#555 Kunci Sukses di Gerbang Pintu Belanda

“Innovation distinguishes between a leader and a follower.” (Steve Jobs)

Inovasi membedakan antara seorang pemimpin dan seorang pengikut. Yah, begitulah kira-kira jika diartikan dalam bahasa sehari-hari kita. Ibarat sebuah pintu yang terkunci, kesuksesan dapat dibuka dengan salah satu kunci berlapis emas yang bermerek “Innovatie”. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu rahasia kesuksesan adalah inovasi. Otak kita pun seharusnya mulai dibiasakan untuk memikirkan sesuatu yang “out of the box” sehingga orang lain memiliki pandangan bahwa diri kita mempunyai suatu nilai tambah yang berbeda dari pribadi lain. Ya, kunci inovasi muncul bak lampu bohlam yang berpijar seperti yang biasa digambarkan para kartunis.

Sudah tau kan, mengapa inovasi membedakan pemimpin dan pengikut. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang di negara yang dijuluki dengan Negeri Kincir Angin sampai pada akhirnya menghasilkan berbagai prestasi yang sangat membanggakan, bahkan di mata dunia. Mulai dari membuat bendungan dan polder di negara mereka untuk menghindari air laut yang mengalir ke daratan yang lebih rendah, sistem irigasi yang sangat diperhatikan dalam melaksanakan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) di Indonesia, Eyang Antony van Leeuwenhoek sebagai penemu sel hidup, sampai dengan penemuan metode untuk menghilangkan nitrogen dari air limbah, Vibration Energy, mobil terbang, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, urutan ke-3 negara dengan jumlah universitas terbanyak, negeri paling bahagia ke-4 di dunia serta terbaik kedua di dunia untuk Work-Life Balance dan Best Place for Business pun disabet oleh negara ini. Wow, lengkap ya prestasinya, dari segala aspek kehidupan ada!

Sedikit menyinggung tentang negara Jepang yang lemah dalam sumber daya alam, mereka segera menyadari kelemahan tersebut dan membuat mereka pandai dalam membuat kunci emas ini. Bermodal pandai berinovasi itulah yang ternyata membuat Jepang disegani sebagai negara maju.

Bagaimana jika kita bukan seorang ahli dalam penemuan? Kunci emas bukan berarti harus didapatkan dengan menemukan sesuatu yang belum ada di dunia, namun “sesuatu” yang sudah ada dimodifikasi sedemikian rupa atau dalam bahasa lain “meracik temuan orang lain” agar punya “value added” dibandingkan dengan “sesuatu” pada umumnya. Sebagai contoh, Belanda bukan bangsa penemu sistem irigasi, namun dapat belajar dari bangsa Mesir kuno yang telah dikenal dengan memanfaatkan sungai Nil sehingga punya sistem irigasi yang lebih baik. Sesuatu banget ya.

Mau jadi pribadi seperti orang-orang di Belanda yang inovatif? Langkah-langkah ini dapat membantu.
I : Ikuti perkembangan teknologi
N : Nekat, banyak orang sukses yang berhasil hanya dengan modal nekat
O : Olah cara berpikir kita menjadi cara berpikir yang inovatif
V : Variasi, buat suatu pembeda antara SAYA dan DIA
A : Amati, Tiru, Modifikasi (Inovasi)
S : Study hard, more and more and keep spirit
I : Ik doe het (saya melakukannya)
Sekali lagi, kerja keras dan tidak mudah putus asa punya peran yang sangat penting dalam hal ini. Mari kita duplikasi kunci emas orang Belanda sebanyak-banyaknya agar menjadi kunci emas bagi insan Indonesia. \(^_^)/

– ditulis oleh Dianti Dyah A. C. P.

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s