#523 Mengabadikan Diri dengan Budaya Menulis

Profesor di bidang media dan budaya dari Universitas Amsterdam, Jose van Dijck dalam bukunya yang berjudul Mediated Remains in The Digital Age (2007) menyatakan bahwa ingatan sungguh vital bagi kemanusiaan, karena tanpa memori, kita tak kan memiliki sense akan masa lalu atau masa depan, dan akan kekurangan rasa keberlangsungan (sense of continuity).

Manusia sendiri, dalam fitrahnya memang ‘dikutuk’ untuk memiliki ingatan kolektif yang pendek. Untuk mengatasi hal itu, Jose van Dijck menekankan pentingnya mediated memory sebagai sesuatu yang vital dalam usaha melawan lupa. Mediated memory ini semacam ‘pengembali ingatan’ akan masa lalu dalam bentuk suatu media yang mampu mendokumentasikan dan mengomunikasikan segala sesuatu yang telah terjadi.

 Profesor Jose van Dijck

 Karya Jose van Dijck

Salah satu bentuk media yang mampu menjadi jembatan penghubung dalam ingatan manusia adalah media tulisan. Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa dengan menulis, seseorang akan abadi sekalipun jasadnya sudah berkalang tanah. Melalui tulisan pula, saya akhirnya mengetahui bahwa orang Belanda di masa lalu, karyanya masih saja dibahas hingga sekarang dan mampu menginspirasi banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Orang tersebut adalah Eduard Douwes Dekker dengan karyanya yang terkenal yaitu Max Havelaar of the Koffiveilingen der Nederlandse Handelsmaatschapij. Kisahnya yang cenderung autobiografis tersebut dianggap sebagai pemicu kesadaran nasionalisme para rakyat jajahan. Ia juga dianggap sebagai seorang pelopor pemikir feminisme di dunia. Dahulu, Dekker dianggap sebagai ‘pengkianat’ oleh pemerintah Belanda. Namun, pemikirannya yang humanis seperti tertuang dalam tulisannya, membuatnya mendapat tempat di hati rakyat Belanda yang anti penindasan di tanah kolonial. Untuk mengenang kiprahnya tersebut, tahun 1910 rumah kelahiran Dekker dijadikan museum dan dirinya diabadikan dalam sebuah patung yang diresmikan oleh Ratu Beatrix dalam peringatan 100 tahun pendirian museum tersebut pada 2010 lalu.

 Pengabadian Eduard Douwes Dekker (Multatuli)

 Masterpiece Multatuli

Saya pikir, poin penting penghargaan bagi Dekker bukan terletak pada pembangunan museum dan patung. Tapi, ide-ide dalam tulisannya yang saat itu (hingga kini) dianggap revolusioner humanis di mana menempatkan segala bangsa dalam kedudukan yang sejajar di antara sesamanya itulah yang menginspirasi bangsa-bangsa lain untuk menentang segala bentuk penjajahan dan rasialisme.

Sebagai contoh, di Belanda sendiri, ide-ide Dekker di masa lalu tersebut mampu menggerakkan ribuan orang termasuk di antaranya kaum gay, aktivis gerakan sosial dan pro kemerdekaan Palestina untuk berkumpul di Dam Square untuk bersama-sama melakukan aksi damai menentang film Fitna karya Geert Wilders pada Hari Anti Rasialisme.

 Geert Wilders

 Aksi damai

Kembali pada pemikiran Jose van Dijck, dalam jurnalnya yang berjudul Composing The Self: of Diaries and Lifelogs, saya pikir manusia multimedia zaman sekarang seharusnya lebih punya kesempatan untuk ‘mengabadikan diri’ dengan adanya media seperti blog. Esensinya sederhana. Jika di masa lalu, seorang Belanda bernama Eduard Douwes Dekker bisa menginspirasi banyak orang yang hidup jauh sesudah masanya melalui tulisan, manusia sekarang setidaknya bisa berbagi ide dengan manusia lain di seluruh penjuru dunia begitu sebuah tulisan diposting di blog sampai kapanpun. Kalaupun tidak menginspirasi orang lain, paling tidak, dengan menulis di blog, memberi kemungkinan orang tersebut mengenyam pendidikan di Belanda. Tak ada yang bakal mengira bukan?

– ditulis oleh Adie Riyanto

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s