#591 Sebuah “Kayuhan” yang Membawa Perubahan

The journey of life is like a man riding a bicycle. We know he got on the bicycle and started to move. We know that at some point he will stop and get off. We know that if he stops moving and does not get off he will fall off. ~ William G. Golding

Banyak orang berpikir, jika di negara mereka sudah mampu menghasilkan sesuatu dalam tanda kutip hal-hal yang berbau kemewahan, maka mereka atau negara itu sudah meyakini bahwa taraf hidup mereka sudah lebih baik. Contohnya saja dengan banyak berdirinya gedung-gedung bertingkat, mobil-mobil mewah yang sudah banyak dimiliki oleh masyarakat dari suatu negara, lalu kekayaan alam yang mereka bangga-banggakan meskipun sudah terbuang untuk hal-hal yang tidak penting. Apakah dengan segala sesuatu yang berbau kemewahan itu kita sudah harus berbangga diri tanpa melihat kualitas hidup dari penduduk di negara tersebut?
Terkadang orang menyepelekan hal-hal yang berbau sederhana. Tetapi apakah akan selamanya seperti itu? Dengan hidup sederhana bukan berarti kualitas hidup kita buruk.

Dan dari kesederhanaan itu, setiap jiwa dalam diri manusia mampu mengubah negara menjadi lebih baik. Bahkan bukan negaranya saja, tetapi mereka juga bisa mengubah bumi dengan berbagai macam rasnya. Dan sebenarnya apa hal sederhana yang kedengarannya sangat luar biasa itu??

Yeah, jawabannya adalah sebuah sepeda. Bukan sepeda dengan mesinnya yang bisa mengantarkan setiap orang berpindah dengan cepatnya dari lokasi A menuju lokasi B. Bukan itu! Lebih tepatnya adalah sebuah sepeda kayuh. Di Belanda, sepeda atau fiets ini bukanlah suatu hal yang bari lagi. Entah budaya turun temurun atau memang sudah menjadi sebuah kebiasaan penduduk Belanda untuk menggunakan fiets kemanapun mereka pergi.

Setidaknya setiap orang di sana memiliki sepeda di setiap rumahnya. Dan penggunaan sepeda ini di dukung oleh negara mereka sendiri. Terbukti setiap kali menghentakkan kaki di sana dan menyusuri setiap jalanan yang ada di Belanda, pasti akan di temui jalur khusus untuk sepeda lengkap dengan rambu-rambunya. Bahkan kendaraan bermotor wajib memberikan kesempatan bagi pengguna sepeda untuk melintas terlebih dahulu.

Waow. Ternyata penduduk Belanda memiliki toleransi yang tinggi antar pengguna jalan. Oleh sebab itu pengguna sepeda merasa aman dan nyaman saat berkendara di sepanjang jalanan kota-kota di Belanda.

Apabila di jalanan di tanah air di sesaki dengan puluhan kendaraan bermotor dan bermacam-macam gas yang dapat menimbulkan polusi udara, di sana udara bersih dengan sedikit polusinya atau mungkin jarang bisa kita hirup sepuasnya. Karena memang pengguna sepeda di sana lebih banyak di bandingkan dengan pengguna kendaraan bermotor. Di setiap tempat seperti stasiun, sekolah, universitas, restoran dan masih banyak tempat-tempat menarik di sana yang memiliki parkir khusus untuk sepeda.

Bahkan semakin hari jenis-jenis sepeda semakin berkembang di negeri yang terkenal dengan kincir anginnya itu. Dari sepeda yang bisa mengangkut barang-barang, bayi atau anak-anak balita, dan bisa juga peliharaan mereka di angkut di sebuah tempat yang memang tersedia untuk itu semua.

Nah, karena banyaknya pengguna sepeda dan kecilnya jumlah pengendara kendaraan bermotor di Belanda, bisa di pastikan polusi di sana berkurang sangat banyak di bandingkan dengan di tanah air. Oleh karena kebiasaan mereka bersepeda, maka mereka bisa mencegah global warming yang ramai terdengar akhir-akhir ini. Jadi untuk penyelamatan dunia bukan hanya dengan mematikan lampu, atau melakukan penghijauan saja. Tetapi masing-masing dari kita memang harus memiliki suatu kebiasaan yang dapat menjadikannya sebagai suatu teladan yang baik.

– ditulis oleh Debbie Rose

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s