membiasakan diri untuk berani berbeda dengan orang lain, harus berani yakin dengan apa yang kita pikirkan, kadang2 lingkungan sekitar bisa mengubur impian kita, menertawakan kita, dan membujuk kita untuk menerima pendapat umum apa adanya, nrimo. Kalau mau maju kita harus teguh, yakin dan berani berjuang keras…nice post…Thank U

  3. thinkerthi

    @Monic: Thanks Monic atas komentarnya. Memang pada dasarnya orang indonesia itu lebih condong untuk “uncertainty avoidance” ya, tapi untungnya ada juga pemuda2 indo yang berani menghadapi tantangan, seperti para pengajar muda misalnya.. semoga semakin menular ya semangatnya…🙂

    @Ratna: makasih Ratna atas komennya. Betul, the first step is always the hardest. Tapi kalau sudah dihadapi pasti bisa kok..!🙂

  4. ratna

    Mengambil Resiko? Itu yg susah pada awalnya..
    Tulisan yg inspiratif, mudah2an yang membaca postingan ini dapat mengambil nilai2 positif yang tertuang..
    Good luck !

  5. monic

    Nice post Tanti.. ini perlu dibaca dan ditularkan para pemuda Indonesia ya.. setuju! gimana mau bergerak ‘maju’ kalau ketidakpastian di depan sana dihadapi dengan mental ‘takut’ hehehe.. semoga Indonesia bisa mencontoh mentalitas ini ya… ;D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s