#559 Nederland, de Pioniers

Beberapa hari lalu terjadi suatu peristiwa yang merupakan salah satu saat paling mengejutkan bagi masyarakat Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dalam wawancaranya dengan koresponden stasiun televisi ABC News di Washington DC, Rabu (9/5/2012) waktu setempat, menyatakan dukungannya terhadap perkawinan sesama jenis.

Jauh sebelum Negara – Negara adikuasa berani mengambil tindakan yang pasti terhadap persoalan ini, Belanda, sang pionir, dengan pemikirannya yang modern dan kepeduliannya yang tinggi terhadap hak asasi manusia, telah mengambil langkah yang mendobrak pandangan umum pada masa itu mengenai kaum LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) dengan menjadi Negara yang pertama kali melegalkan dan mencatat pernikahan sesama jenis. Belanda yang merupakan Negara dengan sistem hukum Eropa Kontinental yang menjunjung asas legalitas, dimana penerapan hukum berasal dari aturan – aturan tertulis, menegaskan tujuannya memberi kepastian hak dan hukum terhadap Kaum LGBT dengan mengesahkan Undang – Undang Perkawinan No 16 Tahun 2001 pada 1 April 2001.

Tak lama setelah itu, Negara – Negara lain di dunia mulai mengikuti langkah yang diambil oleh Belanda. Tercatat telah ada sembilan Negara yang mengekor kebijakan Belanda melegalkan dan memberi perlindungan hukum terhadap pernikahan sesama jenis, yakni Belgia, Spanyol, Kanada, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia dan Argentina. Tidak hanya kesembilan Negara tersebut, PBB pun telah mengambil kebijakan mengakui persamaan hak Kaum LGBT. Melalui resolusi PBB yang disahkan pada bulan Juni 2011, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan tidak boleh ada diskriminasi / kekerasan terhadap orang berdasarkan orientasi seksual mereka.

Telah lebih dari 15.000 pasangan gay dan lesbian menikah di Belanda. Menurut Pusat Statistik Bureau, angka tersebut merupakan 2% dari total pernikahan yang terdaftar dalam selang waktu antara 2001 – 2010. akan tetapi, ternyata angka tersebut hanya sebesar 20% saja dari semua pasangan sejenis yang memilih menikah resmi. Sedang sisanya memilih tidak menikah resmi. Meski begitu, hal tersebut tetap merupakan suatu kemajuan mengingat pada awal disahkannya, hanya terdapat empat pasangan sesama jenis, termasuk didalamnya pasangan Helena Faasen dan Anne-Marie, yang memutuskan menikah secara resmi. Berdasarkan The Washington Post, sejak Undang-Undang Pernikahan Sesama Jenis tersebut disahkan, angka perkawinan gay meningkat pesat di Belanda.

Tidak hanya sekedar dilegalkannya pernikahan sesama jenis lewat perudangan – undangan / hukum , toleransi dan persamaan hak bagi kaum LGBT pun terus menerus diupayakan untuk menjamin kenyamanan hidup dan perlindungan hukum. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan dibangunnya monument di samping ‘Westerkerk’, sebuah gereja di jantung bersejarah kota Amsterdam. Monumen ini berupa tiga segitiga merah muda dan merupakan bentuk peringatan bagi kaum LGBT yang telah berjuang untuk kebebasan dan hak-hak orang dengan orientasi seksual yang menyimpang dari apa dan dianggap norma

Een huwelijk kan worden aangegaan door twee personen van verschillend of van gelijk geslacht (pernikahan bukan lagi monopoli dari pengamalan definisi pernikahan harus dilakukan oleh dua orang yang berbeda jenis namun bisa juga terjadi pada dua orang yang sama jenis.)

Tindakan Belanda dengan melegalkan pernikahan sesama jenis telah membuka cakrawala baru di dunia hukum, juga mendorong Negara – Negara lain untuk turut serta mengambil kebijakan yang serupa. Lebih dari itu, Belanda adalah pihak pertama yang memberikan kesempatan bagi Kaum LGBT untuk merasakan hidup normal seperti yang selama ini mereka perjuangkan.

– ditulis oleh Gisela Eugenia

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s