#527 Sejarah yang Bercerita

Ketika mendengar kincir angin, pasti yang terlintas dalam benak kita dalah Negeri kincir angin Belanda.Negara yang dulunya berada di bawah pemerintahan Karel V (kaisar Romawi Suci dan raja Spanyol) dan kemudian merdeka setelah dibebaskan oleh Kekaisaran Perancis. Selepas itu, Kerajaan Belanda didirikan pada 1815 dengan meliputi kawasan yang sekarang dikenal sebagai Belgia dan Luxemburg. Belgia mendapat kemerdekaan pada 1830, sedangkan Luxemburg berpisah selepas kematian Raja Willem III.Pada abad ke 19

Apa pernah ada yang tahu mengapa dinamakan Negeri Kincir Angin?Ditilik dari sejarahnya,penggunaan kincir angin pertama kali digunakan di Persia pada abad ke-5.Dan kemudian menyebar ke wilayah Eropa.Belanda menggunakan kincir angin untuk pertama kalinya pada abad ke-13 ketika banyak lokasi di Belanda yang masih berada dibawah air.Dengan menggunakan kincir air yang ada di dalam bangunan kincir angin tersebut, air yang ada di tanah dialihkan,disalurkan dan dibendung sehingga tidak banyak air di sana. Selanjutnya, tanah yang masih sedikit basah juga dikeringkan dengan kincir angin.

Seiring dengan itu perkembangan teknologi dan arsitektur perkembangan kincir angin juga semakin pesat.Sekitar abad ke 17 banyak terjadi revolusi di Eropa dan kincir anginpun memberi peranan yang besar bagi Belanda.Hingga muncullah sebutan Negeri Kincir Angin.

Coba kita lihat kebelakang,Belanda juga turut mengukir sejarah di bumi kita, bumi Indonesia.Hampir 350 tahun Belanda menjajah Indonesia.Betapa tidak,teknologi disana sudah berkembang sangat cepat sebelum perkembangan teknologi yang dialami Indonesia.Terbukti dengan bagaimana taktik mereka untuk membuat Indonesia menjadi “Negara Terjajah”.

Pada awal kedatangannya,Belanda menerapkan strategi barter(pertukaran barang) kepada rakyat Indonesia.Mereka melakukan pendekatan yang sangat halus dan jauh berbeda dengan yang dilakukan portugis, sampai-sampai rakyat Indonesia tak sadar sedang mengalami pendekatan yang berujung dengan penjajahan.

Masih ingatkah dengan istilah Devide et Impera(Politik Pecah Belah) yaitu kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. untuk memecah pertahanan dan kesatuan dari Indonesia.
Bagaimana bisa bayangkan ditahun ketika bumi kita masih mengandalkan hasil bumi,Belanda sudah melaju kencang dengan teknologinya,baik dari strategi,persenjataan,dan transportasi.dan pemikiran merekapun sudah begitu majunya sebagai bangsa penjajah.Sejarah berbicara,setelah memakan waktu yang agak lama dari kedatangan awal Belanda ke Indonesia,barulah penduduk pribumi mulai perlahan-lahan sadar dengan penjajahan yang dilakukan Belanda,yang akhirnya terjadi berbagai macam pemberontakan diberbagai daerah.

Aksi pemberontakan para penduduk pribumi tidak pernah membawa banyak perubahan kepada pemerintah Hindia-Belanda,malah mereka lebih siap untuk menghadapi penduduk pribumi yang melakukan pemberontakan diberbagai daerah.Belanda menganggap semua yang mereka lakukan hanya sia-sia.Kita kalah strategi,teknologi,dan persatuan dari masing-masing daerah hingga tak kunjung dapat mengusir Belanda dari bumi Indonesia.

Kita tak boleh semerta-merta memandang pemerintah Hindia-Belanda dengan pandangan negative,kita juga bisa mempelajari taktik mereka yang sangat teratur dan terencana dalam melancarkan berbagai gerilyanya di bumi Indonesia.tak hanya persiapan yang matang,semua perlengkapan dan perencanaan sudah disusun dengan begitu rapi.Sejarah kembali bersaksi,pernahkah kita bertanya, “Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?” Belanda tentu tidak bodoh, antropolog, sejarawan dan ilmuwan humaniora terbaik yang ada di seluruh Negeri Belanda tentunya telah dipekerjakan untuk meneliti watak khas orang Indonesia sebelum Pemerintah Belanda mengimplementasikan sebuah kebijakan.

Sampai sejauh itu perencanaan yang dilakukan belanda sebelum melakukan aksinya menjajah Negara kita.Ditambah lagi keccakapan mereka dalam memimpin dan berorganisasi,tak mungkin suatu hal yang besar dilakukan dan direncanakan sendiri oleh seseorang.Kecakapan mereka dibidang organisasi dan musyawarah tak dapat diragukan lagi.Mereka menjunjung tinggi asas musyawarah dan kesepakatan bersama untuk mendapatkan solusi dan hasil yang terbaik.Karena hasil yang terbaik akan menuntun pada penciptaan inovasi-inovasi yang kreatif dari bangsa mereka.

Ayo kita menilik bahasan sebelumnya, sejak SD pun kita sudah dikenalkan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.kembali pada bahasan tentang Devide et Impera , taktik ini merupakan taktik adu domba(pecah belah) tetapi hebatnya Belanda,mereka merekrut pasukan Hindia-Belanda dari pemuda-pemuda pribumi.yang disebut sebagai “Belanda Hitam”. Jadi Belanda tak perlu repot-repot mengerahkan tentara dalam jumlah besar untuk menjajah Negara kita yang memiliki bermacam-macam suku bangsa.

Pasti tak asing lagi dengan istilah Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC kongsi dagang yang didirikan oleh Hindia-Belanda yang diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tertentu. Sudah bisa dibayangkan bagaimana pintarnya jalan pikiran mereka,dengan menggunakan badan atau lembaga akan lebih menguatkan pertahanan mereka,karena dengan kebersamaan dan musyawarah akan membuat mereka lebih kuat.
Contoh yang lain adalah proses diplomasi Hindia-Belanda dengan penguasa kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk melancarkan aksi penjajahan didaerah tersebut.Ini merupakan pendekatan dengan cara musyawarah yang cukup efektif. Dan buruknya Belanda selalu menyerang kerajaan-kerajaan yang tak mau bekerja sama dengan Pemerintah Hindia-Belanda.

Dari penjabaran diataspun dapat kita ambil pelajaran,Bahwa rakyat Belanda memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan baik dan bermusyawarah dengan baik serta dapat menciptakan ide-ide baru yang dapat memajukan pemikiran mereka,inovasi dan praktek lansung dilakukan dilapangan dapat memajukan cara pikir mereka.

– ditulis oleh Siti Mardiyah

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s