#537 Life is A Total Football

Sepakbola boleh jadi olahraga yang merangkum manusia dari berbagai kalangan dan daerah. Sekat-sekat menjadi cair di hadapannya. Tidak terkecuali di Indonesia, sepakbola dunia menjadi hiburan yang sangat diminati. Stasiun-stasiun televisi kita tidak hanya menyiarkan sepakbola Indonesia, tetapi juga Liga Italia, Liga Inggris, dan Liga Spanyol secara rutin. Akhirnya sepakbola pun menjadi perbincangan baik di media cetak, elektronik, maupun di warung dan cafe.

Berbicara soal klub sepakbola yang paling banyak meraih prestasi selama empat tahun terakhir, kita bisa menyebut FC Barcelona. Mereka berhasil meraih 13 gelar dalam rentang 2008—2012. Saya termasuk penggemar Barcelona yang penasaran dengan perjalanan klub ini. Menelusuri sejarah permainan tiki-taka yang menjadi andalan Barcelona sekarang, saya cukup terpana mendapati bahwa klub ini mulanya belajar dari sepakbola Belanda.

Bermula dari pelatih-pelatih FC Barcelona yang didatangkan dari Belanda, yakni Johan Cruijff, Louis van Gaal, dan Frank Rijkaard. Mereka mengembangkan filosofi sepakbola Belanda yang disebut total football. Total Football (totaalvoetbal) adalah taktik permainan yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi secara konstan sesuai kebutuhan. Taktik ini menuntut para pemain mempunyai skill menyerang dan bertahan yang sama bagusnya. Total football pertama diperkenalkan pada 1969 oleh klub Ajax Amsterdam. Selanjutnya pemain-pemain Belanda baik dalam akademi Ajax maupun tim nasional dididik dengan taktik ini.

Lebih dari sekadar edukasi sepakbola, total football memiliki filosofi kuat yang mencerminkan cara berpikir orang Belanda. Hal ini pernah dijelaskan oleh penggemar total football asal Inggris, David Winner, dalam buku Brilliant Orange. Total football melihat lapangan tidak sekadar sebagai ukuran objektif yang tetap, melainkan dapat melebar dan menyempit dalam benak.

Pada saat bola dikuasai oleh pemain Belanda, para pemain akan bergerak ke tiap jengkal ruang sehingga lapangan tampak begitu lebar bagi lawan. Sebaliknya ketika bola dikuasai oleh lawan, beberapa pemain Belanda dengan posisi terdekat menutup secepat mungkin, sehingga lapangan akan tampak begitu sempit bagi lawan. Dalam melakukannya para pemain dituntut memiliki kemampuan mengeksploitasi ruang secara imajinatif.

Kemampuan mengolah spasial itu mencerminkan cara pikir orang Belanda dalam hidup. Kondisi alam yang sempit dan berada di bawah permukaan laut menuntut mereka untuk memiliki daya pengolahan ruang yang lebih canggih. Belanda dengan jumlah penduduk terpadat tiap meter persegi menata ruangnya secermat mungkin agar teratur dan tampak lebih longgar. Tidak hanya arsitektur, Belanda juga menciptakan kelonggaran sampai pada norma sosial demi keterpenuhan lahir-batin.

Tidak hanya FC Barcelona yang bisa belajar dari total football, apa yang dikandung di dalamnya juga menawarkan cara pandang menarik bagi kita dalam menjalani hidup. Ia menginspirasi tiap orang untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan yang beragam dalam menjalankan berbagai peran. Tidak hanya itu, diperlukan daya imajinasi untuk mengolah dan mengatasi segala keterbatasan. Keduanya akan membentuk individu-individu berkualitas. Di samping kemampuan individual, sebagaimana tim seseorang hidup dalam ruang sosial yang menuntutnya mempunyai kemampuan bersosial. Dengan dua kemampuan itu seseorang bersinergi dengan orang lain menghadapi persoalan demi persoalan untuk mencapai suatu goal. Di sana manusia tidak hanya mampu bertahan hidup tetapi juga menciptakan ritme yang menarik. So it is, Dutch taught us that life is a total football.

– ditulis oleh Retno D. Iswandari

2 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

2 responses to “#537 Life is A Total Football

  1. ritme tulisan yang menarik…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s