#563 Menengok Sejenak Kota Amsterdam

Malam yang dingin disertai angin yang cukup menusuk kedalam tulang rusuk saya,membuat saya harus berpakaian sangat rapat sambil menikmati indahnya suasana di sekitar Amsterdam Central Station. Kota Amsterdam yang berlokasi di Provinsi Belanda Utara ini merupakan kota yang memiliki bangunan khas klasik dan kuno.

Banyak keunikan yang saya sukai dari kota amsterdam ini tidak hanya menjadi kota yang dikenal dengan kota kincir angin, kota tulip namun juga dikenal dengan kotanya yang ramah lingkungan karena masyarakatnya punya budaya bersepeda dengan fasilitas yang baik diantaranya jalan khusus sepeda, tempat parkir sepeda, dan tempat menaruh sepeda di kereta api.

Mentari pun kembali menyinari pagi ini, berbekal 3 olliebollen saya kira cukup mebuat perut saya kenyang dan saya pun melanjutkan perjalanan saya hari ini, ada hal yang unik di kota Amsterdam ini yang saya temukan dan ingin saya utarakan.

Bagi sebagaian masyarakat sampah dipandang sebagai sesuatu hal yang tak berharga dan menjijikan, namun hal tersebut tak berlaku bagi warga belanda. Amsterdam sebagai kota terpadat di Belanda, tentunya memiliki masalah pengolahan sampah dan limbah yang kompleks. Oleh karena itu pemerintah amsterdam memutuskan untuk membuat sebuah perusahaan pengolahan sampah dan limbah yaitu “City of Amsterdam Waste and Energy Company” yang bertujuan menghasilkan energi baru yang dapat dipakai kembali. Dalam sehari sampah dari kota Amsterdam di angkut 600 truk dan berisi 4400 ton. Lebih dari 1,4 juta sampah domestik dan industrial di proses perusahaan ini setiap tahunnya atau 25% dari total sampah yang dihasilkan warga belanda dalam setahun. Sampah ini awalnya di tampung di dalam sebuah tempat penampungan setinggi 30 meter menggunakan truk sampah kemudian di angkut menggunakan penjepit besi untuk di bakar hingga 1000-1200 derajat celcius selama 24 jam setiap harinya. Setelah pembakaran sampah di lakukan uap atau udara panas yang dihasilkan dapat memutar turbin generator yang diubah menjadi sumber energi listrik. Dari satu ton sampah yang di proses perusahaan ini hanya ½ kilogram saja yang menjadi limbah yang tak bisa digunakan. Sementara uap panas yang dihasilkan bisa digunakan untuk mensuplai 50.000 pemanas rumah tangga dengan kekuatan 91 kw. Listrik yang di produksi mencapai 900kw perjamnya untuk menerangi lampu-lampu di jalanan kota Amsterdam. Dalam setahun perusahaan ini mampu menghasilkan 1000.000 mwh listrik atau setara dengan kebutuhan 1% energi listrik di Belanda. Dan menghasilkan 17.740 ton besi serta 2,6 ton metal. Tak jauh beda di kota Alkmaar sampah hijau organik yang berasal dari sekitar kota diolah sebuah perusahaan pengolahan sampah hijau organik atau HVC. Perusahaan ini berfokuskan mengolah sampah hijau organik dengan teknologi kompos dan menggunakan bantuan bakteri sampah dan meproduksi biogas. Dari 1 ton sampah hijau organik dapat menghasilkan 61 m2 biogas hijau yang dapat mensuplai kebutuhan gas untuk memasak di rumah-rumah warga.

Dari sini kita dapat belajar dari negri Belanda sebuah hal yang tadinya dianggap tak berguna dan menjijikan dapat berubah menjadi sebuah energi yang dapat diambil manfaatnya. Dan saya mempunyai harapan bahwa sampah yang masih banyak tertimbun,dan terbengkalai di TPA khusunya di Indonesia ini misalnya di Bantargebang,punggur,banyuurip, dll bisa menjadi sumber energi listrik yang berguna bagi kebutuhan kota.

– ditulis oleh M. Zulfikri

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s