#581 Belanda yang Menginspirasi

Belanda, sebuah negara yang menarik hati untuk mengunjunginya. Siapa yang tidak kenal Belanda? Begitu mendengar kata Belanda, pasti identik dengan tulip, keju, kincir angin ataupun negara bawah laut. Tidak hanya itu, Belanda menjadi tujuan favorit pelajar asing.

Belanda merupakan negara non bahasa inggris, namun mampu menjadi negara pertama yang menawarkan bahasa inggris di lebih dari 1400 program studi Internasional. Hal ini menarik para pelajar asing untuk melanjutkan pendidikan di Belanda. Ditambah dengan masyarakat Belanda yang suka membantu, apalagi membantu pelajar Internasional untuk beradaptasi dan orientasi pendidikan yang lebih menekankan pada praktek semakin diminati calon mahasiswa.

Ijazah Belanda sangat dihargai di dunia Internasional. Universitas-universitas di Indonesia sendiri telah berkolaborasi dengan Prancis, Amerika Serikat, Australia dan Belanda maupun negara-negara barat lainnya dalam riset ilmiah, pertukaran pelajar dan fakultas maupun program lainnya. Hal ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa asing yang belajar di Belanda. Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi pelajar dan dosen. Diharapkan dengan adanya hubungan ini, silaturahmi Indonesia-Belanda tetap berjalan baik dan tentunya saling menguntungkan dalam segala bidang.

Di Belanda terdapat dua jenis pendidikan tinggi regular, yaitu universitas dan University of Applied Science. Universitas melatih mahasiswa untuk menggunakan ilmunya secara mandiri. University of Applied Science, di Belanda lebih dikenal dengan sebutan Hogeschool yang lebih berorientasi pada praktek, mahasiswa lebih diarahkan untuk menunjang karir masa depannya. Sehingga lulusan dari Hogeschool dapat langsung terjun ke dunia kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sistem pendidikan di Belanda tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Ketika seorang anak lulus dari elementary school, mereka akan mengikuti semacam ujian. Hasil ujian itu dibagi menjadi 3 level, yaitu VMBO, HAVO, dan WO. Jika siswa itu mempunyai kemampuan akademis yang rendah maka sejak awal mereka diarahkan untuk mengikuti VMBO selama 3 tahun dan MBO selama satu tahun. Setelah lulus dari MBO siswa dapat langsung bekerja. Jika siswa itu mempunyai kemampuan akademis yang lebih baik, maka dia dapat mengikuti HAVO selama 5 tahun. Setelah lulus dari HAVO siswa dapat mengikuti HBO. Untuk HBO biasanya universitas tersebur bergelar dengan Hogeschool. Siswa yang mempunyai kemampuan akademis tertinggi, berhak mengikuti WO selama 6 tahun dan kemudian dapat mendaftar Universitas. Jika siswa dari tingkatan yang lebih rendah ingin mengikuti sistem pendidikan yang lebih tinggi mereka dapat mengikuti program standarisasi.

Upah yang mereka terima dalam pekerjaan berbeda antara level yang satu dengan yang lain. Tetapi perbedaan upah ini tidak seperti langit dan bumi, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Dapat dilihat, di Belanda keadilan benar – benar ditegakkan dan dapat memakmurkan masyarakat secara merata. Hal ini dapat diteladani oleh masyarakat Indonesia, apalagi didukung dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

Sistem pembelajaran Belanda berdasarkan pemecahan masalah ( Problem Based Learning ) yang melatih mahasiswa untuk menganalisis dan memecahkan permasalahan melalui perhatian pada pembelajaran mandiri dan disiplin. Semua program pendidikan tinggi Belanda memberikan penekanan pada penulisan laporan, kerja sama tim untuk menganalisa dan menyelesaikan permasalahan khusus, memberikan kesempatan kerja praktek melalui kerja magang dan melakukan penelitian di laboratorium. Akibatnya mahasiswa menjadi semakin kritis, kreatif , dan inovatif. Tidak heran jika Belanda menjadi peringkat ke-10 negara dengan penerima nobel terbanyak. Penerima hadiah Nobel ternama dari Belanda antara lain adalah Andre Geim untuk bidang Fisika pada tahun 2010, lalu Pieter Zeeman dan Hendrik Lorentz yang bersama-sama memenangkan Nobel Fisika tahun 1902.

Tidak hanya itu, Penelitian yang dilakukan oleh Tauw dan University of Twente di Belanda menunjukkan bahwa getaran yang dihasilkan kendaraan di jalanan dapat menghasilkan tenaga listrik. Konsep baru ini dinamakan “Vibration Energy”. Konsep produksi energi inovatif ini menggunakan material piezoelectric untuk mengubah getaran dari kendaraan yang lewat menjadi energi. Dengan menggunakan sumber energi ini, dapat menghindarkan terjadinya mati lampu atau konslet pada lampu jalan raya.
Belanda, negara yang menginspiratif . Jika “Vibration Energy” ini diterapkan di Indonesia, pasti akan menjadi sumber energi baru di Indonesia. Dipadukan dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Atau mungkin Indonesia-Belanda dapat melakukan pengembangan bersama dan dapat saling menguntungkan.

– ditulis oleh Febrilina Pramudiyanti

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s