#528 Pembawa Perubahan Budaya Bumi Kita

Kedatangan Hindia-Belanda tak serta merta membawa dampak buruk seluruhnya bagi Indonesia. Justru secara tidak langsung mereka mengenalkan kita pada budaya modern yang belum kita kenal sebelumnya. Pemerintah Hindia-Belanda itu,berisi para pemikir-pemikir seperti antropolog, sejarawan ,arsitek,penulis dan ilmuwan humaniora terbaik yang ada di seluruh Negeri Belanda yang berperan besar dalam pembentukan budaya di Indonesia. Meskipun tak mencakup seluruh aspek yang ada.Beberapa karya nyata pemerintah Belanda yang masih dipertahankan sampai saat ini merupakan saksi dan bukti nyata tentang peranan meraka. Ini bukan merupakan bentuk pujian terhadap Belanda,tetapi memang mereka memiliki pandangan kedepan untuk masa depan Indonesia. Beberapa hal yang dapat kita jadikan contoh

– Dibidang Aritektur

 Frans Johan Laurens (f.j.l.) Ghijsels

 Charles Prosper (c.p.) Wolf Schoemaker2

 Henri Maclaine Pont (1884-1971)

Mereka adalah arsitek-arsitek yang karyanya sebagian besar masih berdiri kokoh di bumi Indonesia. Beberapa karya mereka antara lain :
Þ Kantor tilpon jl. Garuda, surabaya antara th. 1913-1914
Þ Rumah sakit kpm (sekarang pelni) jl. Aip ii, ks tubun 92, petamburan, jatibaru, Jakarta
Þ Kantor “nillmij” (sekarang bank bni di yogyakarta), th. 1921
Þ Rumah sakit “onder de bogen” (sekarang panti rapih – yogyakarta) th. 1929
Þ Penjara sukamiskin-bandung th. 1919
Þ Sekolah tinggi teknik bandung (i.t.b.) th 1918
Þ Stasiun kereta Tegal, th 1911
Þ Gereja katholik pohsarang, kediri. Th 1936

Dan masih banyak lagi bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh yang sekarang masih berfungsi ataupun beralih fungsi menjadi museum sejarah.

– Bidang Transportasi

 Herman Willem Daendels

Menurut buku sejarah Indonesia,disana tertulis Daendels merupakan orang yang paling kejam karena mempraktikkan kerja rodi di Indonesia,seperti pembangunan jalur Pantura yang sekarang digunakan jutaan orang Indonesia yang kitapun tak asing dengan berita kemacetannya di saat lebaran, dan masih berfungsi dengan baik samapai saat ini.
Dan bagaimana dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van den Beele yang membangun jalan kereta api pertama di desa Kemijen, Jum’at tanggal 17 Juni 1864 yang turut diperkasai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) dan dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes, dari desa Kemijen menuju desa Tanggung (26 km) dengan lebar 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu. 10 Juni 1867.

Keberhasilan NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang-Surakarta (110 km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864-1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

Sarana-sarana transportasi tersebut masih sangat berfungsi saat ini,bahkan banyak diantaranya yang kurang terawat oleh Pemerintah Indonesia.Sebenarnya harus kita akui Hindia-Belanda banyak memikirkan tentang transportasi Indonesia ke depan.makanya dibangun jalan-jalan transportasi yang begitu panjangpun juga untuk bangsa Indonesia nantinya.

– Bidang Informasi

Satu lagi bukti yang tak dapat dipungkiri, Hindia-Belanda adalah pelopor adanya media massa di Indonesia. Dimana pada tahun 1744 dilakukan percobaan penerbitan Koran pertama yaitu Bataviasche Nouvelles yang diterbitkan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Imhoff,tetapi Koran ini hanya dapat bertahan 2 tahun.Kemudian jejak surat kabar diukir kembali dengan diterbitkannya Javasche Courant pada tahun 1828. Inilah yang merupakan cikal bakal adanya media massa di Indonesia.Yang pada era proklamasi digunakan untuk menyiarkan kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu media memiliki peran fungsi yang besar.

Nah dari beberapa contoh diatas,dapat disimpulkan kedatangan Belanda di Indonesia seluruhnya memberi dampak yang negative,tapi ada beberapa ospek yang melalui perkembangan positive.Banyak hal yang dapat kita ambil manfaatnya dari kedatangan mereka,Karena sedikit banyak mereka turut memberi warna dalam budaya kita.
Pemikiran mereka yang maju dan terus berinovasi menciptakan hal-hal baru yang turut mengukir sejarah patut diacungi jempol.Bukan membela mereka,tapi meniru pemikiran mereka yang inovatif dan suka bermusyawarah,apa salahnya?

– ditulis oleh Siti Mardiyah

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s