#599 Ketergesaan yang Tidak Perlu

Berjalan tergesa. Berlari. Terburu-buru. Pencapaian.

Adalah kesan yang saya tangkap dari TVC di atas. Tentu saja tulisan ini tidak berusaha mengelak fakta bahwa Asia memang sedang giat-giatnya mengejar ketinggalan di bidang teknologi dan ekonomi.

Kembali pada tergesa.

Sebagai penduduk kota Jakarta selama kurang lebih lima tahun lamanya, resmi sudah saya kehilangan gaya hidup rileks dan menikmati waktu seperti ketika saya masih berdomisili di kota Bandung. Efek menyesapi nikmat hari yang saya pelajari selama delapan tahun di kota kembang tersebut, pupus begitu saja dalam durasi satu tahun menetap di Jakarta. Kejam? Tentu saja tidak, Jakarta adalah kota mewujudkan mimpi dan setahu saya tidak ada mimpi yang mudah dicapai. Dan itu adalah pendapat saya satu tahun yang lalu.

Saat ini tergesa menjadi momok kreativitas, sebagai seseorang yang menggantungkan hidup pada kualitas otak kanan. Hal ini tidaklah berdampak baik. Cynical dan introvert, adalah dua teman baru yang akhir-akhir ini mulai muncul. Tentu saja saya lawan dengan sekuat tenaga, seringkali dengan menggambar seperti ini atau menulis suka-suka di jurnal pribadi. Singkatnya, ketergesaan ini mulai menggerogoti mental, juga tidak perlu disebutkan lagi faktor kemacetan dan situasi kota yang tidak kondusif. Ya, saya terdengar mulai klise.

Ketika mengintip World Happiness Record, empat besar yang menduduki posisi negara paling bahagia di dunia adalah Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Belanda. Dengan satu kesamaan prinsip: kualitas hidup No.1 yang lain pasti mengikuti. Setengah berharap Indonesia ada dalam daftar 10 besar tentu saja gagal total. Sebagai penganut paham ‘kalau nggak sibuk malah pusing’ dan ‘sibuk dan tidak sibuk sama capeknya’ saya menyadari jam kerja 9 pagi – 6 sore dilanjutkan pekerjaan sesuai passiondari jam 7 malam sampai tidak terhingga, tentu saja Jakarta tidak ada dalam daftar tersebut. Kebiasaan ‘bekerja atau mati’ ini saya yakini tidak hanya dialami oleh saya. Bahkan keempat tetangga saya di kantor menjalani fase kerja yang sama. Bukannya menyesal tapi alangkah baiknya keseimbangan itu diusahakan. Merunut fakta bahwa Belanda merupakan negara dengan total jam kerja paling rendah di dunia (1,378 jam per tahun) jika dibandingkan dengan saya 8,640 jam per tahun tidak termasuk akhir minggu, membuat saya ingin segera mengepak koper dan terbang ke sana. Ah, seandainya saya seimpulsif itu.

Menuliskan paragraf di atas membuat saya mendengar teriakan para career coach, “Melakukan passionitu anugerah, tidak pantas diberi apapun selain syukur.” Ada benarnya, tapi ada salahnya. Passion di kamus saya adalah ‘cinta tanpa syarat’ yang tentu saja muncul karena kenyamanan, dan kenyamanan itulah yang sedang saya maknai.

Ada baiknya mencontek metode menjadikan arsitek sebagai walikota yang dilakukan oleh Belanda, aplikasi hemat waktu dan energi yang amat cerdas. Di Indonesia, Malang menjadi contoh nyata dari keberhasilan aplikasi arsitektur ala Belanda yang humanis, efisien, dan indah. Saya tidak akan membahas teoritis di sini, tapi ketika menghabiskan waktu di Malang bulan Desember kemarin, buku ide saya terisi penuh, oleh sketsa dan tulisan. Semua terasa begitu manusiawi.

Langit Malang

Pintu gebyok Jawa di hotel Tugu

Und Corner di hotel Tugu, favorit saya

Penataan kota yang lebih baik = menghilangkan macet = meniadakan ketergesaan = kualitas hidup yang lebih baik = kreativitas = produktivitas.

Sesederhana itu.

– ditulis oleh Lala Bohang

5 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

5 responses to “#599 Ketergesaan yang Tidak Perlu

  1. fajree

    belanda memang gak ada matinya dalam bidang teknologi. dan meciptakan kreatifitas dan menggabungkan dg teknologi yang ada.
    mari ambil sisi positif belanda dan tebarkan dalam nilai dalam kehidupan kita:)
    nice aticlel teman:)

    salam kenal teman2 semua, saya juga peserta kompiti blog:)
    suatu kebahagian tersendiri bagi saya apabila teman membaca tulisan saya dan dapat mengambil manfaat dari tulisan saya tersebut.
    mari berbagi tulisan,
    selamat membaca

    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/

  2. Saya sekarang sedang kuliah di Jurusan perencanaan wilayah dan kota Undip. Semoga ke depannya bisa menata kota-kota di Indonesia seperti Belanda🙂

    Boleh kunjungan balik? https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/11/168-industri-kreatif-belanda-keunikan-yang-menguasai-dunia/
    dank u voor uw reactie🙂

  3. opiniurang

    tulisan bagus, selamat ya
    terus berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s