#584 Mengintip Design dan Fashion Bangsa Belanda

Belanda negeri kincir (katanya… katanya…)
Keju penghasilannya (katanya… katanya…)
Tulip nama bunganya (wow… wow…)
Dam nama bendungannya

Sepenggal bait lagu milik Trio Kwek-Kwek merefresh kembali kenangan masa kecil, saat impian mengelilingi dunia masih memenuhi khayalan saya. Dalam mimpi sehebat itu, Belanda adalah negara pertama di daftar perjalan saya yang wajib disinggahi. Saya ingin membuktikan kemolekan lekuk kincir anginya yang eksotis, mencicipi cita rasa kejunya yang menggiurkan selera, memandangi hamparan tulipnya yang menyejukkan mata, serta mengunjungi kemegahan damnya yang fantastik. Apabila semua itu menjadi kenyataan, saya tidak perlu lagi mengatakan “katanya” mengenai Belanda seperti halnya yang dilantunkan oleh Trio Kwek-Kwek. Akan tetapi saya akan mengatakan “Belanda is the best place to visit and explore!”

Meskipun memiliki luas sekitar 41.526 km2, pesona Belanda sebagai suatu negara tidak hanya berbasis pada kesohoran kincir angin ataupun tulipnya semata. Daya tarik Negeri Oranje kini tak lepas pula dari kreativitas penduduknya dalam menggerakkan roda perekonomian. Hal itu tercermin dengan makin menjamurnya sentral bisnis yang bisa dikunjungi, salah satunya yaitu pusat perbelanjaan di Kota Amsterdam. Toko-toko retail dengan merek terkemuka di Amsterdam tersebut sudah terkenal di seluruh dunia, seperti G-Star Raw, W.E., dan lain-lain. Selain karena design busananya yang bagus, penataan toko yang unik juga mampu menyihir minat para pembeli yang berdatangan. Tidak hanya konsumen lokal, bahkan konsumen mancanegara pun siap mengeluarkan biaya lebih untuk memuaskan hasrat berbelanja. Maka tak heran jika akhirnya Belanda bertengger di peringkat dua sebagai negara terbaik untuk melakukan bisnis menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Mercer, Amsterdam menempati posisi ke-12 dalam daftar kota-kota dengan kualitas hidup terbaik tahun 2011. Di sanalah kita harus belajar bagaimana pelayanan publik dan transportasi terpelihara dengan apik berikut kemudahan dalam mengakses perbankan. Selain itu ibarat berenang sambil minum air, kita pun dapat menggali cara masyarakatnya memadupadankan busana sembari jalan-jalan di area pertokoan. Sebab di Amsterdam akan kita jumpai fashionista yang mengenakan pakaian sesuai dengan gaya mereka masing-masing. Fashionista Amsterdam itu bebas berekspresi meskipun di tempat terbuka, lantaran tidak khawatir bakal dijadikan objek tindak kejahatan. Sehingga Amsterdam banyak menelurkan fashionista yang kemudian terkenal hingga kancah internasional, sebut saja Cindy Van Der Heyden dan Annemiek Kessels.

Meskipun saya belum pernah satu kali pun menginjakkan kaki ke sana, namun kreativitas Bangsa Belanda memang patut diacungkan jempol. Oleh karena itu berhubung saya Warga Negara Indonesia, saya harus bisa membawa kreativitas bangsa saya melalui batik dengan menyusuri sentral-sentral bisnis yang ada di Belanda. Kedepannya kreativitas bangsa saya diharapkan semakin eksis, agar turut meningkatkan perekonomian seperti halnya yang terjadi di Belanda. Jadi, impian saya tidak hanya sekedar mimpi kan?

– ditulis oleh Ari Hastari

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s