#522 Seni Arsitektur dan Keberlangsungan ‘Peradaban’ Bangsa Belanda

Kita mengenal Piramida Gizza sebagai peninggalan bangsa Mesir kuno, sanctuary Maccu Picchu ‘warisan’ dari bangsa Inca, dan di Indonesia, kita mengenal Candi Borobudur sebagai peninggalan dari Wangsa Syailendra. Ketika saya berkunjung ke beberapa kota di Indonesia, selalu saja ada bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Kalau dipikir-pikir, situs kota tua yang menjadi obyek wisata sekaligus benda cagar budaya baik di Indonesia maupun sebagian semenanjung Malaka merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Begitu ajaibnya sebongkah pondasi raksasa mampu merekam begitu banyak memori dari masa lalu. Yang membuat saya takjub adalah bagaimana bangunan-bangunan tersebut bisa begitu awet dan mampu bertahan melawan zaman. Sungguh, saya angkat topi dengan para arsitek-arsitek kreatif Belanda ini yang secara tidak sadar telah menancapkan ‘peradaban’ Belanda di daerah-daerah yang pernah menjadi koloninya di masa lalu.

 Museum Sejarah Jakarta

 Museum Keramik dan Seni Rupa

 Museum Nasional Jakarta

Ternyata, seni dan ilmu arsitektur sudah menjadi bagian penting bagi warga Belanda dari dulu. Dahulu, ciri arsitektural Belanda lebih ke bentuk-bentuk klasik seperti art deco dan lain-lain seperti yang dapat kita saksikan di Jakarta. Hingga sekitar tahun 1970-an, ada semacam keresahan warga Belanda akan gaya arsitektur modern yang ada di negerinya. Untuk itu, pemerintah Belanda memberikan dukungan kepada universitas untuk melakukan berbagai riset dan inovasi sehingga mendorong generasi mudanya untuk berekspresi dan berkreasi. Selain itu, dibangun pula Amsterdam Centre for Architectur yang salah satunya juga bertujuan untuk memberikan ruang bagi kaum urban Belanda masa kini untuk menumbuhkan ide kreatif dalam menciptakan bangunan.

Dan hasilnya memang luar biasa. Para arsitek Belanda dewasa ini telah membuktikan bentuk kreatifitasnya dalam seni arsitektur, tak hanya di negerinya sendiri, tetapi juga di negara lain.

Beberapa di antaranya adalah De Rotterdam yaitu sebuah megaproyek yang membangun kota vertikal dengan mengintegrasikan bangunan seperti perkantoran, apartemen, hotel, kompleks pertokoan, kafe, dan lain-lain, dalam satu kompleks bangunan yang menjulang ke angkasa. Selain itu ada pula The Citadel (apartemen yang mengapung di atas air), Dutch Docklands (pelabuhan yang mengapung di lautan), dan di luar Belanda seperti Masjid terapung di Uni Emirad Arab.

 de Rotterdam

 The Citadel Floating Apartement

 Dutch Docklands

 Masjid Apung

Kalau diperhatikan, ide-ide kreatif untuk membuat bangunan terapung bisa jadi dipengaruhi oleh keadaan geografis Belanda yang berada di bawah permukaan laut sehingga mendorong orang-orangnya untuk membuat suatu bangunan yang nyaman untuk ditinggali sekaligus bersahabat dengan keadaan alam negaranya.

Boleh dibilang, negara Belanda sendiri juga merupakan hasil kreatifitas peradaban bangsanya di masa lalu yang masih dipertahankan oleh warganya sekarang yaitu dengan membendung air laut melalui proyek Delta Works dan Zuiderzee Work dengan konsep memperpendek garis pantai dan memutarbalikannya ke danau air tawar, yang membuat proyek prestisius ini dianugerahi Seven Wonder of The Modern World oleh American Society of Civil Engineering.

 Delta Works

Hal-hal tersebut di atas merupakan bukti bahwa kreatifitas tanpa batas akan mendorong suatu bangsa bertahan karena hasil budaya bangsanya ‘hidup’ dan terus berkembang melalui inovasi masyarakatnya. Hal ini patut menjadi catatan bagi bangsa kita yang agar tidak berhenti pada tahap mengagumi kebesaran masa lalu tapi juga mampu meneruskan kejayaan zaman lampau tersebut dengan membuat sesuatu yang selalu baru dengan inovasi dan kreasi tanpa batas. Saya yakin bangsa kita pun juga mampu melakukannya.

– ditulis oleh Adie Riyanto

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s