#521 Dutch Creativity : Win Molen dengan Seribu Kebaikannya

Saya tidak mengedipkan mata, ketika melihat sebuah video di TV pagi itu. Seorang wanita cantik dengan aksen British yang kental, sedang memperkenalkan sebuah bangunan kincir angin (dalam bahasa Belanda:Win Molen) unik yang terletak di Alkmaar, Amsterdam, Belanda. Bukan sekedar kincir angin biasa, namun keluarga dari pemiliknya yang bernama Cees Piet, secara kreatif merenovasi kincir angin yang dibangun di tahun 1769 itu menjadi sebuah rumah tinggal yang indah! Pantas saja, profil rumah Piet diperkenalkan oleh presenter Ruth England, wanita yang saya lihat di TV, sebagai salah satu World’s Most Extreme Home. Tanpa menghilangkan fungsi awal dari kincirnya, yaitu sebagai tempat penggilingan jagung dan biji bunga, area lain “rumah” kincir angin tersebut, disulap menjadi sebuah rumah tinggal yang nyaman! Khayalan saya langsung terbang ke rumah kincir angin bersejarah tersebut dan membayangkan, bagaimana rasanya jika setiap hari kaki saya mondar mandir di atas lantainya yang telah berusia tiga abad. Si cantik, Ruth memang tidak salah ketika mengakhiri tournya di rumah Cees Piet dengan kalimat “This is Truly Extreme Home!”

Setelah melihat acara ini, yang dulunya, saya sempat berfikir jika kegunaan kincir angin di Belanda hanya seputar irigasi, penggilingan gandum dan objek wisata, ternyata dengan kreativitas, kincir angin ini betul-betul menjadi multipurpose windmill!

Bicara mengenai kreatif dan inovasi, kedua hal tersebut memang sangat berkaitan. Bila ingin melakukan inovasi, maka kreativitas adalah hal mutlak yang diperlukan di dalamnya. Tanpa kreativitas, takkan lahir sebuah inovasi. Dan sudah tepat rasanya jika menyebut orang Belanda sebagai salah satu yang terkreatif, terbukti dengan masuknya Belanda ke dalam 10 besar sebagai The Most Creative Country di tahun 2011.

Kincir Angin dan Go Green
Terkadang memang kreativitas muncul dalam kondisi “terjepit”. Letak sebahagian besar wilayah negeri Belanda yang hampir sebahagian daratannya berada di bawah permukaan laut membuatnya harus mencari cara agar negeri yang indah ini tidak tenggelam, yaitu dengan membangun kincir angin yang fungsinya untuk mendorong air ke lautan sehingga membentuk daratan yang lebih luas.

“Kebaikan” kincir angin ini tidak hanya sampai disitu saja. Efek kincir angin di Belanda juga terasa untuk urusan lingkungan dan sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Belanda bisa maju karena kincir angin, yang bahkan sudah mulai ada di negeri oranye ini sejak abad ke-13, jauh sebelum revolusi industri di Inggris yang muncul di awal abad ke-19.

Revolusi industri di Inggris yang ditandai dengan berkembang mesin-mesin industri secara besar-besaran yang notabene tidak ramah lingkungan, kincir angin hadir untuk memudahkan pekerjaan tanpa merusak lingkungan. Salah satu contohnya adalah digunakan untuk mekanisasi penggergajian kayu secara besar-besaran, sehingga Belanda bisa memproduksi kapal kayu cukup banyak per tahun dan semua itu dilakukan bukan dengan alat yang bertenaga mesin, melainkan alat yang dihasilkan dari tenaga alam. Tidak menghasilkan polusi, tidak memerlukan bahan bakar, tidak menimbulkan efek rumah kaca, tidak menghasilkan zat berbahaya dan sampah radio aktif.

Yeah, kincir angin dan seribu “kebaikan” padanya. Mengeringkan lahan, menggiling hasil panen, menghaluskan gula tebu, irigasi, menggergaji, mengasah kayu, memproduksi kertas, potensi wisata yang bernilai jual tinggi bahkan menjadi tempat tinggal yang nyaman.

– ditulis oleh Indah Pratiwi

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s